DSpace logo

Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uksw.edu/handle/123456789/431
Title: Prospek Pengembangan Gandum (Triticum aestivum L) di Indonesia
Authors: Simanjuntak, Bistok Hasiholan
Issue Date: 3-Sep-2002
Publisher: Fakultas Pertanian Universitas Kristen Satya Wacana
Abstract: Gandum (Triticum aestivum L) adalah salah satu serealia dari familia Graminac (Poaceae) merupakan salah satu bahan makanan pokok manusia selain beras. Gandum lebih popular dibandingkan bahan makanan lainnya sesama sereaha karena adanya keistimewaan kandungan gluten dan protein yang cukup tinggi pada biji gandum. Keistimewaan kandungan gluten dan protein yang cukup tinggi pada biji gandum. Gandum memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi diantaranya karbohidrat 60% - 80%, protein 6%- 17%, lemak 1.5%- 2.0%, mineral 1.5%- 2.0% dan sejumlah vitamin. Saat ini kurang lebih terdapat 30.000 varietas gandum telah dikembangkan, akan tetapi dari sejumlah banyak tanaman gandum tersebut pada dasarnya tanaman gandum di bagi menjadi 2 tipe yaitu hard wheat yaitu dengan kandungan protein yang tinggi sekitar 11%-17%, disamping itu gandum jenis ini mempunyai kandungan gluten tinggi sehingga gandum jenis ini digunakan untuk pembuatan bread. Tipe kedua adalah soft wheat dengan kandungan protein berkisar 6% - I 0% dan jenis ini akan menghasilkan tepung gandum dengan kadar gluten yang rendah. Gandum tipe kedua ini akan baik sekali untuk pembuatan roti kering. Disamping itu juga terdapat jenis Triticum durum dengan kandungan gluten yang cukup tinggi, namun jenis ini tidak baik untuk pembuatan baking dan jenis ini khusus untuk pembuatan macaroni, spaghetti dan semolina. Klasifikasi gandum secara deskriptif dapat juga didasarkan pad a penanaman dan adaptasi tumbuhnya, yaitu spring wheat yaitu ditanam dan tumbuh pada saat musim spring dan winter wheat yang ditanam dan tumbuh pada kondisi winter. Tanaman gandum merupakan tanaman dari daerah beriklim sedang yang sebenarnya padial dari Asia Barat. Untuk dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik diperlukan kondisi ekologis berupa kisaran temperatur 10° C - 25° C, dengan curah hujan berkisar antara 350 mm - 1250 mm selama siklus hidupnya. Kemasaman tanah yang ideal untuk tanaman gandum adalah pH 6-8, dan tanaman ini tidak tahan pada tanah pH dibawah 5 yang kaya akan aluminium. Photoperiode tanaman gandum tergolong panjang, akan tetapi sekarang banyak dikembangkan gandum dengan syarat tumbuh dengan photoperiode 9 - 13 jam per hari. Daerah budidaya utama tanaman gandum terdapat dalam kawasan 300 – 600 LU dan 270 – 400 LS dengan ketinggian tempat mulai dekat permukaan laut sampai lebih dari 3.600 m dpl. Didasarkan dari syarat ekologis tersebut diatas maka beberapa wilayah di Indonesia dapat dikembangkan tanaman gandum. Berdasarkan dari karakteristik ekologis di atas maka tanaman gandum cocok dikembangkan di lndonesia pada daerah pegunungan di atas 100 m dpl dan penanaman idealnya dilakukan pada akhir penghujan atau awal kemarau dengan harapan panen akan dilakukan di musim kemarau. Yang perlu diingat bahwa tanaman gandum tidak tahan terhadap penggenangan tanah yang berlebihan serta tanaman ini pada saat fase generatif yaitu biji sudah masak fisiologi tanaman tidak boleh terkenan hujan. Bila kondisi biji masak fisiologis tercapai dan terjadi hujan maka biji tersebut mampu berkecambah di dalam malai. Dari segi agronomis maka penanaman gandum di Indonesia belum diketahui banyak mulai dari zona agroklimat penanaman gandum, pengairan/ketahanan terhadap stress air, kebutuhan pupuk atau nutrisi setiap wilayah di Indonesia, inang terhadap hama-penyakit tertentu bagi tanaman petani di sekitarnya. Walaupun sejak jaman Belanda hingga sekitar tahun 1980an Indonesia sudah mengenal budidaya gandum, namun hasil-hasil penelitian tentang gandum sebelum tahun 1980an, sampai sekarang tidak diketahui jelas. Oleh karena itu pengembangan gandum di Indonesia seakan-akan harus dimulai dari awal kembali. Didasarkan pada latar belakang di atas maka dilakukan beberapa penelitian tanaman gandum di lokasi UKSW-Salatiga. Penelitian dilakukan oleh staf pengajar dan mahasiswa
Description: Seminar Nasional Pengembangan Gandum Tahun 2002. Diselenggarakan oleh Direktorat Serelia-Direktorat Jenderal Bina Produksi Tanaman Pangan Departemen Pertanian, di Tosari, Pasuruan, Jawa Timur pada 3-5 September 2002.
URI: http://repository.uksw.edu/handle/123456789/431
Appears in Collections:Papers

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
PAPER_Bistok HS_Prospek pengembangan gandum_Abstract.pdfAbstract568.45 kBAdobe PDFView/Open
PAPER_Bistok HS_Prospek pengembangan gandum_Full text.pdfFull text1.97 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.