DSpace logo

Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uksw.edu/handle/123456789/4083
Title: Indonesia dalam Pemahaman Pendeta Gereja Protestan Maluku (GPM)
Authors: Wenry Lewerissa, Yusti
Keywords: Indonesia;pemahaman Pendeta GPM;bangsa (nation-state);mayoritas-minoritas
Issue Date: 2013
Publisher: Magister Sosiologi Agama Program Pascasarjana FTEO-UKSW
Abstract: Menurut catatan sejarah, Maluku ditetapkan sebagai provinsi (19 Agustus 1945) hanya berselang dua hari setelah negara Republik Indonesia diproklamasikan (17 Agustus 1945). Wilayah Maluku merupakan ruang lingkup pelayanan bagi Gereja Protestan Maluku (GPM), sejak awal gereja itu dibentuk (6 September 1935). Oleh sebab itu, maka sebagai orang Maluku, Pendeta GPM termasuk warga negara Indonesia (WNI). Di mana sebagai orang Kristen-Maluku, Pendeta GPM sementara hidup dengan dua mayoritas di Indonesia, yakni: Jawa dari sisi suku, dan Islam dari sisi agama. Dalam hubungan itu, maka tulisan ini hendak mengkaji bagaimana pemahaman Pendeta GPM tentang Indonesia; sebagai suatu nation-state yang sedang dihidupi. Untuk mendapatkan data empiris di lapangan, maka proses wawancara telah dilakukan terhadap 29 orang Pendeta GPM (aktif dan non-aktif); yang tersebar pada tiga klasis di sekitaran pusat Sinode GPM, masing-masing: Klasis Pulau Ambon, Klasis Kota Ambon, dan Klasis Pulau-pulau Lease. Dari hasil penelitian yang dilakukan telah diperoleh data, bahwa pemahaman Pendeta GPM tentang Indonesia berhubungan dengan dua hal mendasar, yakni: 1). hakekat (esensi) Indonesia dalam pemahaman Pendeta GPM, dan 2). pengalaman berbangsa di Indonesia menurut Pendeta GPM. Mengenai hakekat (esensi) Indonesia diketahui, bahwa Pendeta GPM menyadari Indonesia sebagai suatu nation-state, yang dipahami sebagai: a). unifikasi pluralitas dan diversitas, yang b). diakui sebagai rahmat Tuhan, dan c). merupakan lokus pelayanan bergereja. Pemahaman tentang hakekat (esensi) Indonesia ini sejalan dengan gagasan Ernest Renan, Ernest Gellner, dan Benedict Anderson tentang “bangsa.” Dengan memahami hakekat (esensi) Indonesia sebagaimana yang disebutkan tadi, maka secara tidak langsung Pendeta GPM pun mengakui, bahwa Indonesia sebagai bangsa telah dibangun di atas dasar kehendak (will) dan kesepakatan (conscent) bersama. Sedangkan mengenai pengalaman berbangsa, Pendeta GPM menggambarkannya di dalam sejumlah realitas paradoksal yang dipandang sementara menggejala di Indonesia, antara lain seperti: a). hegemoni sektarian Islam, yang kemudian b). berakibat pada gejala degradasi kebebasan beragama, c). praktek korupsi (dan KKN) yang semakin “menggurita,” dan d). kerentanan stigmatisasi dan politisasi atas nama wacana RMS di Maluku. Kesemua hal ini dapat dipandang sebagai bentuk penyimpangan (inkonsistusi) terhadap konsensus nasional sebagai bangsa. Selanjutnya, tanpa disadari sebenarnya pemahaman Pendeta GPM tentang eksperimen berbangsa di Indonesia, tampaknya begitu dipengaruhi oleh mindset dikotomi “mayoritasminoritas.” Cara berpikir semacam ini agaknya telah didorong oleh hegemoni sektarian Islam, yang cenderung berlaku diskriminatif dan intimidatif melalui berbagai praktek pelanggengan terhadap kepentingan-kepentingan sektarian. Padahal, ideologi dan konstitusi negara sendiri sejak awalnya telah menjamin “kesetaraan” hak-hak hidup dan beragama, bagi segenap rakyat Indonesia. Oleh karena itu, tanggung jawab pemerintah sebagai “pengemban amanat konstitusi” sudah sepatutnya dipertanyakan kembali.
URI: http://repository.uksw.edu/handle/123456789/4083
Appears in Collections:T2 - Master of Religion Sociology

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
T2_752011022_Judul.pdfHalaman Judul2.41 MBAdobe PDFView/Open
T2_752011022_BAB I.pdfBab I683.73 kBAdobe PDFView/Open
T2_752011022_BAB II.pdfBab II1.54 MBAdobe PDFView/Open
T2_752011022_BAB III.pdfBab III2.26 MBAdobe PDFView/Open
T2_752011022_BAB IV.pdfBab IV1.15 MBAdobe PDFView/Open
T2_752011022_BAB V.pdfBab V158.94 kBAdobe PDFView/Open
T2_752011022_Daftar Pustaka.pdfDaftar Pustaka262.56 kBAdobe PDFView/Open
T2_752011022_Lampiran.pdfLampiran2.55 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.