DSpace logo

Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uksw.edu/handle/123456789/4055
Title: Dampak Sanksi Harta Buang Berdasarkan Keputusan Latupati Kecamatan Selaru Nomor: 189/01/Iv/Lks/2005 Terhadap Jumlah Pelanggaran Adat di Kecamatan Selaru
Authors: Titaley, John. A.
Samiyono, David
Helyna Temmar, Vany
Keywords: Keputusan Latupati;perceraian;sanksi harta buang;norma;pelaku sasaran norma;pelaku pemegang norma;eksternalitas
Issue Date: 2013
Publisher: Magister Sosiologi Agama Program Pascasarjana FTEO-UKSW
Abstract: Masyarakat Selaru termasuk dalam persekutuan masyarakat genealogis-teritorial suku Tanimbar yang berada pada Kecamatan Selaru, Kebupaten Maluku Tenggara Barat, yang masih terikat kental dengan adat istiadatnya. Hal ini tampak dalam perumusan dan penerapan Keputusan Latupati Kecamatan Selaru Nomor: 189/01/IV/LKS/2005 tentang Pelaksanaan Peraturan-Peraturan Adat Dalam Perkawinan, Perceraian, Persinahan, Dan Lain-lain Dengan Sanksi Hukum Adat. Pada pelaksanaan peraturan adat mengenai perceraian maka ada sanksi adat harta buang yang diterapkan. Harta buang dalam bahasa Adaut adalah batbelin memeat dan dalam bahasa Namtabung adalah suksuka, sedangkan dalam bahasa Selaru secara umum dipahami sebagai muay. Semuanya itu mengandung arti harafiah bahwa harta buang berarti harta bagi perempuan yang harus (dipenuhi oleh pihak laki-laki, suaminya ) ketika hendak „kasih pulang‟ atau mengembalikan perempuan atau isterinya (pada keluarganya) karena ada alasan atau masalah tertentu yang bersifat aib atau tidak baik yang menimbulkan rasa „malu‟. Tujuan harta buang ini untuk menutup malu dan mengangkat harga diri dari pihak yang menjadi korban. Menggunakan pendekatan sosiologi-normatif serta menerapkan metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif-eksplanatoris maka berdasarkan analisa menurut Teori Norma dan Sanksi Efektif dari James S. Coleman, penelitian ini diharapkan akan menjawab tujuan untuk “Mendeskripsikan Dampak Jumlah Pelanggaran Harta Buang Sebelum dan Sesudah Diberlakukannya Keputusan Latupati Kecamatan Selaru Nomor: 189/01/IV/LKS/2005.” Mengingat keberadaan adat istiadat dewasa ini diperhadapkan pada realita unifikasi dan kodifikasi hukum secara nasional. Perkembangan sosial, kebutuhan hidup dan pergeseran adat istiadat terkadang memunculkan sikap apriori dan skeptis bahkan apatis masyarakat akan adat istiadat yang telah menjadi norma hidup sejak dahulu sebagai warisan leluhur. Berdasarkan analisis maka yang dapat disimpulkan oleh Penulis bahwa harta buang merupakan sanksi norma adat perkawinan yang masih efektif dalam menyikapi realita pelanggaran nilai perkawinan dan perceraian, bahkan tindakan amoral persinahan/perselingkuhan yang tidak berujung pada perkawinan, yang terjadi dalam masyarakat (Selaru). Secara normatif, sanksi negatif berupa hukuman denda adat ini: (a) melarang dan membatasi tindakan utama yang negatif dari pelaku sasaran norma yang melanggar norma, yakni perceraian, persinahan/perselingkuhan, dll; (b) membatasi dampak eksternalitas negatif terhadap ahli waris, yakni disharmonis yang meluas; dan (c) memberikan hak kontrol untuk menerapkan sanksi dari pelaku yang memegang norma terhadap pelaku yang melanggar norma, melalui keputusan kolektif „duduk adat‟ (konsensus). Oleh karena itu, dalam versi Coleman maka sanksi harta buang termasuk dalam klasifikasi norma larangan, yaitu norma yang cenderung menghentikan atau melarang tindakan utama (perceraian) dan norma gabungan, yaitu norma dimana kelompok pengemban norma bersesuaian kepentingan untuk menyokong dan menentang ketaatan pada norma dengan kelompok sasaran.
URI: http://repository.uksw.edu/handle/123456789/4055
Appears in Collections:T2 - Master of Religion Sociology

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
T2_752009003_Judul.pdfHalaman Judul1.58 MBAdobe PDFView/Open
T2_752009003_BAB I.pdfBab I574.48 kBAdobe PDFView/Open
T2_752009003_BAB II.pdfBab II853.65 kBAdobe PDFView/Open
T2_752009003_BAB III.pdfBab III2.38 MBAdobe PDFView/Open
T2_752009003_BAB IV.pdfBab IV877.48 kBAdobe PDFView/Open
T2_752009003_BAB V.pdfBab V365.36 kBAdobe PDFView/Open
T2_752009003_Daftar Pustaka.pdfDaftar Pustaka349.49 kBAdobe PDFView/Open
T2_752009003_Lampiran.pdfDaftar Pustaka1.8 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.