DSpace logo

Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uksw.edu/handle/123456789/13090
Title: Aja Kendhat Anggonmu Ndedonga (Ibadah Kreatif Bernuansa Jawa)
Authors: Ardana, Alfanda Abyor
Keywords: Ibadah Jawa;GKJ;gamelan;ibadah kreatif;Liturgi Bahasa Jawa;Lagu gerejawi pentatonis Jawa
Issue Date: 2015
Publisher: Program Studi Seni Musik FSP-UKSW
Abstract: “Aja Kendhat Anggonmu Ndedonga” merupakan sebuah ibadah kreatif Jawa yang mengangkat tema tentang doa yang diambil dari 1 Tesalonika 5 : 17 “Tetaplah Berdoa”. Ibadah dilaksanakan pada 9 Agustus 2015 di Gereja Kristen Jawa (GKJ) Salatiga pada ibadah Jawa pukul 09.00 WIB, yang menggunakan Liturgi Bahasa Jawa, Lagu gerejawi pentatonis Jawa, instrumen Gamelan, busana adat Jawa, Wayang kreasi baru serta dekorasi kain Jawa. Ini merupakan ibadah bahasa Jawa pertama kali yang menggunakan unsur-unsur adat Jawa di GKJ Salatiga. Lagu-lagu yang dipakai dalam ibadah diambil dari Kidung Adi terbitan Pusat Musik Liturgi (PML) Yogyakarta dan beberapa lagu karya seniman gereja yang syairnya diambil dari Kidung Pasamuwan Kristen (KPKE). Seluruh lagu menggunakan nada dengan laras pelog dan diiringi oleh gamelan dari awal hingga akhir ibadah. Hal ini semakin menguatkan suasana ibadah dengan adat Jawa. Jemaat merespon secara positif dan merindukan adanya ibadah Jawa yang diiringi dengan gamelan pada seluruh ibadah. Melalui ibadah ini, diharapkan jemaat mendapatkan ketenangan batin setelah mengikuti ibadah, dan bagi pihak GKJ bisa menindaklanjutinya dengan mengadakan serta merancang ibadah seperti ini lagi setiap satu bulan sekali, sehingga ketertarikan orang Jawa terhadap budaya dan bahasanya sendiri bisa tetap terjaga melalui sarana ibadah Jawa.
“Aja Kendhat Anggonmu Ndedonga” is a creative javanese Sunday service with the subject about prayer and its taken from the Bible verse in 1 Thessalonians 5 : 17, “Pray without ceasing”. This service was assamble on August 9th, 2015 in the Javanese Sunday Service at 9 PM in Christian Javanese Church (GKJ) Salatiga, and it used the Javanese Liturgy, the Church song in Javanese pentatonic scale, Gamelan instrument, Javanese traditional fashion and the Javanese decoration. It is the first time the Javanese Sunday service used the whole package of Javanese culture being held in GKJ Salatiga. The songs in this service using the book of Kidung Adi published by Pusat Musik Liturgi (PML) Yogyakarta and some of the songs are created by the local artist using the lyric from Kidung Pasamuwan Kristen (KPKE). All of the song using pelog scale in gamelan and accompanied with the Gamelan instrument in whole service. We hope this service can make all of the congregation to have the inner peace after the service end, and for GKJ side we hope they can keep continue to held this kind of service once a month so the Javanese people can have their interest in their own language and culture, and stand for it trough this Javanese Sunday service.
URI: http://repository.uksw.edu/handle/123456789/13090
Appears in Collections:T1 - Music Art

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
T1_852010005_BAB I.pdfBab I690.72 kBAdobe PDFView/Open
T1_852010005_BAB II.pdfBab II1.34 MBAdobe PDFView/Open
T1_852010005_BAB III.pdfBab III574.23 kBAdobe PDFView/Open
T1_852010005_BAB IV.pdfBab IV170.85 kBAdobe PDFView/Open
T1_852010005_Daftar Pustaka.pdfDaftar Pustaka124.7 kBAdobe PDFView/Open
T1_852010005_Judul.pdfHalaman Judul1.55 MBAdobe PDFView/Open
T1_852010005_Lampiran.pdfLampiran1.49 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.