DSpace logo

Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uksw.edu/handle/123456789/4076
Title: Narima Ing Pandum : ( Suatu Tinjauan Kritis Terhadap Etos Kerja Penjual Sayur Gendong Di Salatiga )`
Authors: Nuhamara, Daniel
Samiyono, David
Peratenna, Julia
Keywords: ethos kerja;narima ing pandum;kritik idiologi
Issue Date: 2013
Publisher: Magister Sosiologi Agama Program Pascasarjana FTEO-UKSW
Abstract: Fokus penelitian tesis ini adalah Penjual sayur gendong di Salatiga. Penulis meneliti Penjual sayur gendong berangkat dari keprihatinan dimana mereka berjualan bertahun-tahun dengan hasil harian yang hanya cukup memenuhi asupan pangan sehari. Mereka bekerja dari tahun ketahun tidak mengalami perubahan baik jam kerja, jalur berjualan dan alat-alat berjualan. Pekerjaan menjual sayur mayur dengan alat kerja memakai tenggok dan rege yang di gendong merupakan keunikan tersendiri. Mereka memiliki kekhasan dalam bekerja seperti, mampu berjualan bertahun-tahun tanpa inovasi. Idiologi, pendidikan dan kebutuhan pangan mempengaruhi cara kerja mereka. Idiologi narima ing pandum melekat dan menghidupi pola pikir dan tindakan mereka dalam berjualan sayur mayur dengan mengatakan, “Ya saya bisanya begini, rejeki setiap orang sudah di gariskan Tuhan, saya sudah bersyukur, saya tidak memaksa diri (tidak ngoya) dalam bekerja yang penting sehat dan batin tenang”. Penelitian ini dengan judul: Narima Ing Pandum ( Suatu Tinjauan Kritis Terhadap Etos Kerja Penjual Sayur Gendong di Pasar Pagi Salatiga). Tesis ini bertujuan mendiskribsikan dua hal, pertama: mendiskripsikan pemaknaan Penjual sayur gendong di Salatiga terhadap idiologi narima ing pandum. Kedua. mendiskripsikan bagaimana narima ing pandum mempengaruhi cara kerja Penjual sayur gendong di Salatiga. Faktor-faktor yang mempengaruhi munculnya Penjual sayur gendong: 1. Pasar desa berubah menjadi pasar modern, Penjual sayur gendong mengambil peluang dengan berjualan keliling menuju rumah-rumah penduduk. 2. Mereka di desak kebutuhan sehari-hari, yaitu asupan pangan tidak akan tercukupi jika hanya suami yang bekerja. 3. Pendidikan rendah, dimana idiologi narima ing pandum yang mereka maknai mempengaruhi ethos kerja mereka. Hasil penelitian dalam tesis ini membuktikan bahwa Penjual sayur gendong benar memiliki makna idiologi narima ing pandum dan menyatu sebagai ethos kerjanya. Kritik idiologi dalam tesis ini memiliki nilai lebih dan kurang. Nilai lebih idiologi narima ing pandum tampak dalam bertahannya mereka melakukan pekerjaan berjualan bertahun-tahun walau dengan hasil yang hanya cukup memenuhi kebutuhan pangan sehari. Nilai kurang idiologi narima ing pandum juga terlihat dalam pengembangan diri tidak tampak dan hanya menjadi resistensi diri terhadap konteks sosialnya. Tesis ini memberikan saran : Pertama, tataran akademik mengembangkan dan melanjutkan penelitian idiologi Narima Ing Pandum. Kedua perlu dialog yang mengkritisi idiologi narima ing pandum yang mempengaruhi cara kerja Penjual sayur gendong melalui diskusi dengan pemimpin agama. Ketiga, pemerintah perlu meningkatkan sumber daya manusia Penjual sayur gendong.
URI: http://repository.uksw.edu/handle/123456789/4076
Appears in Collections:T2 - Master of Religion Sociology

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
T2_752011018_Judul.pdfHalaman Judul676.54 kBAdobe PDFView/Open
T2_752011018_BAB I.pdfBab I562.55 kBAdobe PDFView/Open
T2_752011018_BAB II.pdfBab II905.34 kBAdobe PDFView/Open
T2_752011018_BAB III.pdfBab III721.44 kBAdobe PDFView/Open
T2_752011018_BAB IV.pdfBab IV692.33 kBAdobe PDFView/Open
T2_752011018_BAB V.pdfBab V270.05 kBAdobe PDFView/Open
T2_752011018_Daftar Pustaka.pdfDaftar Pustaka333.16 kBAdobe PDFView/Open
T2_752011018_Lampiran.pdfLampiran186.58 kBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.