DSpace logo

Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uksw.edu/handle/123456789/1133
Title: Pengaruh Tempat Panti Mandi Uap Bandungan Terhadap Mobilitas Sosial Masyarakat Kelurahan Bandungan Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang
Authors: Ariyani, Wiwit
Keywords: Panti Mandi Uap;Prostitusi;Mobilitas Sosial
Issue Date: 2012
Publisher: Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP-UKSW
Abstract: Prostitusi yang ada di Bandungan termasuk jenis pelacuran terselubung, namun sekarang ini sudah diakui dan dilindungi oleh pihak berwenang. Namun tidak ada peraturan yang secara ketat mengatur praktek pelacuran itu, maka pada perkembangannya keadaan ini memberikan dampak yang lebih dalam masyarakat, yakni berkaitan dengan longgarnya norma hubungan antar jenis. Hal ini terbukti bahwa banyak kasus para pelacur yang masih bersuami dan mendapat ijin dari suami untuk bekerja sebagai pelacur, serta banyaknya kasus kumpul kebo. Pengaruh tempat Panti Mandi Uap Bandungan terhadap mobilitas sosial masyarakat kelurahan Bandungan perlu untuk ditelitikarenaingin mengungkap praktek pelacuran yang berlangsung di Panti Mandi akibat adanya dorongan atau faktor dari segi ekonomipada masyarakat pedesaan yang berpengaruh terhadap mobilitas sosial di sekitarnya. Dengan menggunakan metode studi kepustakaan, observasi dan wawancara secara langsung peneliti menemukanbahwa banyak pihak yang ikut berperan di dalamnya. Pengaruh yang dirasakan oleh para pelacur, germo, juga para mucikari yang bekerja di jaringan prostitusi ini mampu memberi nilai ekonomi lebih bagi mereka. Dari munculnya praktek prostitusi di Panti Mandi Uap ini mampu merubah status sosial golongan mereka yang tadinya rendah menjadi lebih tinggi kedudukannya. Seperti yang diungkapkan oleh E, sebelum ia menjadi pelacur, kondisi rumahnya sangat memprihatinkan, karena terbuat dari bambu. Setelah empat tahun menjadi anak buah germo sedikit demi sedikit keadaan rumah tangganya berubah, begitu pula dengan kondisi Germo P, J dan K sebagai pengeola panti mandi uap yang semakin lama semakin lebih baik kondisi kehidupannya dengan jumlah pelanggan yang semakin bertambah dan materi yang tercukupi. Kemajuan ini juga dirasakan oleh calo atau mucikari yang memperoleh keuntungan dari hasil ia bekerja dengan para germo yang pekerjaannya menjamin keamanan dan mencarikan langganan bagi para pelacur yang belum laku. Ini sebagai bukti prostitusi pada Panti Mandi Uap berdampak besar dalam perubahan atau mobilitas sosial masyarakat di Bandungan.
Prostitution of exist in Bandungan is including prostitution type under cover, but now already recognize and protected by the government. But no rules who that prostitution practical, so on the regress give some effect related to its diffuse is relation norm of between type. This matter is proven by that many case of all prostitute which still have husband to and get the permission from husband to work as prostitute, and also to the number of case live in sin. The influence ofSteam Bath Parlor Bandungan against social mobility societies District Bandungan need to uncover the practices examined, for want of prostitution that take place to the lack of encouragement or factor in terms of economy in rural communities that affect social mobility in surroundings. By using the method of the study library, observation and interviews directly, researcher found that the many people who contributed in it. Influence felt by the prostitute, Pimp, as well as the pimps who are working in prostitution networks is able to provide more economic value to them. From the emergence of prostitution in The steam bath is capable of changing the social status of those who used the low became higher ranking bishops. As revealed by E, before she became a prostitute, her condition was very poor, because it is made of bamboo. After four years of being a courtier pimp little by little the State bylaws changed, so did the condition of Pimp c, J and K as the pengeola orphanages steam bath which is getting increasingly better conditions of life to the number of customers that are growing and material that is awarded. Progress is also perceived by touts or pimps who have benefited from the proceeds he worked with the pimp's work is ensuring security and by raising subscriptions for the prostitutes who have not been successful. This as evidence of prostitution in Steam Bath Parlor have a major impact on social mobility or changes in society Bandungan
Description: Lembar Pengesahan tidak disertai tanda tangan dosen pembimbing
URI: http://repository.uksw.edu/handle/123456789/1133
Appears in Collections:T1 - History Education

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
xT1_152007015_Judul.pdfHalaman Judul672.7 kBAdobe PDFView/Open
xT1_152007015_Daftar Pustaka.pdfDaftar Pustaka88.15 kBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.