DSpace logo

Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uksw.edu/handle/123456789/4099
Title: Konflik Ambon dan Just War Studi tentang pemahaman para pendeta jemaat di GPM Klasis Pulau Ambon terhadap konflik Ambon tahun 1999-2004 ditinjau dari perspektif Prinsip-Prinsip Just War
Authors: Pattiasina, Stevany F. W.
Issue Date: 2013
Publisher: Magister Sosiologi Agama Program Pascasarjana FTEO-UKSW
Abstract: Sebuah konflik bahkan perang bukanlah hal yang baru-baru ini dikenal oleh manusia tetapi sepanjang perjalanan kehidupan manusia dari sejak awalnya, kejadian yang menggambarkan tentang konflik dan perang yang didalamnya terdapat unsure kekerasan telah ada dan sering kali berkepanjangan. Begitupun dengan konflik di Ambon yang berlangsung selama kurang lebih empat tahun sejak tahun 1999-2004. Konflik ini telah begitu menghancurkan manusia baik secara fisik maupun psikis. Konflik yang mengatasnamakan konflik agama ini tentu menonjolkan bagaimana sikap para pemimpin agama terkhususnya para pendeta jemaat yang mempunyai peran yang besar dalam mengatur anggota gereja untuk menghadapi konflik yang terjadi. Berhubungan dalam menghadapi konflik dan perang yang terjadi dengan melibatkan anggota gereja, sebuah teori Just War telah berkembang dengan membolehkan orang Kristen untuk ikut serta di dalam perang. Namun, dalam pembolehan ini, sebuah perang dapat dikatakan sebagai adil jika sesuai dengan prinsip-prinsip moral yang dirumuskan. Konflik yang terjadi di Ambon dipahami sebagai perang dengan alasan-alasan yang dikemukakan oleh para pendeta jemaat Klasis Pulau Ambon yang bersama jemaatnya mengalami konflik. Pemahaman yang diberikan oleh para pendeta menggambarkan bagaimana seorang pendeta bersama anggota-anggota jemaat bertahan di dalam gereja, hutan dan di daerah perbatasan sebagai bentuk pembelaan diri untuk mempertahankan hidup yang diberikan oleh Tuhan. Melalui studi pustaka dan wawancara yang dilakukan, dilakukan analisis yang menunjukan bahwa terdapat hal-hal yang sesuai dan tidak sesuai antara konflik atau perang di Ambon dengan prinsip-prinsip just war. hal yang sesuai dan tidak sesuai ini menunjukan pula bahwa konflik dan perang pada dasarnya membawa kerugian yang sangat besar bagi setiap manusia, termasuk yang tidak bersalah. Oleh karena itu, konflik dan perang haruslah sebisa mungkin dihindari di dalam perjalanan kehidupan manusia. Cara yang dapat dilakukan untuk menghindarinya yaitu seperti selalu melakukan dialog dan kegiatan bersama antaragama bukan hanya bagi para pemimpin agama tetapi juga para pemeluknya. Setiap manusia pun harus menyadari untuk mengembangkan rasa kasih terhadap yang lain. Begitu pula dengan pemerintah terutama aparat keamanan yang perlu selalu sigap dan cepat untuk mengamankan penduduk.
URI: http://repository.uksw.edu/handle/123456789/4099
Appears in Collections:T2 - Master of Religion Sociology

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
T2_752011050_Judul.pdfHalaman Judul2.85 MBAdobe PDFView/Open
T2_752011050_BAB I.pdfBab I408.9 kBAdobe PDFView/Open
T2_752011050_BAB II.pdfBab II999.27 kBAdobe PDFView/Open
T2_752011050_BAB III.pdfBab III1.91 MBAdobe PDFView/Open
T2_752011050_BAB IV.pdfBab IV1.13 MBAdobe PDFView/Open
T2_752011050_BAB V.pdfBab V276.39 kBAdobe PDFView/Open
T2_752011050_Daftar Pustaka.pdfDaftar Pustaka191.75 kBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.