DSpace logo

Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uksw.edu/handle/123456789/4070
Title: Opolastala dan Trinitas (Suatu Studi Perbandingan Terhadap Nilai-Nilai Agama Suku Tentang Ketuhanan di Buru Selatan dan Konsep Trinitas dalam Kekristenan)
Authors: Titaley, John A.
Litaay, Flip P.B.
Noya, Yudi
Keywords: Opolastala dan Trinitas
Issue Date: 2013
Publisher: Magister Sosiologi Agama Program Pascasarjana FTEO-UKSW
Abstract: Tuhan dipahami ada dalam realitas yang abstrak dan empirik. Pada aras abstrak, Tuhan menempati tempat-tempat yang sakral, ideal dan transenden. Masyarakat memahaminya sebagai “Tuhan yang di atas.” Sebagai Tuhan dalam aras abstrak ini, Ia berkuasa mengendalikan segala sesuatu dan kuasanya itu hanya bisa dirasakan, diyakini dan dipercayai, walau sebetulnya ia tetap abstrak. Pada aras ini agama-agama maupun kepercayaan-kepercayaan kemudian melahirkan berbagai doktrin mengenai Tuhan sebagai tokoh adikodrati yang tak terlihat ( Invisible God). Sementara pada aras empirik, Tuhan itu kemudian diterjemahkan ke dalam berbagai identitas, simbol dan personifikasi. Pada saat ini agama-agama membuat bagi dirinya, identifikasi Tuhan dalam berbagai atribut budaya (Cultural names of God). Kemudian dikenal berbagai identitas budaya mengenai Tuhan dalam agama-agama seperti Allah SWT (Islam), Syang Hyang Widi Wasa (Hindhu), Tritunggal (Kristen), Thian (Konghucu), Yahweh (Yahudi), Aluk to Dolo (Toraja), Ranying (Dayak Kaharingan), Opolastala (Pulau Buru) dan lainnya. Identitas budaya mengenai Tuhan ini kemudian diyakini sebagai cara Tuhan mengekspresikan diriNya didalam masyarakat/dunia, oleh setiap agama. Karena itu, penyebutan tentang Yang Mutlak dapat saja berbeda-beda, sesuai dengan pengalaman manusia yang disapa oleh Yang Mutlak. Pemahaman tentang konsep Tuhan dipengaruhi oleh iklim, letak geografis dan alam manusia hidup. Karena lingkungan tersebut membentuk pemikiran manusia tentang sosok yang disebut Yang Mutlak (Abstrak/ Absolut/ Eternal One). Konsep Tuhan menurut orang Kristen disebut dengan istilah Tritunggal. Tritunggal adalah gambaran Tuhan yang esa dalam menyatakan dirinya kepada manusia melalui tiga cara. Ini bukan berarti ada tiga Tuhan yang disembah melainkan ada tiga pengalaman akan Tuhan yang satu dalam kepercayaan umat Kristen. Konsep Tuhan dalam kekeristenan ini memiliki kesejajaran dengan konsep Tuhan dalam komunitas Bupolo di pulau Buru yang menyebut Tuhan dengan istilah Opolastala. Opolastala adalah pemberian nama budayawi kepada Yang Mutlak yang berasal dari konteks alam, ekonomi, budaya kehidupan setempat. Opolastala dalam praktek adat dan kebudayaan komunitas Bupolo dikenal dalam tiga dimensi yakni Opo Geba s'nulat (Allah Pencipta) , Opo Geba BIlangan (Allah yang menyelamatkan) dan Opo Geba Panatat (Allah yang berdiam bersama). Melalui studi pustaka dan wawancara yang dilakukan, hasil analisa menunjukan adanya persamaan dan perbedaan antara konsep Opolastala dan Trinitas dalam keristenan. Persamaan dan perbedaan ini menunjukan bahwa Tuhan dalam konsep empiric selalu memliki perbedaan satu dengan yang lainnya, akan tetapi dalam arah abstrak setiap kepercayaan selalu memiliki nilai yang sama, tidak ada yang lebih tinggi atau lebih rendah dibandingkan lainnya, sehingga memaknai Tuhan secara kontekstual bukan sebuah tindakan sinkritisme semata, namun merupakan cara memahami kehidupan masyarakat secara lebih dekat.
URI: http://repository.uksw.edu/handle/123456789/4070
Appears in Collections:T2 - Master of Religion Sociology

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
T2_752011013_Judul.pdfHalaman Judul2.5 MBAdobe PDFView/Open
T2_752011013_BAB I.pdfBab I564.77 kBAdobe PDFView/Open
T2_752011013_BAB II.pdfBab II1.35 MBAdobe PDFView/Open
T2_752011013_BAB III.pdfBab III2.42 MBAdobe PDFView/Open
T2_752011013_BAB IV.pdfBab IV1.03 MBAdobe PDFView/Open
T2_752011013_BAB V.pdfBab V263.94 kBAdobe PDFView/Open
T2_752011013_Daftar Pustaka.pdfDaftar Pustaka224.41 kBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.