DSpace logo

Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uksw.edu/handle/123456789/10320
Title: Uji Aktifitas Antibakteri Campuran Ekstrak Biji Kelor (Moringa oleivera,Lam.) dan Daun Kersen (Muntinia calabura,L.) terhadap Pseudomonas aeruginosa dan Bacillus subtilis = Antibacterial Activity of the Mixing of Drumstick seed (Moringa oleifera,Lam.) and Jamaica cherry (Muntingia calabura,L.) Leaf Extract Against Pseudomonas aeruginosa and Bacillus subtilis
Authors: Wajdi, Syuhuud Arumbinang
Keywords: kelor (Moringa oleifera);kersen (Muntingia calabura);antibakteri;ekstrak etanolik;biji
Issue Date: 2016
Publisher: Program Studi Biologi FB-UKSW
Abstract: Biji kelor (Moringa oleifera) dan daun kersen (Muntingia calabura) dilaporkan memiliki aktivitas antibakteri yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri gram positif maupun negatif. Namun aktivitas antibakteri dari ekstrak biji kelor dan campuran ekstrak biji kelor dengan daun kersen belum banyak dilaporkan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji potensi antibakteri dari campuran ekstrak biji kelor dan daun kersen terhadap pertumbuhan Pseudomonas aeruginosadan Bacillus subtilis. Penelitian dilakukan dengan metode difusi cakram menggunakan tiga macam ekstrak etanolik terhadap biji kelor, daun kersen, serta campuran biji kelor dan daun kersen (1:1) (v/v) dengan metode soxhletasi. Ekstrak biji kelor, daun kersen, serta campuran biji kelor dan daun kersen masing-masing dengan konsentrasi 400 ppm, 800 ppm, 1200 ppm, dan 1600 ppm diujikan pada P. aeruginosa. Ekstrak biji kelor konsentrasi 150 ppm, 300 ppm, 450 ppm, 600 ppm, 750 ppm, serta ekstrak daun kersen konsentrasi 1500 ppm, 3000 ppm, 4500 ppm, 6000 ppm, 7500 ppm diujikan terhadap B. subtilis. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak biji kelor, daun kersen, serta campuran biji kelor dan daun kersen (1:1) (v/v) memiliki aktivitas antibakteri terhadap P. aeruginosa. Campuran ekstrak biji kelor dan daun kersen pada konsentrasi 400 ppm dan 800 ppm yang diujikan pada P. aeruginosa meningkatkan dan pada konsentrasi 1200 ppm serta 1600 ppm menurunkan secara signifikan nilai diameter daya hambat (DDH) dibandingkan perlakuan ekstrak tunggal (hanya terdiri dari ekstrak biji dan daun kersen). Hasil uji antibakteri ekstrak biji kelor dan daun kersen terhadap B. subtilis menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi ekstrak meningkatkan secara nyata nilai DDH terutama pada konsentrasi tinggi yaitu 600 ppm dan 750 ppm pada biji kelor, serta 6000 ppm dan 7500 ppm pada daun kersen.
URI: http://repository.uksw.edu/handle/123456789/10320
Appears in Collections:T1 - Biology

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
T1_412012010_Abstract.pdfAbstract253.23 kBAdobe PDFView/Open
T1_412012010_Full text.pdfFull text3.28 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.