DSpace logo

Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uksw.edu/handle/123456789/2721
Title: Pakaian Sebagai Komunikasi (Pemakaian Baju Bekas Impor Sebagai Media Untuk Mengkomunikasikan Identitas Sosial)
Authors: Stefani Putri Rizky, Maria
Keywords: Pakaian Sebagai Komunikasi;Baju Bekas Impor;Identitas Sosial;Komunikasi Non Verbal
Issue Date: 2012
Publisher: Program Studi Komunikasi FISKOM-UKSW
Abstract: Fesyen, Pakaian, dan Baju sudah menjadi bagian penting dari gaya tren keseharian kita. Tidak dapat dipungkiri, dalam keseharian seseorang, fesyen, pakaian, dan baju berperan lebih dari fungsinya melindungi tubuh bagi pemakainya. Dalam penelitian ini, penulis mengkaji bagaimana fenomena budaya pemakaian baju bekas impor dan proses komunikasi berjalan bersama. Disini digambarkan bahwa sesungguhnya fesyen, pakaian, dan baju dapat berbicara banyak tentang identitas pemakainya. Pada penelitian ini penulis mencoba menggambarkan pemahaman yang lebih dalam tentang peran dan makna baju bekas impor bagi pemakai dan orang lain yang melihatnya. Dalam penelitian ini penulis mencoba membuktikan bahwa pakaian bisa menunjukkan siapa pemakainya, pakaian yang kita kenakan seringkali membuat pernyataan tentang diri kita, bahkan ketika ada orang yang tidak peduli dengan penampilannya, orang lain yang berjumpa dan berinteraksi dengannya akan menafsirkan hal tersebut menjadi suatu pesan. Hal itu membawa penulis dalam penelitian ini pada fungsi komunikasi dan non komunikasi dari baju bekas impor dalam kehidupan sehari – hari pemakainya, sehingga baju bekas impor dapat mengkomunikasikan identitas sosial pemakainya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian etnografi dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif, serta mengambil data melalui proses observasi, partisipasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap informan pemakai baju bekas impor yang sudah ditentukan. Dalam penelitian ini adalah pemakai baju bekas impor yang sudah lama dan konsisten menggunakan baju bekas impor, dan selebihnya menggunakan baju bekas impor untuk mengkomunikasikan identitasnya. Dari hasil observasi, partisipasi, wawancara, dan dokumentasi yang dilakukan penulis dalam penelitian ini tampak bahwa adanya fungsi penggunaan baju bekas impor sebagai media untuk mengkomunikasikan identitas sosial pemakainya. Walaupun ada persamaan memakai baju bekas impor pada informan sebagai media dalam mengkomunikasikan identitas sosialnya, terdapat perbedaan dalam esensi gaya berpakaian dan penyampaian identitas sosialnya.
Fashion, clothes and shirt has been the important part of our daily trend style. I can't be denied that in one's daily life, fashion, clothes have the more role than merely to cover body. In this research, the writer invertigated how the cultural phenomenom on the wearing of imported used clothes and the communication process run simultanously. In this case, it is illustrated that actuallyfashion, clothes and shirt can speak more about the wearer's identity. In this research, the writer tried to describethe deeper understanding about the role and meaning of imported used clothes to the wearers and the other people who see it. The writer tried to proof that clothes can reflect who the wearers is. The clothes people wear often state about their selves. Even if people seem don't care with their look, other people who see or with them will interpret it as a message. This took the writer to do the research on the imported used clothes in the wearer's daily life in the function of communication and non communication. Therefore, the imported used clothes can communicatethe wearer's identity. The research was conducting the method of ethnographic by using qualitative description. The data were collected with the method of observation, participation, interview, and documentation toward the informants of imported used clothes wearer's who has wore it in a long time to communicate their identity. From the result of observation, participation, interview, and documentation, the writer found that the function of wearing the imported used clothes is as a medium to communicate the social identity of the wearer's. Although there were similar function in wearing imported used clothes that is to communicate the social identity among the wearer's, yet there were found some differences in the fashion style essences and in the way to state the social identity.
URI: http://repository.uksw.edu/handle/123456789/2721
Appears in Collections:T1 - Communication

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
T1_362006009_Judul.pdfHalaman Judul2.19 MBAdobe PDFView/Open
T1_362006009_BAB I.pdfBAB I713.88 kBAdobe PDFView/Open
T1_362006009_BAB II.pdfBAB II796.58 kBAdobe PDFView/Open
T1_362006009_BAB III.pdfBAB III363.19 kBAdobe PDFView/Open
T1_362006009_BAB IV.pdfBAB IV184.1 kBAdobe PDFView/Open
T1_362006009_BAB V.pdfBAB V413.24 kBAdobe PDFView/Open
T1_362006009_BAB VI.pdfBAB VI107.27 kBAdobe PDFView/Open
T1_362006009_Daftar Pustaka.pdfDaftar Pustaka109.59 kBAdobe PDFView/Open
T1_362006009_Lampiran.pdfLampiran1.07 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.