DSpace logo

Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uksw.edu/handle/123456789/437
Title: Penentuan Komposisi Bahan untuk Media Semai Tercetak (Soil Block)
Authors: Simanjuntak, Bistok Hasiholan
Suprihati
Kuswanto, Hendarto
Keywords: bahan organik;media semai;soil block
Issue Date: 15-Mar-2000
Publisher: Fakultas Pertanian Universitas Kristen Satya Wacana
Abstract: Terdapat berbagai bentuk dan metoda dalam penyemaian tanaman/bibit sedangkan yang lazim digunakan salah satunya yaitu persemaian individual dengan polybag atau dengan soil block. Bahan untuk pembuatan soil block dapat terdiri atas campuran dari tanah yang dicampur dengan pasir atau berambut atau bahan organik dengun perbandingan tertentu dan dilanjutkan dengan pencetakan (pressing) sehingga diperoleh media tumbuh yang kompak serta masih dapat memenuhi syarat tumbuh tanaman. Yang menjadi permasalahan pada pembuatan soil block dengan memanfaatkan bahan organik adaiah perlunya dicari komposisi campuran antara bahan organik, tanah, pasir serta bahan perekat lainnya sehingga nantinya akan didapatkan soil block yang baik dari segi fisik serta mampu mendukung pertumbuhan tanaman yang ada di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mencari komposisi media yang terbaik untuk menciptakan media semai tercetak soil block terbaik bagi pertumbuhan bibit yang didasarkan pada nilai karakteristik fisik soil block yang terbaik. Penelitian ini dibuat melalui 2 tahap, yaitu tahap 1. Penelitian pendahuluan dengan 15 jenis perlakuan dari perbandingan bahan organik, tanah, pasir dan mineral perekat. Hasil pengamatan fisik soil block pada penelitian pendahuluan tidak dilakukan uji statistik. 2. Penelitian perlakuan terseleksi idari penelitian pendahuluan (tahap 1) yaitu terpilih perlakuan bahan organik : tanah : pasir : perekat dengan perbandingan 1) 3:1:0:0 dengan bahan organik saring. 2) 3:1:1:0 dengan bahan organic tidak disaring. 3) 3:1:0:0 dengan bahan organik disaring. 4) 3:1:0:0 dengan bahan organik tidak disaring. Pada perlakuan terseleksi ini menggunakan rancangan dasar Rancangan Acak Lengkap. Jumlah ulangan pembuatan soil block yang setiap perlakuan terseleksi adalah 10 buah soil block. Uji statistik yang digunakan pada penelitian perlakuan terseleksi, yaitu untuk uji keragaman menggunakan Sidik Ragam dan untuk menguji antar perlakuan menggunakan uji BNT 5% (Beda Nyata Terkecil, 5%). Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Perbandingan bahan organik dan tanah (3:1:0:0) baik itu untuk bahan organik yang disaring maupun tidak disaring akan menghasilkan soil block dengan karakteristik fisik (bobot isi, ruang pori total, ruang pori air, kadar air kapasitas lapang, persentase soil block hancur, serta lama soil block menjadi kering) yang lebih baik dibandingkan perlakuan perbandingan bahan organik, tanah, dan pasir (3:1:1:0) dengan bahan organik yang disaring maupun tidak disaring. 2. Pada perlakuan penyaringan bahan organik mapun tidak disaring bahan organiknya pada perbandingan bahan organik dan tanah (3:1:0:0) secara umum akan menghasilkan soil block yang relative sama karakteristik fisiknya (bobot isi, ruang pori total, ruang pori air, ruang pori udara, kadar air kapasitas lapang, infiltrasi, persentase soil block hancur, lama soil block menjadi kering, serta kekerasan/ketahanan penetrasi)
Description: Proceeding Seminar Nasional 'Pengembangan Teknologi Hortikultura Memasuki Indonesia Baru', Fakultas Pertanian UKSW Salatiga, 15 Maret 2000, p. 44-58
URI: http://repository.uksw.edu/handle/123456789/437
ISBN: 979-9458-88-9
Appears in Collections:Seminar Nasional 2000 "Pengembangan Teknologi Hortikultura Memasuki Indonesia Baru"



Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.