DSpace logo

Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uksw.edu/handle/123456789/4087
Title: Kehidupan Gereja Kontemporer Tinjauan Sosio-Teologis Terhadap Penggunaan Cawan dan Sloki dalam Sakramen Perjamuan Kudus di GKJ Immanuel Surakarta
Authors: Samiyono, David
Nuban Timo, Ebenhaizer I.
Christantyo Nugroho, Immanuel
Keywords: majelis;wilayah;cawan;sloki
Issue Date: 2013
Publisher: Magister Sosiologi Agama Program Pascasarjana FTEO-UKSW
Abstract: Perkembangan zaman yang mengarah pada individualitas dapat mempengaruhi kehidupan bergereja. Berkembangnya masyarakat kota dengan pembagian kerja dan spesialisasi dapat dilihat pada masa sekarang. Hal ini tidak mempengaruhi penggunaan sloki bagi sebagian jemaat di GKJ Immanuel Surakarta khususnya di wilayah Ngoresan dan Pucang Sawit. Pemaknaan Perjamuan Kudus yang lebih penting, dilihat sebagai pengenangan pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib untuk menebus dosa umat manusia. Cawan atau sloki merupakan sebuah tempat anggur dan bukan penentu kesakralan Perjamuan itu sendiri. Perkembangan keimanan jemaat semakin berkembang yang tidak hanya berhenti pada kebiasaan yang dilakukan dalam Perjamuan Kudus. Pengaruh perkembangan dunia kesehatan yang mempengaruhi sebagian jemaat di GKJ Immanuel Surakarta beralih menggunakan sloki. Ada sebuah ketidaknyamanan di dalam mengikuti Perjamuan Kudus ketika ada jemaat yang sedang dalam kondisi kurang sehat juga ikut ambil bagian. Alasan ini bukan berasal dari jemaat yang sehat melainkan dari jemaat yang sakit. Majelis menyikapi alasan yang muncul untuk mempertimbangkan dalam rapat untuk menggunakan sloki dan pada akhirnya diputuskan pada tahun 2003 Wilayah Ngoresan dan Pucang Sawit menggunakan sloki sedangkan Wilayah Ngasinan dan Panggung Rejo menggunakan cawan. Keputusan yang telah dibuat melalui rapat Majelis kemudian disosialisasikan kepada jemaat, jemaat menerima hasil keputusan rapat tersebut. Majelis berusaha untuk memfasilitasi sebagian jemaat yang ingin menggunakan sloki dengan cara membuat Perjamuan Kudus dengan sloki. Dalam rapat ada Majelis yang mendukung penggunaan sloki dan ada juga yang mendukung tetap menggunakan cawan. Keputusan ini adalah upaya yang sudah disepakati bersama dengan mempertimbangkan sikap jemaat terhadap adanya perubahan tersebut dapat diterima dan dipahami. Dalam perkembangannya, pada wilayah yang sudah ditentukan menggunakan cawan atau sloki, terkadang ada beberapa jemaat yang berpindah dari kebiasaan wilayahnya. Misalnya ada seorang jemaat yang biasa menggunakan cawan kemudian bergabung dalam Perjamuan Kudus yang menggunakan sloki. Hal ini bukanlah sebuah perlawanan pada keputusan rapat Majelis melainkan karena alasan waktu ibadah yang relatif lebih singkat dibandingkan Perjamuan Kudus dengan menggunakan cawan. Penggunaan cawan atau sloki kembali kepada kenyamanan jemaat, jika jemaat pada satu wilayah merasa lebih nyaman mengikuti Perjamuan dengan menggunakan sloki dipersilahkan, sebaliknya bagi kelompok jemaat pada wilayah lainnya yang merasa lebih nyaman menggunakan cawan maka pemberlakuan Perjamuan dengan cawan juga tetap dimungkinkan dan diterima tanpa menimbulkan perbedaan pendapat yang dapat mengurangi makna Perjamuan Kudus itu sendiri.
URI: http://repository.uksw.edu/handle/123456789/4087
Appears in Collections:T2 - Master of Religion Sociology

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
T2_752011027_Judul.pdfHalaman Judul3.49 MBAdobe PDFView/Open
T2_752011027_BAB I.pdfBab I517.18 kBAdobe PDFView/Open
T2_752011027_BAB II.pdfBab II1.23 MBAdobe PDFView/Open
T2_752011027_BAB III.pdfBab III1.16 MBAdobe PDFView/Open
T2_752011027_BAB IV.pdfBab IV748.56 kBAdobe PDFView/Open
T2_752011027_BAB V.pdfBab V277.46 kBAdobe PDFView/Open
T2_752011027_Daftar Pustaka.pdfDaftar Pustaka152.54 kBAdobe PDFView/Open
T2_752011027_Lampiran.pdfLampiran110.56 kBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.