DSpace logo

Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uksw.edu/handle/123456789/13374
Title: Analisis Pemanfaatan Kawasan Wilayah Pesisir Menggunakan Local Indicators of Spatial Association (LISA): Studi Kasus Kabupaten Kulon Progo
Authors: Lina, Tirsa Ninia
Keywords: kawasan pesisir;Kabupaten Kulon Progo;Local Indicators of Spatial Association;LISA;Local Moran’s I
Issue Date: 2017
Publisher: Magister Sistem Informasi Program Pascasarjana FTI-UKSW
Abstract: Kawasan pesisir Kabupaten Kulon Progo terdiri dari empat kecamatan, yaitu kecamatan Galur, Panjatan, Wates, dan Temon. Kawasan pesisir ini rentan terhadap dampak negatif aktifitas manusia seperti penggunaan tanah atau pemanfaatannya yang sering tumpang tindih. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis autokorelasi spasial terhadap pemanfaatan kawasan wilayah pesisir di Kabupaten Kulon Progo. Penelitian ini menggunakan salah satu pengujian autokorelasi spasial yaitu Local Indicators of Spatial Association (LISA) dengan indikator Local Moran’s I, yang menghasilkan signifikansi secara statistik tinggi (hotspots), signifikansi secara statistik rendah (coldspots), dan pencilan (outlier). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kecamatan yang termasuk kategori hotspots (H-H) diantaranya Temon dengan lima hotspots pada kawasan permukiman perdesaan, pertanian lahan kering, industri, sempadan pantai, dan suaka alam, Panjatan dengan tiga hotspots pada kawasan permukiman perkotaan, perdagangan, dan sempadan sungai, Galur dengan dua hotspots pada kawasan pertanian lahan basah dan perdagangan, dan Wates dengan satu hotspots pada kawasan industri.
The coastal area of Kulon Progo Regency consists of four sub-districts, namely sub-districts of Galur, Panjatan, Wates, and Temon. These coastal areas are vulnerable to the negative impacts of human activities such as land use or overlapping utilization. The purpose of this study is to analyze spatial autocorrelation of coastal area utilization in Kulon Progo Regency. This study uses one of the Local Indicators of Spatial Association (LISA) testing with Local Moran's I indicator, which produces high statistical significance (hotspots), statistically low significance (coldspots), and outliers. The results of this study indicate that sub-districts classified as hotspots (HH) include Temon with five hotspots in rural settlement areas, dryland agriculture, industry, coastal boundaries, and nature reserve, Panjatan with three hotspots in urban settlement, trade and river boundaries, Galur with two hotspots on wetland agriculture and trade areas, and Wates with one hotspots in the industrial area.
URI: http://repository.uksw.edu/handle/123456789/13374
Appears in Collections:T2 - Master of Information Systems

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
T2_972015020_Full text.pdfFull text1.83 MBAdobe PDFView/Open
T2_972015020_Abstract.pdfAbstract88.51 kBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.