DSpace logo

Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uksw.edu/handle/123456789/2330
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.advisorPurnomo, Daru
dc.contributor.advisorSuwartiningsih, Sri
dc.contributor.authorMurdaka, Irwan
dc.date.accessioned2013-05-02T06:56:10Z
dc.date.available2013-05-02T06:56:10Z
dc.date.issued2012
dc.identifier.other13040202
dc.identifier.other352009704
dc.identifier.urihttp://repository.uksw.edu/handle/123456789/2330
dc.descriptionLembar Pengesahan tidak disertai tanda tangan dosen pembimbingid
dc.description.abstractPokok hipotesis teoritik dari penelitian ini adalah perubahan identitas diri perempuan tradisional karena adanya pengaruh kuat dari proses modernisasi, antara lain pendidikan tinggi, kegiatan bekerja di sektor non pertanian, dan sebagainya. Hal itu terutama dikarenakan, ketika perempuan bekerja maka corak pembagian tugas di dalam keluarga mereka juga akan berubah, mau tidak mau suami harus ikut campur tangan dalam persoalan domestik. Selain itu, pendidikan juga memberikan andil besar bagi proses rekonstruksi identitas sosial perempuan. Sebagai pokok permasalahan empirik penelitian adalah, “bagaimanakah peran dan kedudukan ibu yang bekerja dan tidak bekerja di dalam keluarga. Peran dan kedudukan itu meliputi peran dan kedudukan dalam komunikasi, sosialisasi, pekerjaan rumah tangga, dan pengambilan keputusan dalam keluarga. Selanjutnya untuk menjawab rumusan hipotesis empirik itu peneliti menempuh jalan kualitatif dan kuantitatif, atau riset perpaduan antara wawancara mendalam dan survey. Model ini diaplikasikan semata untuk memperoleh hasil penelitian yang lebih konperhensif, menyeluruh sekaligus kasuistik dan mendalam. Untuk sajian analisis data, peneliti juga memadukan antara olahan statistik deskriptif dengan narasi deskriptif kritis dari subyek yang diamati. Kritis di sini dimaknai, bahwa penelitian ini berpandangan bahwa wacana tradisional atas perempuan adalah bentuk ketimpangan atau ketidak adilan. Setelah melakukan serangkaian pengumpulan data dan analisis atas berbagai data, maka penelitian ini memperoleh satu kesimpulan, bahwa ternyata ada perbedaan identitas diri perempuan yang bekerja dan perempuan yang tidak bekerja. Para perempuan yang bekerja ternyata lebih mampu mandiri, lebih bebas, kritis terhadap nilai-nilai tradisional daripada rekan mereka yang tidak bekerja. Selain itu status ekonomi, dan enyaman pendidikan ternyata juga berpengaruh kepada pola berpikir seorang perempuan, yaitu bahwa perempuan yang mencapai pendidikan atau memiliki status ekonomi yang tinggi menunjukan sifat yang lebih mandiri, kritis, dan percaya diri daripada rekan mereka yang berada di bawah mereka.id
dc.language.isoidid
dc.publisherProgram Studi Sosiologi FISKOM-UKSWid
dc.subjectRekonstruksi Genderid
dc.subjectIdentitas Diri Perempuanid
dc.subjectModernisasiid
dc.subjectBekerjaid
dc.titleDampak Bekerja terhadap Peran dan Kedudukan Ibu dalam Keluarga (Studi Para Ibu yang Bekerja dan Tidak Bekerja di Dusun Glodogan, Kelurahan Harjosari, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang)id
dc.typeThesisen_US
Appears in Collections:T1 - Sociology

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
xT1_352009704_Judul.pdfHalaman Judul654.29 kBAdobe PDFView/Open
xT1_352009704_Daftar Pustaka.pdfDaftar Pustaka157.44 kBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.