DSpace logo

Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uksw.edu/handle/123456789/4077
Title: HUKUMAN ROTAN : Suatu Analisa Sosiologi terhadap hukuman Rotan Bagi Masyarakat di Negeri Latuhalat
Authors: Tuhumury, Juliana
Keywords: Hukuman Rotan;Latuhalat;Adat-Istiadat;Nasihat dan Teguran
Issue Date: 2013
Publisher: Magister Sosiologi Agama Program Pascasarjana FTEO-UKSW
Abstract: Penelitian ini dilakukan berdasarkan kepedulian terhadap negeri yang adalah negeri adat, serta tesis yang memahami bahwa adat-istiadat telah menjadi bagian dalam diri manusia. Pemahaman tentang hukum melahirkan sikap yang berbeda pula. Adapun yang menjadi persoalan dalam penelitian ini adalah : a) bagaimana proses pelaksanaan hukuman rotan yang berlaku di negeri Latuhalat?, b) bagaimana makna pelaksanaan hukuman rotan bagi masyarakat di negeri Latuhalat?, dan c) alasan-alasan apa saja sehingga munculnya pelaksanaan hukuman rotan di negeri Latuhalat. Dengan menggunakan teknik deskriptif dan metode kualitatif, penelitian ini dilakukan pada negeri/jemaat Latuhalat, klasis Pulau Ambon, Kecamatan Nusaniwe. Masyarakat Latuhalat memahami hukuman rotan sebagai suatu nasihat atau teguran apabila mereka melakukan pelanggaran-pelanggaran kecil yang dapat mengganggu kesatuan hidup diri sendiri, orang lain ataupun lingkungan, Sehingga membuat staf pemerintah negeri Latuhalat merasa perlu untuk memunculkan suatu sanksi adat yang namanya hukuman rotan. Dengan demikian, Hukuman rotan ini ada karena kesepakatan atau persetujuan staf pemerintah negeri, pihak kepolisian, gereja dan masyarakat. Walaupun hukuman rotan ini, tidak ada secara tertulis, namun di nilai dapat memberi makna yang positif bagi masyarakat negeri Latuhalat yakni dengan berkurangnya tingkat pelanggaran kecil seperti; minum-mabuk, pencurian, membawa lari kawin anak orang, mengeluarkan kata-kata kotor “makian”, dan lainlain. Masyarakat negeri Latuhalat, merasa bahwa hukuman rotan ini, juga sangat efeketif apabila terus di lakukan, karena alasan-alasan antara lain: 1. Memelihara adat-istiadat atau tradisi yang ada di negeri Latuhalat. 2. Menjaga keamanan dan kedamaian di dalam negeri Latuhalat, karena Latuhalat adalah salah satu negeri Pariwisata yang banyak didatangi oleh para wisatawan dalam negeri ataupun luar negeri. Dengan demikian staf pemerintah negeri, kepolisian, Gereja, dan masyarakat, harus menjadikan hukuman rotan ini sebagai bagian dari masalah social yang ada dalam masyarakat agar dapat member nilai yang baik bagi semua orang.
URI: http://repository.uksw.edu/handle/123456789/4077
Appears in Collections:T2 - Master of Religion Sociology

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
T2_752011020_Judul.pdfHalaman Judul2.09 MBAdobe PDFView/Open
T2_752011020_BAB I.pdfBab I385.97 kBAdobe PDFView/Open
T2_752011020_BAB II.pdfBab II487.34 kBAdobe PDFView/Open
T2_752011020_BAB III.pdfBab III722.03 kBAdobe PDFView/Open
T2_752011020_BAB IV.pdfBab IV357.55 kBAdobe PDFView/Open
T2_752011020_BAB V.pdfBab V106.32 kBAdobe PDFView/Open
T2_752011020_Daftar Pustaka.pdfDaftar Pustaka76.25 kBAdobe PDFView/Open
T2_752011020_Lampiran.pdfLampiran480.37 kBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.