DSpace logo

Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uksw.edu/handle/123456789/2895
Title: Tukang Ojek dan Pemerintah (Suatu Studi tentang Hubungan Pertukaran antara Tukang Ojek dan Pemerintah di Kota Soe dalam Perspektif Teori Pertukaran Peter M. Blau)
Authors: Samiyono, David
Messakh, Thobias A.
Sni’uth, Melkisedek
Keywords: Peter M. Blau;Social Exchange Theorizing;Tukang Ojek;Melkisedek Sni’uth
Issue Date: 2012
Publisher: Magister Sosiologi Agama Program Pascasarjana FTEO-UKSW
Abstract: Ojek telah menjadi salah satu angkutan umum darat yang ada di Indonesia. Namun berbeda dengan angkutan umum darat lainnya, ojek belum diakui oleh pemerintah sebagai angkutan umum legal. Padahal keberadaan ojek telah menjadi realitas hampir di seluruh pelosok Indonesia. Tukang ojek pun telah memberikan banyak sumbangsih di tengah-tengah masyarakat. Namun karena belum ada norma hokum yang mengatur eksistensinya maka sering kali pemerintah mengabaikan tukang ojek. Hal ini mendorong penulis untuk meneliti hubungan antara tukang ojek dan pemerintah. Penelitian yang dilakukan di kota Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan ini hendak menjawab dua pertanyaan: 1). Apa yang menjadi bentuk dan pola pertukaran antara keduanya? 2). Faktor-faktor apa yang menyebabkan pertukaran tersebut? Dalam hal ini penulis menggunakan teori pertukaran dari Peter M. Blau sebagai alat analisisnya. Dalam teori pertukaran Pater M. Blau, konsep biaya (cost), imbalan (reward) dan keuntungan (profit) dipahami tidak hanya terjadi dalam pertukaran antar individu saja tetapi juga antar kelompok. Dalam pandangan Blau pertukaran antar kelompok tersebut memiliki tiga poin penting yaitu: 1). Pertukaran ekstrinsik dan intrinsik. 2). Munculnya kekuasaan. 3). Struktur sosial pada level makro. Hasil penelitian yang ditemukan di Soe menguatkan pandangan Blau tentang pertukaran ekstrinsik dan intrinsik, walaupun tidak seluruhnya. Artinya apabila Blau berpandangan bahwa pertukaran antar kelompok hanya bersifat ekstrinsik maka hasil penelitian terhadap hubungan petukaran antara tukang ojek dan pemerintah di Soe membuktikan bahwa dalam pertukaran antar kelompok pun terdapat pertukaran yang bersifat intrinsik. Mengenai menculnya kekuasaan, hasil penelitian bertentangan dengan pendapat Blau. Apabila Blau mengatakan bahwa kekuasaan muncul akibat adanya pertukaran tidak seimbang maka hasil penelitian membuktikan bahwa justru kekuasaanlah yang mengakibatkan pertukaran tidak seimbang. Sedangkan pandangan Blau tentang struktur sosial dikuatkan oleh hasil penelitian di Soe yaitu struktur yang mapan akan menimbulkan gerakan oposisi untuk mewujudkan perubahan. Akhirnya untuk menjawab dua pertanyaan penelitian ditemukan bahwa pola pertukarannya tidak seimbang di mana biaya sosial yang tukang ojek keluarkan dalam pertukaran dengan pemerintah meliputi sumbangsih di bidang sosial, ekonomi, pembangunan dan investasi. Sedangkan pemerintah hanya memberikan imbalan berupa pembinaan-pembinaan untuk peningkatan sumber daya dan kapasitas tukang ojek. Hal ini disebabkan oleh tujuh faktor yaitu perbedaan sejarah, sistem organisasi, sistem kerja dan penghasilan, tingkat pendidikan, kelas sosial, kurangnya komunikasi dan perbedaan image masyarakat terhadap tukang ojek dan pemerintah.
URI: http://repository.uksw.edu/handle/123456789/2895
Appears in Collections:T2 - Master of Religion Sociology

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
T2_752011036_Judul.pdfHalaman Judul1.47 MBAdobe PDFView/Open
T2_752011036_BAB I.pdfBAB I721.91 kBAdobe PDFView/Open
T2_752011036_BAB II.pdfBAB II856.49 kBAdobe PDFView/Open
T2_752011036_BAB III.pdfBAB III2.83 MBAdobe PDFView/Open
T2_752011036_BAB IV.pdfBAB IV1.39 MBAdobe PDFView/Open
T2_752011036_BAB V.pdfBAB V224.25 kBAdobe PDFView/Open
T2_752011036_Daftar Pustaka.pdfDaftar Pustaka162.07 kBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.