DSpace logo

Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uksw.edu/handle/123456789/11905
Title: Penampilan 16 Genotip Gandum (Triticum aestivum L.) yang Ditanam di Musim Hujan = The Phenotypic of 16 Wheat Genotypes (Triticum aestivum L.) Which Cultivated on Rainy Season
Authors: Purnamasidi, Sugiyono
Keywords: gandum;genotip;musim hujan;penampilan
Issue Date: 2016
Publisher: Program Studi Agroteknologi, FPB-UKSW
Abstract: Budidaya gandum di Indonesia baru dilakukan dimusim kemarau. Sementara itu, budidaya kentang yang sering dilakukan masyarakat tidak menghasilkan secara maksimal ketika musim hujan. Melihat keadaan ini, peluang gandum untuk mensubtitusi kentang pada musim hujan perlu dimanfaatkan. Penelitian mengenai penampilan genotip gandum (Trilicum aestivum L.) pada musim hujan telah dilaksanakan di Kebun Salaran (± 1.122 m dpl), Desa Wates, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah pada bulan Februari 2015. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penampilan pertumbuhan dan perkembangan, serta hasil dari 16 genotip gandum yang ditanam pada musim hujan dan mengetahui genotip yang berpotensi dikembangkan dan dibudidayakan pada musim hujan. Penelitian ini menggunakan RAK untuk menguji 16 genotip yang diulang sebanyak tiga kali. Data yang diperoleh kemudian dianalisis sidik ragam dengan uji BNJ 5% tetapi hasil analisis ini menunjukkan tidak ada perbedaan nyata antar genotip. Oleh karena itu, analisis data dilanjutkan dengan analisa skoring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1)Kc-16 genotip gandum yang diuji tidak menunjukkan adanya perbedaan nyata pada parameter pertumbuhan dan perkembangan (umur berbunga, tinggi tanaman, jumlah anakan, berat berangkasan segar dan berat berangkasan kering) maupun parameter hasil (Jumlah Biji berkecambah per Malai, jumlah malai/m2, bobot 1 liter biji, bobot 1000 bulir biji, jumlah biji/malai dan bobot biji/petak neto). 2) Genotip yang diuji pada penelitian ini belum dapat direkomendasikan sebagai genotip yang layak dibudidayakan pada musim hujan, akan tetapi ada yang berpotensi sebagai induk untuk direkayasa/disilangkan dengan genotip lainnya. Berdasrkan analisis skoring, genotip yang memiliki skoring tertinggi atau berpotensi untuk disilangkan dengan genotip lainnya adalah Jarissa dan SO9.
URI: http://repository.uksw.edu/handle/123456789/11905
Appears in Collections:T1 - Agroecotechnology

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
T1_512011011_BAB I.pdfBAB I190.24 kBAdobe PDFView/Open
T1_512011011_BAB II.pdfBAB II357.75 kBAdobe PDFView/Open
T1_512011011_BAB III.pdfBAB III352.02 kBAdobe PDFView/Open
T1_512011011_BAB IV.pdfBAB IV1.23 MBAdobe PDFView/Open
T1_512011011_BAB V.pdfBAB V118.25 kBAdobe PDFView/Open
T1_512011011_Daftar Pustaka.pdfDaftar Pustaka198.32 kBAdobe PDFView/Open
T1_512011011_Judul.pdfHalaman Judul3.12 MBAdobe PDFView/Open
T1_512011011_Lampiran.pdfLampiran3.31 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.