DSpace logo

Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uksw.edu/handle/123456789/4069
Title: ALAWAU AMANO (Suatu Kajian Antropologi Terhadap Makna Pelaksanaan Upacara Adat Kematian dalam Masyarakat Nolloth - Maluku Tengah)
Authors: Retnowati
Titaley, John A.
Natalia Pattipeiluhu, Mersye
Keywords: Alawau Amano;Terima Kasih;Makna bagi orang Nolloth
Issue Date: 2013
Publisher: Magister Sosiologi Agama Program Pascasarjana FTEO-UKSW
Abstract: Tesis ini disusun dengan judul Alawau Amano “Suatu Kajian Antropologi Terhadap Makna Pelaksanaan Upacara Adat Kematian dalam Masyarakat Nolloth”. Judul tersebut dipilih oleh penulis berangkat dari pengalaman dan kenyataan yang selama ini penulis amati pada waktu melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di negeri Nolloth. Dimana penulis melihat, masyarakat Nolloth biasannya melakukan upacara adat kematian setelah ibadah pemakaman. Upacara tersebut bagi orang Nolloth dinamakan upacara Alawau Amano. Karena itu penulis terdorong untuk meneliti bagaimana pelaksanaan upacara Alawau Amano serta apa makna dari pelaksanaan upacara adat kematian Alawau Amano bagi orang Nolloth. Dalam masyarakat Nolloth pada umumnya, upacara kematian merupakan bagian yang tidak terlepaskan dalam kehidupan manusia. Agar jiwa si mati yang baru beralih dari alam nyata ke alam gaib, diterima oleh alkhalik dan mendapata tempat yang layak di alam baka, maka dibutuhkan pertolongan sanak keluarga dan kaum kerabat yang masih hidup melalui upacara adat kematian Alawau Amano. Upacara Alawau Amano terdiri dari tiga ritus yaitu: Pertama ritus alawau amano adalah ritus yang dilaksanakan sebagai bentuk terima kasih dari keluarga kepada masyarakat yang telah membantu dalam kedukaan, pendeta yang melayani ibadah pemakaman, dan semua masyarakat yang telah hadir dalam ibadah pemakaman baik masyarakat Nolloth sendiri maupun masyarakata di luar negeri Nolloth. Kedua ritus dulang tarbai adalah ritus yang dilaksanakan sebagai bentuk terima kasih dari keluarga yang berduka kepada para pelayan jenasah. Ketiga ritus buang putih hitam adalah ritus terakhir dalam upacara Alawau Amano, sebagai bentuk bahwa proses upacara kematian telah dilaksanakan dan acara kedukaan telah selesai. Berdasarkan hasil penelitian penulis menemukan bahwa upacara adat kematian Alawau Amano merupakan satu unsur penting dalam realitas sosial masyarakat Nolloth akan makna mitos leluhur. Selain itu upacara adat kematian Alawau Amano bertujuan untuk tetap memelihara relasi baik dengan leluhur dan menciptakan keharmonisan dalam keluarga serta menciptakan hubungan kekerabatan yang baik dalam masyarakat Nolloth.
URI: http://repository.uksw.edu/handle/123456789/4069
Appears in Collections:T2 - Master of Religion Sociology

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
T2_752011012_Judul.pdfHalaman Judul1.53 MBAdobe PDFView/Open
T2_752011012_BAB I.pdfBab I536.03 kBAdobe PDFView/Open
T2_752011012_BAB II.pdfBab II1.01 MBAdobe PDFView/Open
T2_752011012_BAB III.pdfBab III1.96 MBAdobe PDFView/Open
T2_752011012_BAB IV.pdfBab IV549.45 kBAdobe PDFView/Open
T2_752011012_BAB V.pdfBab V159.9 kBAdobe PDFView/Open
T2_752011012_Daftar Pustaka.pdfDaftar Pustaka144.5 kBAdobe PDFView/Open
T2_752011012_Daftar Pustaka.pdfDaftar Pustaka144.5 kBAdobe PDFView/Open
T2_752011012_Lampiran.pdfLampiran813.85 kBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.