DSpace logo

Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uksw.edu/handle/123456789/1595
Title: Makna Minuman Keras “ Sopi “ dalam Proses Rekonsiliasi di Jemaat GPM Wotay
Authors: Titaley, John A.
Litaay, Flip P.B.
Sarioa, Barnesi
Issue Date: 2012
Publisher: Program Studi Teologi FTEO-UKSW
Abstract: Sopi adalah salah satu jenis minuman keras atau minuman beralkohol yang mengandung zat etanol. Jika dikonsumsikan dalam jumlah yang banyak dapat menyebabkan kemabukkan. Hal ini disebabkan karena reaksi langsung etanol pada pusat sel saraf manusia. Bagi sebagian masyarakat, minuman yang mengandung alkohol seringkali diidentikkan dengan hal – hal yang berbau negatif. Akan tetapi hal ini justru terbalik dengan masyarakat Wotay di kecamatan TNS, Maluku Tengah. Bagi mereka, sopi bukan hanya sekedar minuman yang mengandung alkohol tetapi lebih dari itu, sopi adalah benda yang disakralkan dalam kehidupan mereka. Hal ini terbukti dengan sebotol sopi, mereka bisa menyelesaikan permasalahan yang terjadi dalam kehidupan mereka. Adapun makna sopi dalam proses rekonsiliasi itu adalah sebagai alat untuk mengsahkan apa yang mereka sepakati bersama dalam proses rekonsiliasi tersebut. Dalam hal ini, kebudayaan merupakan faktor utama mereka menggunakan sopi sebagai media rekonsiliasi. Selain itu letak geografis kepulauan TNS yang terisolasi pada zaman dahulu juga turut berpengaruh. Tidak ada lembaga pemerintahan yang bisa mengatur mereka secara pemerintahan, sehingga mereka kemudian menetapkan sopi sebagai alat yang mereka pakai untuk menyelesaikan sebuah permasalahan. Hal ini kemudian menjadi tradisi yang mereka pengang dan memberlakukannya sampai sekarang.
Description: Lembar Pengesahan tidak disertai tanda tangan dosen pembimbing
URI: http://repository.uksw.edu/handle/123456789/1595
Appears in Collections:T1 - Theology

Files in This Item:
File SizeFormat 
xT1_712007056_Abstract.pdf259.46 kBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.