DSpace logo

Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uksw.edu/handle/123456789/16436
Title: Adat Hibua Lamo dalam Kehidupan Berjemaat: Kajian tentang Peran Hibua Lamo dalam Konflik Gereja di Jemaat Imanuel Mamuya Wilayah Pelayanan Galela
Authors: Banea, Yuliana
Issue Date: 2017
Publisher: Magister Sosiologi Agama Program Pascasarjana FTEO-UKSW
Abstract: Konflik merupakan bagian inheren dari perkembangan masyarakat kapan dan di manapun sehingga konflik adalah realita hidup yang telah, sedang dan akan selalu ada dalam kehidupan manusia. Konflik yang terjadi di Gereja Masehi Injili di Halmahera khususnya di jemaat Imanuel Mamuya wilayah Galela merupakan sebuah krisis identitas yang menyebabkan hancurnya hubungan kekerabatan di antara warga yang berbeda organisasi. Ketika berlangsungnya konflik, falsafah hidup “Ngone O Ria Dodoto (kita semua bersaudara)” tidak lagi mendapat tempat dalam ranah kehidupan bermasyarakat karena fanatisme kelompok telah menguasai masing-masing pihak, sehingga jati diri sebagai masyarakat Hibua Lamo hilang dalam permusuhan. Tetapi dari konflik tersebut ada hal menarik untuk dikaji di mana konflik yang menelan korban harta benda bahkan sebagian warga jemaat harus tercerabut dari komunitasnya dan hidup dalam pengungsian sampai saat ini namun dalam waktu yang relatif singkat dapat meredah dengan cepat dan rekonsiliasipun dapat terjadi secara alami tanpa intervensi pihak manapun. Meredahnya konflik di jemaat Imanuel Mamuya tidak terlepas dari peran adat setempat yakni Hibua Lamo, dengan eksisnya adat sebagai salah satu identitas masyarakat setempat yang mengandung nilai-nilai egaliter, demokratis, gotong royong dan religius telah mengembalikan jati diri ataupun identitas masyarakat pada posisinya yang sebenarnya. Adat Hibua Lamo merupakan satu-satunya local genius yang tetap relevan dengan kondisi saat ini serta mampu mempertemukan masyarakat secara umum dalam satu kesatuan. Dengan konflik, adat kembali mendapat tempat di masyarakat namun harus diakui pula bahwa Hibua Lamo dengan nilai religiusitasnya mampu membawa masyarakat dalam persamaan persepsi. Hibua lamo merupakan identitas pribumi yang dapat menghadirkan common good bagi kehidupan berjemaat dan bermasyarakat di jemaat Imanuel Mamuya dan juga masyarakat Halmahera Utara secara umum. Karena itu Hibua Lamo dapat dijadikan dasar bersama dalam pluralitas suku maupun agama sehingga segala perbedaan yang berpotensi konflik dapat diredam.
URI: http://repository.uksw.edu/handle/123456789/16436
Appears in Collections:T2 - Master of Religion Sociology

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
T2_752015016_BAB I.pdfBAB I747.04 kBAdobe PDFView/Open
T2_752015016_BAB II.pdfBAB II846.96 kBAdobe PDFView/Open
T2_752015016_BAB III.pdfBAB III2.86 MBAdobe PDFView/Open
T2_752015016_BAB IV.pdfBAB IV1.13 MBAdobe PDFView/Open
T2_752015016_BAB V.pdfBAB V227.36 kBAdobe PDFView/Open
T2_752015016_Daftar Pustaka.pdfDaftar Pustaka242.74 kBAdobe PDFView/Open
T2_752015016_Judul.pdfHalaman Judul666.61 kBAdobe PDFView/Open
T2_752015016_Lampiran.pdfLampiran553.4 kBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.