DSpace logo

Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uksw.edu/handle/123456789/2863
Title: Etika Global Menurut Hans Küng Ditinjau dari Perspektif Kaidah Kencana Yesus
Authors: B. Setyawan, Yusak
Messakh, Thobias A.
Veronica Yemima Gultom, Caren
Issue Date: 2012
Publisher: Program Studi Teologi FTEO-UKSW
Abstract: Berbagai realita ekonomi, budaya, dan kondisi masyarakat sedang mengalami kemerosotan. Konflik antar etnis, kekerasan antar agama, kemiskinan, dan pemanasan global menjadi kenyataan yang dihadapi dunia saat ini. Apabila situasi semacam ini terus berlangsung, maka kedamaian di dunia akan punah bersamaan dengan berkembangan kebebasan dan kekuasaan tanpa batas oleh pihak-pihak tertentu. Berangkat dari realita ini, manusia berusaha untuk memperbaiki dan bahkan mencegah terjadinya kehancuran peradaban. Manusia mencoba untuk membentuk ide yang dapat menjadi landasan berperilaku dan berinteraksi dalam kelompok masyarakat. Dalam konteks inilah, etika menjadi jawaban bagi kebutuhan manusia. Etika Global menurut Hans Küng merupakan salah satu landasan etis yang dapat diterapkan dalam ruang gerak manusia di dunia. Etika Global mengusung nilai-nilai kemanusiaan yang utuh, komitmen kepada kehidupan, anti kekerasan, tata ekonomi yang adil, budaya toleransi, dan kerja sama antara laki-laki dengan perempuan. Etika Global dapat menjadi langkah awal bagi suatu komunitas untuk menciptakan budaya global yang positif, membangun serta memberdayakan masyarakat. Kerja sama untuk mewujudkan tatanan global yang lebih bernilai kemanusiaan harus dilaksanakan berdasarkan komitmen terhadap konsesus yang ada. Etika Global mencirikan minimal etik yang dapat diterima bagi semua agama. Etika Global juga mengangkat kaidah kencana yang terdapat pada masing-masing agama di dunia untuk membuktikan bahwa tidak ada perdamaian dunia tanpa perdamaian antar agama. Kaidah Kencana Yesus (Lukas 6: 31) adalah salah satu tradisi keagamaan yang dicantumkan dalam Etika Global. Penulis memakai Kaidah Kencana Yesus untuk meninjau konsep Etika Global Hans Küng. Perbedaan konteks dan motivasi kedua etika ini sangat signifikan. Kaidah Kencana Yesus berada pada situasi sosial Palestina di bawah penjajahan Roma dan budaya Yahudi. Sedangkan, Etika Global Hans Küng berangkat dari kondisi dunia yang berada pada tatanan global namun tetap memiliki banyak cabang budaya. Kaidah Kencana Yesus juga erat kaitannya dengan konsep Kerajaan Allah, sementara itu Etika Global Küng tidak mencantumkan konsep ke-Tuhan-an di dalam esensinya. Walaupun demikian, penulis menemukan bahwa meskipun Etika Global Hans Küng dan Kaidah Kencana Yesus memiliki persamaan yang substansial. Kedua konsep etika ini mengkritik ketidak-adilan, menentang budaya yang menindas nilai-nilai kemanusiaan, dan mengajak manusia untuk membangun keadilan, solidaritas, serta perdamaian bagi sesama manusia dan ciptaan Tuhan. Hubungan di antara ke dua konsep etika ini menjadi saling terkait dan melengkapi. Dengan demikian, komunitas beragama, terkhususnya umat Kristen yang mengenal ajaran Yesus Kristus, termasuk Kaidah Kencana seharusnya dapat mempraktikan Etika Global. Jika masing-masing pemeluk agama menemukan terang Etika Global dalam tiap ajaran agamanya, maka tidak mungkin bahwa Etika Global menjadi gaya hidup yang terus diduplikasi demi terciptanya perdamaian dunia.
URI: http://repository.uksw.edu/handle/123456789/2863
Appears in Collections:T1 - Theology

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
T1_712007026_Judul.pdfHalaman Judul3.27 MBAdobe PDFView/Open
T1_712007026_BAB I.pdfBAB I286.59 kBAdobe PDFView/Open
T1_712007026_BAB II.pdfBAB II980.78 kBAdobe PDFView/Open
T1_712007026_BAB III.pdfBAB III810.17 kBAdobe PDFView/Open
T1_712007026_BAB IV.pdfBAB IV568.75 kBAdobe PDFView/Open
T1_712007026_BAB V.pdfBAB V176.02 kBAdobe PDFView/Open
T1_712007026_Daftar Pustaka.pdfDaftar Pustaka245.06 kBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.