DSpace logo

Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uksw.edu/handle/123456789/4038
Title: Problematika Hukum Privatisasi BUMN di Indonesia
Authors: Sopramono
Budiyono, Tri
Eka Permatasari, Dian
Keywords: Privatisasi;BUMN
Issue Date: 2013
Publisher: Magister Ilmu Hukum Program Pascasarjana UKSW
Abstract: Sejalan dengan makin meningkatnya pelaksanaan pembangunan dan hasil-hasil yang dicapai, maka produktivitas dan efisiensi seluruh kekuatan ekonomi nasional perlu ditingkatkan lagi, sehingga peran dan sumbangannya dalam pembangunan dapat memberikan hasil yang optimal bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Salah satu kekuatan ekonomi nasional yang perlu ditingkatkan produktivitas dan efisiensinya adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) khususnya Persero. Untuk dapat mengoptimalkan peranannya dan mampu mempertahankan keberadaannya dalam perkembangan ekonomi dunia yang semakin terbuka dan kompetitif, BUMN perlu menumbuhkan budaya korporasi dan profesionalisme antara lain melalui pembenahan pengurusan dan pengawasannya. Pengurusan dan pengawasan BUMN harus dilakukan berdasarkan prinsip-prinsip tata-kelola perusahaan yang baik (good corporate governance). Peningkatan efisiensi dan produktivitas BUMN harus dilakukan melalui langkahlangkah Privatisasi. Privatisasi bukan semata-mata bermakna sebagai penjualan perusahaan, melainkan menjadi alat dan cara pembenahan BUMN untuk mencapai beberapa sasaran sekaligus, termasuk di dalamnya adalah peningkatan kinerja dan nilai tambah perusahaan, perbaikan struktur keuangan dan manajemen, penciptaan struktur industri yang sehat dan kompetitif, pemberdayaan BUMN yang mampu bersaing dan berorientasi global, penyebaran kepemilikan oleh publik serta pengembangan pasar modal domestik. Dengan dilakukannya Privatisasi BUMN, bukan berarti kendali atau kedaulatan negara atas BUMN yang bersangkutan menjadiberkurang atau hilang, karena negaratetap menjalankan fungsi penguasaan melalui regulasisektoral tempat BUMN yang diprivatisasi melaksanakan kegiatan usahanya. Sebagai pelaksanaan dari Undang-undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara, maka Peraturan Pemerintah ini ditetapkan untuk dapat lebih memberikan pedoman bagi pelaksanaan program Privatisasi Persero. Namun demikian dalam melaksanakan program Privatisasi, Pemerintah tidak dapat bertindak sendiri. Terhadap perusahaan yang telah diseleksi dan memenuhi kriteria yang telah ditentukan perlu dikonsultasikan terlebih dahulu kepada DPR-RI. Hal ini perlu dilakukan untuk mengurangi resistensi dari masyarakat luas karena DPR-RI merupakan representasi dari masyarakat Indonesia. Konsultasi kepada Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dilakukan dengan harapan pelaksanaan Privatisasi dapat dilaksanakan dengan lancar.
URI: http://repository.uksw.edu/handle/123456789/4038
Appears in Collections:T2 - Master of Law

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
T2_322010013_Judul.pdfHalaman Judul1.65 MBAdobe PDFView/Open
T2_322010013_BAB I.pdfBab I929.88 kBAdobe PDFView/Open
T2_322010013_BAB II.pdfBab II1.28 MBAdobe PDFView/Open
T2_322010013_BAB III.pdfBab III806.86 kBAdobe PDFView/Open
T2_322010013_BAB IV.pdfBab IV190.49 kBAdobe PDFView/Open
T2_322010013_Daftar Pustaka.pdfDaftar Pustaka208.43 kBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.