DSpace logo

Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uksw.edu/handle/123456789/4188
Title: Eksistensi SD GMIT di Rote Ndao: Studi Deskriptif Penempatan Guru Pegawai Negeri Sipil (Pns) oleh Negara pada SD Gereja Injili di Timor (Gmit) Rote Ndao - NTT
Authors: Manafe, Melki Saul I. C.
Keywords: Negara;GMIT;Guru PNS yang diperbantukan;Eksistensi SD
Issue Date: 2013
Publisher: Magister Manajemen Pendidikan Program Pascasarjana FKIP-UKSW
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kerjasama Negara dan GMIT –melalui Yupenkris- pada konteks pendidikan dalam hal penempatan guru PNS yang diperbantukan pada SD GMIT yang ada di Kabupaten Rote Ndao. Penelitian ini juga menjelaskan bagaimana dinamika dan relasi tersebut serta dampaknya, secara deskriptif, pada eksistensi/keberadaan SD GMIT yang ada di Kabupaten Rote Ndao. Penelitian ini dilakukan pada 8 SD GMIT yang terdapat di dua Kecamatan yakni Kecamatan Lobalain dan Kecamatan Rote Barat Laut - Kabupaten Rote Ndao. Subjek penelitian ini adalah Pengurus Yupenkris-GMIT pusat di Kupang dan Perwakilan Yupenkris Cabang Rote Ndao, Kepala Sekolah dan Pensiunan Kepala Sekolah pada SD GMIT serta tokoh masyarakat yang menaruh minat pada pendidikan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskrisptif dimana menekankan pada metode in-depth interview (wawancara mendalam) yang didukung oleh observasi, dokumentasi dan triangulasi. Teknik analisa data yang digunakan pada penelitian ini menggunakan model analisis kualitatif Miles & Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada SD GMIT dominan terdapat guru PNS yang diperbantukan, bahkan tidak terdapat satu pun guru Yupenkris yang ditempatkan pada SD GMIT di Kabupaten Rote Ndao. Dominannya guru PNS yang diperbantukan pada SD GMIT ini, disatu sisi, membantu SD GMIT dalam menjalankan persekolahan namun disaat yang bersamaan juga menyebabkan GMIT – melalui Yupenkris- kehilangan kendali atas SD GMIT yang dimilikinya disebabkan telah hilangnya mekanisme transfer gaji sehingga loyalitas guru PNS yang diperbantukan lebih cenderung condong kepada Negara dibandingkan kepada GMIT –melalui Yupenkris-. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa GMIT –melalui Yupenkris- tidak terlalu memperhatikan SD GMIT yang ada di Kabupaten Rote Ndao baik dalam hal sumber daya manusianya ataupun dalam hal pembiayaan pendidikan sehingga jumlah SD GMIT yang ada di Kabupaten Rote Ndao stagnan bahkan cenderung menurun sedangkan Yupenkris cabang Rote Ndao tidak dapat berbuat apa-apa akan hal itu karena hanya difungsikan sebagai perpanjangan tangan dari Yupenkris Pusat. Hasil-hasil diatas, berdampak pada eksistensi SD GMIT di Kabupaten Rote Ndao dimana SD GMT di Kabupaten Rote Ndao sangat bergantung pada bantuan Negara dalam hal sumber daya manusia (guru) maupun biaya pendidikan melalui dana BOS dan DAK. Ketergantungan SD GMIT kepada Negara menempatkan SD GMIT di Kabupaten Rote Ndao sebagai quasi-state school dimana SD GMIT adalah milik GMIT –melalui Yupenkris- akan tetapi semua operasional baik dana maupun sumber daya manusia (guru) selalu bergantung pada Negara.
URI: http://repository.uksw.edu/handle/123456789/4188
Appears in Collections:T2 - Master of Education Management

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
T2_942011009_Judul.pdfHalaman Judul2.89 MBAdobe PDFView/Open
T2_942011009_BAB I.pdfBab I695.95 kBAdobe PDFView/Open
T2_942011009_BAB II.pdfBab II868.6 kBAdobe PDFView/Open
T2_942011009_BAB III.pdfBab III414.33 kBAdobe PDFView/Open
T2_942011009_BAB IV.pdfBab IV2.7 MBAdobe PDFView/Open
T2_942011009_BAB V.pdfBab V273.34 kBAdobe PDFView/Open
T2_942011009_Daftar Pustaka.pdfDaftar Pustaka468.1 kBAdobe PDFView/Open
T2_942011009_Lampiran.pdfLampiran6.73 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.