DSpace logo

Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uksw.edu/handle/123456789/1448
Title: Keengganan Petani Berusaha Tani tubu di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah
Authors: Lestyani, Martha Dwi
Keywords: keengganan petani;aspek teknis;aspek ekonomis;aspek sosial
Issue Date: 2012
Publisher: Program Studi Agribisnis FPB-UKSW
Abstract: Permintaan gula terus meningkat seiring dengan pertambahan jumlah penduduk dan perkembangan industri penggunanya. Peningkatan produksi yang lambat lebih disebabkan oleh rendahnya produksi pabrik gula di Indonesia dan menurunnya luas areal yang ditanami tebu. Pada tahun 1998 PG Cepiring mengalami revitalisasi menjadi PT Industri Gula Nusantara (PT IGN) yang saat ini merupakan salah satu pabrik gula yang dikelola oleh swasta. Penyebab tutupnya PG Cepiring adalah tidak terpenuhinya kapasitas giling pabrik karena berkurangnya pasokan tebu sebagai akibat petani enggan menanam tebu. Berkaitan dengan hal ini, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menggambarkan keengganan petani berusahatani tebu dari aspek teknis, aspek ekonomis, dan aspek sosial. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Kendal dengan partisipan petani tebu, ex petani tebu, dan non petani tebu. Dari hasil penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa : 1. Ditinjau dari aspek teknis, keengganan petani berusahatani tebu karena kepemilikan lahan petani yang kecil dan terpencar-pencar, sulit dan banyaknya pekerjaan dalam usahatani tebu, dan lamanya umur masak tebu. 2. Ditinjau dari aspek ekonomis, keengganan petani berusahatani tebu karena tingginya harga sewa lahan, waktu perguliran uang yang lama, dan tebu membutuhkan modal yang besar. 3. Ditinjau dari aspek sosial, keengganan petani berusahatani tebu karena usia petani yang sudah lanjut, psikologis petani yang fatalisme terhadap tutupnya pabrik gula, dan usahatani tebu menimbulkan ketidaktentraman masyarakat.
The demand of sugar is increasing along with the growth in population and the development of industrial users. The slow increase in production is due to the low production of sugar factories in Indonesia and the areas where sugar canes are cultivated are decreasing. In 1998, PG Cepiring experienced revitalization and became PT Industri Gula Nusantara (PT IGN) which is now one of sugar factories run by private. PG Cepiring was closed due to the grind capacity of the factory could not be obtained because the farmers were reluctant to cultivate sugar canes and as the result, the supply of sugar canes decreased. Related to this situation, the research aims to know and to describe the reluctant of farmers to cultivate sugar canes from technical, economical, and social aspect. The research is included to qualitative descriptive research. The research has been done in Kendal and the participants are sugar canes farmers, ex-sugar canes farmers, and non-sugar canes farmers. The conclusions that can be drawn from the research result are: 1. The review of technical aspect, the farmers are reluctant to cultivate sugar canes is that the land ownership is small and disperses; to cultivate sugar canes is difficult and there are many works to do; and sugar canes need long times to ripe. 2. The review from economical aspect, the farmers are reluctant to cultivate sugar canes is that the rate of land rent is high; the money revolving takes long time; and it needs a big financial capital to cultivate sugar canes. 3. The review from social aspect, the farmers are reluctant to cultivate sugar canes is that the farmers are already old; farmers psychological that fatalism against the close of sugar factory; and the society feel not peaceful because of sugar canes cultivation.
Description: Lembar Pengesahan tidak disertai tanda tangan dosen pembimbing
URI: http://repository.uksw.edu/handle/123456789/1448
Appears in Collections:T1 - Agribusiness

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
xT1_522007001_Judul.pdfHalaman Judul385.31 kBAdobe PDFView/Open
xT1_522007001_Daftar Pustaka.pdfDaftar Pustaka88.48 kBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.