DSpace logo

Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uksw.edu/handle/123456789/4032
Title: Penyerapan Aspirasi Masyarakat yang Terakomodasi dalam APBD Kota Salatiga
Authors: Warastuti, Dini
Keywords: Penyerapan Aspirasi Masyarakat;APBD untuk kesejahteraan masyarakat;Persepsi Masyarakat
Issue Date: 2013
Publisher: Magister Studi Pembangunan Program Pascasarjana UKSW
Abstract: Tujuan APBD untuk mensejahterakan masyarakat yang disusun sesuai dengan kebutuhan, transparan, dengan partisipasi masyarakat dan melibatkan sebanyak mungkin pelaku pembangunan. Kepentingan rakyat harus menjadi prioritas utama dalam penganggarannya sesuai kondisi problematika daerahnya. Penelitian ini bertujuan mengetahui penyerapan aspirasi masyarakat yang terakomodasi dalam APBD dan persepsi masyarakat tentang APBD, dengan teknik analisis deskriptif kualitatif dengan Interactive Model Analysis Miles dan Huberman (1992), berbentuk siklus dengan tahap analisis pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyerapan aspirasi masyarakat yang terakomodasi dalam APBD Kota Salatiga Tahun 2009-2011, secara keseluruhan yang terakomodasi mengalami penurunan dalam proses perencanaan sampai penganggaran, dari Musrenbang sampai terserap dalam APBD cenderung turun penyerapannnya. Berdasarkan tipologi tangga partisipasi teori Arnstein baru pada tingkatan Informing, Consultation dan Pleacation, masyarakat didengar dan berpendapat tetapi tidak memiliki kemampuan untuk mendapatkan jaminan bahwa pandangan mereka dipertimbangkan oleh pemegang keputusan. Faktor-faktor yang mempengaruhi yaitu kemampuan anggaran, tata cara pengusulan kegiatan, azas kemanfaatan dan kebutuhan masyarakat, kesesuaian serta menunjang Visi Misi Walikota. Persepsi masyarakat tentang APBD dilihat dari pengetahuan dan penilaian tentang APBD Kota Salatiga cukup mengetahui apa itu APBD tapi kurang mensejahterakan. Namun dari pihak Pemerintah Kota Salatiga cukup mensejahterakan dengan indikator prosentase alokasi anggaran untuk program dan kegiatan pelayanan dasar sudah mencukupi dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Salatiga tinggi. Pelaksanaan pembangunan di Kota Salatiga belum menempatkan masyarakat sebagai subyek pembangunan karena keterlibatan masyarakat baru dalam tahap perencanaan, dan ketika masuk dalam pembahasan APBD, pelaksanaan dan evaluasi masyarakat sudah tidak dilibatkan lagi sehingga keterlibatan masyarakat belum secara menyeluruh karena salah satu pilar Good Governance adalah Civil Society.
URI: http://repository.uksw.edu/handle/123456789/4032
Appears in Collections:T2 - Master of Development Studies

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
T2_092011008_Judul.pdfHalaman Judul1.67 MBAdobe PDFView/Open
T2_092011008_BAB I.pdfBAB I353.65 kBAdobe PDFView/Open
T2_092011008_BAB II.pdfBAB II928.69 kBAdobe PDFView/Open
T2_092011008_BAB III.pdfBab III450.7 kBAdobe PDFView/Open
T2_092011008_BAB IV.pdfBab IV2.06 MBAdobe PDFView/Open
T2_092011008_BAB V.pdfBab V2 MBAdobe PDFView/Open
T2_092011008_BAB VI.pdfBab VI276.28 kBAdobe PDFView/Open
T2_092011008_Daftar Pustaka.pdfDaftar Pustaka331.82 kBAdobe PDFView/Open
T2_092011008_Lampiran.pdfLampiran1.59 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.