DSpace logo

Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uksw.edu/handle/123456789/14112
Title: Peran Modal Sosial dalam Kearifan Lokal Sasi: Studi Kasus terhadap Pelaksanaan Sasi Gereja di Negeri Administratif Hatuhenu, Kecamatan Amahai, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku
Authors: Nampasnea, Jeni Mepi
Keywords: modal sosial;kearifan lokal;sasi;masyarakat Hatuhenu
Issue Date: 2016
Publisher: Magister Studi Pembangunan Program Pascasarjana UKSW
Abstract: Tulisan ini didasarkan pada hasil penelitian penulis mengenai peran modal sosial masyarakat Negeri Administratif Hatuhenu dalam pelaksanaan kearifan lokal sasi. Ketika Negeri Administratif Hatuhenu masih menjadi anak dusun Negeri Sepa, pelaksanaan sasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemerintah negeri atau adat. Namun karena konflik 1999 di Maluku, maka masyarakat Hatuhenu yang menjadi korban kerusuhan juga harus mengungsi di beberapa negeri lain di sekitarnya, sampai akhirnya pemerintah kebupaten Maluku Tengah memberikan daerah relokasi yang baru bagi masyarakat, yakni di kilometer 6, kecamatan Amahai, yang adalah lahan milik masyarakat Negeri Haruru. Setelah di tempatkan di daerah relokasi yang baru, sasi adat yang dulu sering dilakukan di Negeri Sepa, berubah menjadi sasi gereja, yang lahir dari sebuah kesepakatan bersama, karena masyarakat atau jemaat merasa lebih aman jika tanaman-tanaman mereka di doakan oleh gereja, sehingga jika ada yang mencuri, maka akan langsung berurusan dengan Tuhan, dan diberikan sanksi oleh Tuhan. Tidak ada sanksi sosial atau sanksi hukum yang dikenakan dalam sasi gereja. Kearifan lokal sasi juga selaras dengan konsep pembangunan berkelanjutan, yang meliputi aspek ekologi, ekonomi, dan sosial. Selain itu, dari kearifan lokal ini, terdapat relasi yang baik antara sesama masyarakat atau jemaat, antara jemaat dan gereja, bahkan juga dengan pemerintah negeri. Terbinanya relasi tersebut tentu tidak terlepas dari hubungan kekeluargaan yang sangat erat, yang terbina dari sejumlah perjalanan sejarah hidup masyarakat, bahkan kesamaan mata pencaharian, sebagai petani yang harus bekerja keras mengolah lahan milik masyarakat Haruru. Dari kesamaan ini pula maka membuat adanya hubungan saling mengharagai dan saling percaya semakin terbina. Selain itu, rasa senasib sepenanggungan juga ditunjukkan masyarakat ketika saling membantu dalam berbagai pembangunan fisik yang ada di Negeri Administratif Hatuhenu. Kehidupan masyarakat atau jemaat di Hatuhenu sejalan dengan konsep modal sosial yang didalamnya meliputi kepercayaan, jaringan, dan norma. Dengan adanya modal sosial tersebut, maka kearifan lokal sasi yang saat ini telah dikelola oleh gereja masih tetap dilakukan oleh masyarakat atau jemaat di Hatuhenu sampai saat ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Untuk mendapatkan informasi, maka teknik pengumpulan data berupa wawancara dan observasi. Tujuan dari penulisan ini adalah menjelaskan sejarah dan dinamika sasi yang berlangsung di Hatuhenu, menjelaskan makna sasi gereja sebagai kearifan lokal masyarakat atau jemaat di Negeri Administratif Hatuhenu, serta menjelaskan peran modal sosial masyarakat atau jemaat Negeri Administratif Hatuhenu dalam menjalankan sasi Gereja di Negeri Administratif Hatuhenu.
This writing is based on the writer’s reseach result about social capital Hatuhenu Administrative Village society in implementation of local wisdom of sasi. When Hatuhenu Administrative Village still become part of Sepa Village, implementation of sasi thoroughly become the responsibility of village government or tradition. However, because of Moluccas internal conflict in 1999, Hatuhenu people whom also become the victim of this conflict had to evacuate to another surrounding village, until finally the government of Center Moluccas Regency gives another relocation area, that is in kilometre 6, Amahai subdistrict, that is an area belongs to Haruru village. After the relocation, custom sasi that previously done in Sepa Village, turn into church sasi, which is born from collective agreement, because people or congregation feel more save if their plants being prayed by the church, so that if someone stole the plants, then will have deal with God and will get punishment from God. Local wisdom sasi is also consistent with the concept of sustainable development, which includes ecological, economic, and social. From this local wisdom, there is a good relation between fellow people or congregation, between congregation and church, even with the village government. The good relation certainly cannot be separated with close kinship relation, bind up with from a number of people life journey history, even job similarity, as farmers who have to work hard to process the land belongs to Haruru people. From this similarity also make there is appreciative relationship and believe each other more and more bind up. Beside that, feel responsible like in the same boat also shown by people when they help each other in various construction in Hatuhenu Administrative Village. Life of people or congregation in Hatuhenu parallel with the concept of social capital that is include trust, net and norm. With the social capital, so local wisdom of sasi now be manage by the church still doing by people or congregation in Hatuhenu until now. Method that used in this research is qualitative method. To get the information needed, data accumulation technique use were interview and observation. Thepurpose of this writing is to explain the history and dynamics of sasi that ongoing in Hatuheu, explain the meaning of church sasi as a local wisdom of people or congregation in Hatuhenu Administrative Village, and also explain the role of social capital of people or congregation Hatuhenu Administrative Village in carry out church sasi in Hatuhenu Administrative Village.
URI: http://repository.uksw.edu/handle/123456789/14112
Appears in Collections:T2 - Master of Development Studies

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
T2_092015002_ BAB I.pdfBAB I356.33 kBAdobe PDFView/Open
T2_092015002_ BAB VII.pdfBAB VII181.69 kBAdobe PDFView/Open
T2_092015002_BAB II.pdfBAB II580.75 kBAdobe PDFView/Open
T2_092015002_BAB III.pdfBAB III255.95 kBAdobe PDFView/Open
T2_092015002_BAB IV.pdfBAB IV1.42 MBAdobe PDFView/Open
T2_092015002_BAB V.pdfBAB V1.23 MBAdobe PDFView/Open
T2_092015002_BAB VI.pdfBAB VI760.71 kBAdobe PDFView/Open
T2_092015002_Daftar Pustaka.pdfDaftar Pustaka337.94 kBAdobe PDFView/Open
T2_092015002_Judul.pdfHalaman Judul1.17 MBAdobe PDFView/Open
T2_092015002_Lampiran.pdfLampiran1.92 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.