DSpace logo

Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uksw.edu/handle/123456789/2858
Title: Warung Tiberias (Suatu Studi Kasus tentang Aspek Pelayanan Diakonia di Lingkungan Warga Jemaat GKI Salatiga)
Authors: Titaley, John A.
Retnowati
Purba, Games Valentino
Issue Date: 2012
Publisher: Program Studi Teologi FTEO-UKSW
Abstract: Gereja sebagai persekutuan orang-orang percaya tidak bisa dipisahkan keberadaannya dari sebuah pergaulan hidup bersama yang disebut masyarakat. Pada waktu yang sama di dalam sebuah masyarakat ada permasalahan yang membuat pergaulan hidup bersama itu menjadi tidak sinergis. Ketidakadilan membuat orang menjadi terpisah dari akses-akses kehidupan yang seharusnya dinikmati bersama, merata dan penuh tanggung jawab. Inilah yang disebut dengan kemiskinan (miskin). Melihat kondisi demikian, seharusnya gereja dan/atau umat Kristen memainkan perannya. Mengapa harus demikian, karena di sinilah sejatinya, peran atau fungsi dan tugas panggilan gereja, yaitu koinonia, marturia dan diakonia. Diakonia merupakan salah satu dari tiga tugas panggilan gereja. Apabila gereja mampu melaksanakan tugas panggilannya, maka identitas kita sebagai gereja patut. Ada tiga model pelayanan diakonia yang lahir sesuai dengan pikiran-pikiran kemanusiaan yang mempengaruhi pada masanya. Karikatif, reformatif dan transformatif. Ketiganya memiliki ciri-ciri yang khas yang muncul sesuai dengan masa dan ide yang mempengaruhinya. Namun dari ketiga model yang disebut, diakonia transformatif-lah yang dianggap paling tepat untuk merealisasikan pemerataan, melawan praktek-praktek ketidakadilan yang terjadi di tengahtengah masyarakat. Diakonia transformatif dianggap tepat untuk merealisasikan pemerataan dan melawan praktek ketidakadilan, karena model diakonia ini benar-benar membebaskan rakyat kecil yang terbelenggu dari struktur-struktur ketidakadilan. Hal ini bukan sekedar diakonia yang berfungsi sebagai ‘palang merah', yang menolong korban tanpa usaha mencegah dan mengurangi sebabsebab terjadinya korban dari masalah-masalah sosial. Sebab ada fokus yang menjadi perhatian dari diakonia transformatif, yaitu pemberdayaan masyarakat. Ini bersifat preventif dan tidak karikatif ataupun bersifat insidental. Perhatian atau ideologinya berdasarkan keadilan; bukan belas kasihan dan merangsang manusia untuk berpartisipasi dalam sebuah gerakan melawan ketidakadilan tersebut, dan analisis sosial dipakai sebagai alat untuk memahami kemiskinan dan sebab-sebab yang mengakibatkan kemiskinan itu terjadi. Mengapa fokus ini penting. Karena keadilan tidaklah mungkin jatuh sebagai hadiah dari atas, tetapi diperjuangan dari bawah, dari mereka yang diperlakukan tidak adil. Seperti yang ditunjukkan pada peristiwa Keluaran dari Mesir. Pembebasan bukanlah sekedar hadiah dari Firaun, tetapi proses perjuangan yang panjang oleh para budak Mesir. Berangkat dari pemahaman ini pula, maka GKI Salatiga, melalui “warung Tiberias” mewujudkan perannya sebagai gereja. Warung Tiberias ialah sebuah kegiatan diakonia yang dilakukan oleh beberapa orang warga gereja GKI Salatiga, yang memiliki rasa kepedulian akan kemiskinan yang terjadi disekitarnya. Warung Tiberias adalah kegiatan pemberian makanan secara gratis kepada orang-orang miskin, yang ada di sekitar gereja, seperti tukang becak, pengemis, kuli panggul dan sebagainya. Memang gerakan warung Tiberias tidak cukup menyentuh masalah kemiskinan yang terjadi di masyarakat. Kegiatan ini hanyalah sebuah gerakan diakonia karikatif yang berangkat dari rasa belas kasihan dan kepedulian terhadap kaum miskin. Tidak banyak atau bahkan hampir tidak ada hal-hal transformatif yang dihasilkan dari gerakan ini. Karena wujud nyata dari gerakan warung Tiberias ini hanya sebatas member makan. Tidak ada upaya pemberdayaan manusia, tidak membebaskan rakyat kecil dari belenggu struktur yang tidak adil, dan tidak memiliki fokus seperti yang dicanangkan oleh diakonia transformatif, yaitu rakyat sebagai subjek dari sejarah; bukan objek, tidak karikatif, tetapi preventif, tidak didorong oleh belas kasihan, tetapi keadilan, menstimulir partisipasi rakyat, dan, memakai alat analisis sosial dalam memahami sebab-sebab kemiskinan. Meskipun demikian. Kehadiran warung Tiberias di tengah-tengah para penerima bantuannya sangat berguna. Karena melalui kegiatan ini, para penerima bantuan tersebut merasa sedikit terbantu dalam hal pemenuhan salah satu dari sekian banyak kebutuhan hidup manusia. Walaupun tidak dalam kondisi yang sejahtera.
URI: http://repository.uksw.edu/handle/123456789/2858
Appears in Collections:T1 - Theology

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
T1_712005079_Judul.pdfHalaman Judul3.95 MBAdobe PDFView/Open
T1_712005079_BAB I.pdfHalaman Judul687.03 kBAdobe PDFView/Open
T1_712005079_BAB II.pdfBAB II684.25 kBAdobe PDFView/Open
T1_712005079_BAB III.pdfBAB III860.82 kBAdobe PDFView/Open
T1_712005079_BAB IV.pdfBAB IV280.83 kBAdobe PDFView/Open
T1_712005079_BAB V.pdfBAB V172.92 kBAdobe PDFView/Open
T1_712005079_Daftar Pustaka.pdfDaftar Pustaka90.37 kBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.