DSpace logo

Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uksw.edu/handle/123456789/4067
Title: Pelayanan Pastoral Gereja Terhadap Remaja Berperilaku Konsumtif Melalui Program Penanganan Keluarga Penelitian Tentang Pelayanan Pastoral Terhadap Remaja di GKJW Jemaat Sendangbiru yang Ditinggal Ibu Bekerja di Luar Negeri
Authors: Retnowati
Wiryasaputra, Totok
Suwito
Keywords: perilaku konsumtif;remaja;pelayanan pastoral gereja
Issue Date: 2013
Publisher: Magister Sosiologi Agama Program Pascasarjana FTEO-UKSW
Abstract: Dengan bekerja di luar negeri sebagai buruh migran para perempuan warga GKJW Jemaat Sendangbiru yang sudah berkeluarga dan berstatus sebagai ibu dapat memperoleh pengasilan. Penghasilan tersebut dapat dimanfaatkan keluarga untuk mencukupi berbagai kebutuhan. Penghasilan yang diperoleh tersebut juga diberikan kepada anak-anak mereka. Dengan adanya kiriman uang tersebut, anak-anak dari para buruh migran khususnya yang berusia remaja, dapat membeli berbagai macam barang. Dan ada kecenderungan bahwa mereka berperilaku konsumtif. Mereka menghambur uang (boros) dan kompulsif (bersifat memaksa) dalam membeli barang. Remaja yang ditinggal ibunya ke luar negeri dan berperilaku konsumtif merupakan suatu realita yang sedang terjadi. Untuk itu gereja perlu untuk melakukan pelayanan pastoral terhadap remaja berperilaku konsumtif tersebut. Kerangka konseptual tentang perilaku konsumtif remaja dan pelayanan pastoral gereja melalui program penanganan keluarga merupakan bagian penting dalam tesis ini. Dengan menggunakan metode pengumpulan data melalui pengamatan terlibat dan wawancara mendalam penulis memperoleh data tentang profil dusun Sendangbiru, pelayanan pastoral GKJW Jemaat Sendangbiru, dan perilaku konsumtif remaja GKJW Jemaat Sendangbiru yang ditinggal ibu bekerja di luar negeri. Setelah mengadakan analisa data, yakni mempertemukan kerangka konseptual dengan data lapangan maka diperoleh hasil sebagai berikut: Pertama. Perilaku konsumtif yang dilakukan para remaja yang ditinggal ibunya bekerja di luar negeri tampak dari tujuh alasan dalam melakukan pembelian suatu barang, yaitu: (1) agar status sosial menjadi naik; (2) menimbulkan rasa percaya diri yang tinggi; (3) mencoba lebih dari dua produk sejenis dengan merek berbeda; (4) suka terhadap barang bermerek; (5) suka terhadap produk baru dan mengikuti mode; (6) berbelanja secara mendadak; dan (7) terpengaruh kelompok referensi, yaitu teman sebaya. Dari tujuh alasan tersebut menunjukan bahwa perilaku konsumtif remaja yang ditinggalkan ibunya bekerja di luar negeri merupakan tindakan mengkonsumsi barang dengan tidak rasional dan bersifat kompulsif. Gangguan keseimbangan (homeostasis) keluarga menjadikan para remaja rentan terpengaruh lingkungan sosial yang dapat menjadikan mereka berperilaku konsumtif. Kedua. Gereja belum melakukan pelayanan pastoral remaja berperilaku konsumtif, melalui program penanganan keluarga. Hal tersebut disebabkan oleh faktor-faktor penghambat, yaitu: sumber daya manusia yang menyusun dan melaksanakan program, budaya agraris, alur pelaksanaan program yang panjang, program yang bersifat top down, beban ganda pendeta, dan belum diadakannya program pelatihan dan pendampingan konseling pastoral.
URI: http://repository.uksw.edu/handle/123456789/4067
Appears in Collections:T2 - Master of Religion Sociology

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
T2_752011010_Judul.pdfHalaman Judul1.35 MBAdobe PDFView/Open
T2_752011010_BAB I.pdfBab I667.8 kBAdobe PDFView/Open
T2_752011010_BAB II.pdfBab II1.27 MBAdobe PDFView/Open
T2_752011010_BAB III.pdfBab III1.37 MBAdobe PDFView/Open
T2_752011010_BAB IV.pdfBab IV723.98 kBAdobe PDFView/Open
T2_752011010_BAB V.pdfBab V183.41 kBAdobe PDFView/Open
T2_752011010_Daftar Pustaka.pdfDaftar Pustaka149.71 kBAdobe PDFView/Open
T2_752011010_Lampiran.pdfLampiran2.74 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.