DSpace logo

Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uksw.edu/handle/123456789/3184
Title: Quo Vadis Pendidikan Berkarakter di Indonesia
Authors: Susiyanto
Keywords: quo vadis;pendidikan berkarakter
Issue Date: Sep-2011
Publisher: Program Studi PGSD-FKIP Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga
Abstract: Sejarah pendidikan di Indonesia selalu dalam quo vadis. Quo vadis pertama bahwa sistem pendidikan Nasional berada diantara kontinum budaya semitisme dan hellenisme. Budaya semitisme ialah budaya yang menganggap: keimanan lebih penting dan pikiran manusia, karena itu kebenaran dan kepastian itu ditentukan oieh agama. Sebaliknya budaya hellenisme beranggapan bahwa pikiran manusia lebih penting dan menentukan dan pada keimanan. Karena itu kebenaran dan kepastian tidak tergantung pada agama. Budaya ini mendorong berkembangnya rasionaiitas, individualism serta melepaskan diri dan keagamaan dan teologi. Budaya inilah yang membangkitkan sains, teknologi dan seni sehingga meningkatkan kemajuan materia sampai sekarang ini. Quo vadis berikutnya adalah karena adanya pengarvh behaviorisme dan konstruktivisme. Menurut teori behaviorisme yang terpenting adalah input yang berupa stimulus dan keluaran yang berupa respons. Sedangkan apa yang terjadi antara stimulus dan respons itu tidak penting diperhatikan. Sedangkan kecenderrugan sekarang orang lebih senang/mengagungkan Kontrukstivisme: dimana pengetahuan bam dikonstruksi sendiri oelh peserta didik secara aktif berdasarkan pengetahuan yang dimiliki/diperoleh sebelumnya. Peserta didik behaviorisme sudah terbiasa antara stimulus dan respons harus menghasilkan sesuatu yang pasti, sesuat yang segera terjadi. Sehingga bila hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan akan kecewa bahkan marah dsb. Sementara itu peserta didik yang Kontruktivisme akan mengkontnjksi sendiri sesuatu tadi sesuai dengan kemampuanya. Sementara ini yang terjadi banyak sekolah yang menganut behavioisme namun banyak pula yang menganut paham konstruktivisme. Akibatnya bila mereka bertemu dalam suatu forum atau event tertentu, dapat terjadi bentrok. Pendidikan karakter mengajarkan kebiasaan cara berpikir dan perilaku yang membantu individu untuk hidup dan bekerja bersama sebagai keluarga, masyarakat, dan bemegara dan membantu mereka untuk membuat keputusan yang dapat dipertanggungjawabkan. Pelaksanaan pendidikan karakter dimasukkan dalam kuikulum semua mata pelajaran, yaitu IPS, IPA, Matematika, Bahasa Indonesia, dan PKn
Description: Scholaria : Jurnal llmiah Pendidikan Ke-SD-an Vol. 1 No. 2, September 2011 : p.41 - 59
URI: http://repository.uksw.edu/handle/123456789/3184
ISSN: 2088-3439
Appears in Collections:Scholaria 2011 Vol. 1 No. 2 September

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
ART_Susiyanto_Quo Vadis Pendidikan_Abstract.pdfAbstract497.71 kBAdobe PDFView/Open
ART_Susiyanto_Quo Vadis Pendidikan_Full text.pdfFull text476.67 kBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.