DSpace logo

Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uksw.edu/handle/123456789/4068
Title: Suatu Kajian Sosio-Budaya Tentang Sakralnya Pusat Pulau dalam Pemahaman Orang Abubu di Pulau Nusalaut – Maluku Tengah
Authors: Skillia Soumeru, Beatrixs
Keywords: Pusat Pulau;Sakral;Pemahaman Orang Abubu dan Pulau Nusalaut
Issue Date: 2013
Publisher: Magister Sosiologi Agama Program Pascasarjana FTEO-UKSW
Abstract: Pusat Pulau merupakan suatu lokasi/tempat tradisional warisan leluhur yang terletak di hutan, telah ada dari masa dulu hingga sekarang dan sering didatangi oleh warga pulau Nusalaut termasuk orang Abubu. Di tempat ini terbangun persekutuan anak cucu-cece (generasi-generasi penerus) yang merupakan keturunan dari penduduk-penduduk setempat. Latar belakang pemahaman ini bermula dari tradisi atau kebiasaan yang sering dilakukan oleh para leluhur atau orang tua-tua di masa dahulu kala yang adalah para kapitankapitan/ sesepuh negeri yang sering bertemu di tempat ini untuk berembuk memecahkan persoalan kemanusiaan yang dihadapi warganya, bermusyawarah, dan bersosialisasi untuk menentukan berbagai keputusan untuk pengembangan negeri. Ada nilai dan makna positif dari adanya tempat ini antara lain: kebersamaan, kerukunan, toleransi, kerjasama, solidaritas dan persatuan yang tetap terjaga. Dengan kata lain, kebiasaan ini yang membuat mereka kemudian dapat berada dalam persekutuan, saling menghormati dan menghargai satu dengan yang lainya. Hal ini sejalan dengan apa yang dikemukakan Durkheim, bahwa segala keinginan dan segala sesuatu yang bertujuan untuk kepentingan kolektif, semua itu adalah sakral. Berdasarkan hasil temuan di lapangan, bahwa pemahaman tentang sakralnya Pusat Pulau ini ternyata berdasar pada dua hal yakni: Pertama, karena tempat ini merupakan peninggalan leluhur yang kaya akan makna sosial dan Kedua, warga meyakini bahwa tempat ini adalah tempat kediaman roh-roh para leluhur yang telah tiada dan penuh dengan kekuatan-kekuatan supernatural. Ketika warga pergi ke sana, melakukan ritual ibadah atau ritual tradisional yang berhubungan dengan adat, maka sebetulnya ada kepercayaan dan harapan, bahwa roh leluhur pun dilibatkan dalam setiap kegiatan yang dilakukan. Leluhur dipercaya hadir bersama warga untuk mengikuti jalannya ritual dan berbagai tindakan selama dilaksanakan. Mereka percaya bahwa kawasan ini dihuni oleh roh para leluhur dan bahwa roh-roh ini juga berkuasa atasnya. Doa, bahasa adat, dan tindakan ritual lain bertujuan untuk meminta ijin dari roh-roh tersebut untuk masuk ke kawasan itu, agar tidak terjadi kesurupan, hilang jalan, atau malapetaka lainnya. Bagi warga setempat, di sinilah peran leluhur untuk menjaga generasi selanjutnya dari hal-hal yang tidak diinginkan. Menurut teori Eliade, yang sakral itu adalah hal-hal yang berhubungan dengan Tuhan, para dewa/dewi, roh-roh halus dan roh-roh orang mati. Dengan demikian maka berdasarkan teori Eliade ini, orang Abubu pun secara langsung sejalan dengan konsep ini, di mana mereka memandang bahwa segala sesuatu yang berhubungan dengan leluhur, roh para leluhur ataupun dengan kekuatankekuatan lain di luar keberadaan mereka sebagai manusia biasa yang bersifat supernatural itu adalah sakral. Hal inilah yang tetap membuat Pusat Pulau tetap sakral bagi orang Abubu. Pemahaman tentang sakralnya tempat ini menjadi pemahaman yang selalu diberikan atau diteruskan secara turun-temurun bagi warga setempat.
URI: http://repository.uksw.edu/handle/123456789/4068
Appears in Collections:T2 - Master of Religion Sociology

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
T2_752011011_Judul.pdfHalaman Judul3.51 MBAdobe PDFView/Open
T2_752011011_BAB I.pdfBab I445.83 kBAdobe PDFView/Open
T2_752011011_BAB II.pdfBab II649.61 kBAdobe PDFView/Open
T2_752011011_BAB III.pdfBab III2.59 MBAdobe PDFView/Open
T2_752011011_BAB IV.pdfBab IV670.7 kBAdobe PDFView/Open
T2_752011011_BAB V.pdfBab V131.12 kBAdobe PDFView/Open
T2_752011011_Daftar Pustaka.pdfDaftar Pustaka130.12 kBAdobe PDFView/Open
T2_752011011_Lampiran.pdfLampiran860.13 kBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.