DSpace logo

Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uksw.edu/handle/123456789/4499
Title: Analisis Wacana Kritis dalam Pagelaran Wayang Kulit Lakon “Petruk Dadi Ratu”
Authors: WIloso, Pamerdi Giri
Rani, Lanjar
Keywords: lakon carangan;Petruk Dadi Ratu;kekuasaan;kepemimpinan analisis wacana kritis
Issue Date: 2013
Publisher: Program Studi Komunikasi FISKOM-UKSW
Abstract: Penelitian ini mengambil judul “Analisis Wacana Kritis Pagelaran Wayang Kulit dalam Lakon “Petruk Dadi Ratu”. Masalah yang dibahas didalam penelitian ini adalah wacana yang muncul dari lakon wayang kulit Petruk Dadi Ratu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui wacana di dalam lakon Petruk Dadi Ratu dan mengapa wacana tersebut memiliki struktur sedemikian rupa. Petruk Dadi Ratu merupakan lakon caranganyang keberadaannya sebagai lakon yang berbeda dan diluar dari pakemisasi pagelaran wayang kulit selama ini. Alur ceritanya yang diangkat dengan nuansa lakon yang berbeda dan baru dengan cara penyampaian dalang yang menggunakan improvisasi didalam alur cerita sesuai dengan ciri khasnya. Hal itu dikarenakan corak politis dan protes dalam lakon tersebut. Salah satunya dapat dilihat dalam lakon “Petruk Dadi Ratu”. Lakon ini merupakan lakon improvisasi dimana dalang memberikan sesuatu yang lebih aktual dan sesuai dengan realitas yang ada di dalam kehidupan sebagai wujud kritik sosial politik terhadap apa yang terjadi di dalam pemerintahan saat ini. Keberadaan dalang dengan pagelaran wayang kulitnya dan sikap-sikap memberikan pesan moral maupun politisnya menarik untuk dikaji melalui pendekatan analisis wacana kritis. Penelitian ini menggunakan Analisis Wacana Kritis dengan model pendekatan Norman Fairclough. Data yang diperoleh dianalisis dalam tiga dimensi, yaitu dimensi teks, dimensi praktik wacana, dan dimensi sosiokultural. Penelitian ini juga menggunakan teori Foucault untuk melihat bagaimana wayang kulit sebagai bentuk pengetahuan dan kekuasaan didalam sebuah analisis wacana kritis. Setelah dilakukan analisis data diperoleh hasil berupa adanya perubahan dalam dunia pewayangan yaitu sisi lain pakemisasi dalam sebuah pagelaran wayang kulit. Hal tersebut disebabkan karena kemajuan jaman dan ideologi untuk mengemas kesenian wayang kulit menjadi lebih menarik dan dapat mempertahankan eksistensinya. Hal tersebut ditunjukkan melalui lakon wayang kulit Petruk Dadi Ratu dalam sebuah lakon carangan.
URI: http://repository.uksw.edu/handle/123456789/4499
ISSN: 16060402
Appears in Collections:T1 - Communication

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
T1_362009091_Judul.pdfHalaman Judul353.62 kBAdobe PDFView/Open
T1_362009091_BAB I.pdfBAB I481.25 kBAdobe PDFView/Open
T1_362009091_BAB II.pdfBAB II1.02 MBAdobe PDFView/Open
T1_362009091_BAB III.pdfBAB III265.95 kBAdobe PDFView/Open
T1_362009091_BAB IV.pdfBAB IV682.68 kBAdobe PDFView/Open
T1_362009091_BAB V.pdfBAB V467.8 kBAdobe PDFView/Open
T1_362009091_BAB VI.pdfBAB VI219.29 kBAdobe PDFView/Open
T1_362009091_Daftar Pustaka.pdfDaftar Pustaka289.99 kBAdobe PDFView/Open
T1_362009091_Lampiran.pdfLampiran369.27 kBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.