DSpace logo

Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uksw.edu/handle/123456789/15039
Title: Uji Bioinsektisida Ekstrak Daun Permot (Passiflora foetida) terhadap Kecoa Jerman (Blatella germanica)
Authors: Susilowati, Rina Priastini
Sari, Monica Puspa
Keywords: bioinsektisida;ekstrak daun permot;kecoa;mortalitas
Issue Date: Feb-2018
Publisher: Fakultas Biologi Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga
Abstract: Kecoa adalah salah satu jenis serangga yang sangat mengganggu kenyamanan( meninggalkan bau yang tidak sedap, mengotori perkakas rumah) dan juga merupakan vektor berbagai macam penyakit menular. Salah satu kecoa yang sering ditemui adalah kecoa jenis Jerman (Blattella germanica L.). Pengendalian kecoa Jerman pada umumnya menggunakan insektisida sintetis yang dinilai lebih praktis, tetapi sebenarnya dapat menyebabkan kelainan fungsi tubuh pada manusia, serta menimbulkan resistensi pada kecoa. Salah satu alternatif untuk membasmi kecoa yaitu dengan menggunakan insektisida nabati. Salah satu tanaman yang memiliki bahan aktif insektisida adalah permot (Passiflora foetida). Ekstrak daun permot mengandung senyawa seperti tanin, flavonoid, saponin, harmalin, harmin, ermanin yang merupakan zat alami yang diduga dapat membunuh serangga termasuk kecoa. Tujuan penelitian ini ingin mengetahui efektivitas ekstrak daun permot dengan dosis bertingkat sebagai insektisida nabati atau bioinsektisida terhadap kecoa Jerman. Desain penelitian yang digunakan yaitu eksperimental dengan teknik pengambilan sampel adalah random sampling,. Pada setiap kandang dimasukkan 10 ekor kecoa dewasa jantan jenis Jerman dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan berupa penyemprotan ekstrak daun permot berbagai konsentrasi 500 ppm, 1000 ppm, 2000 ppm, 3000 ppm dan 4000 ppm, dan digunakan transflutrin 3000 ppm sebagai kontrol positif. Dilakukan uji probit untuk mengetahui waktu kematian kecoa (LT90) dan selanjutnya data kelumpuhan (KT90) yang diperoleh dianalisis dengan uji one way Anova. Hasil penelitian menyatakan bahwa perlakuan transflutrin 3000 ppm dan ekstrak daun permot dosis 4000 ppm menyebabkan kelumpuhan kecoa lebih dari 90%, dengan waktu kematian lebih dari 6 jam. Hasil uji post hoc menyatakan bahwa tidak ada perbedaan yang bermakna kelompok perlakuan transflutrin 3000 ppm dan ekstrak daun permot 4000 ppm terhadap kematian kecoa. Kesimpulannya adalah ekstrak daun permot hingga dosis 4000 ppm efektif melumpuhkan kecoa Jerman namun belum efektif membunuhnya.
Description: Prosiding Seminar Nasional Biologi dan Pendidikan Biologi : Penelitian, Penerapan dan Pembelajaran Biologi dalam Menghadapi Tantangan Abad 21, 2018, p. 6 - 11.
URI: http://repository.uksw.edu/handle/123456789/15039
ISBN: 9786026191311
Appears in Collections:Makalah Pendamping Kelompok 1



Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.