DSpace logo

Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uksw.edu/handle/123456789/4533
Title: Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Take And Give untuk Meningkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran IPA Kelas 4 Semester II SD Negeri Salatiga 02 Tahun Pelajaran 2012/2013
Authors: Slameto
Putri, Anjani Suparno
Keywords: Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Take and Give, Keaktifan;Hasil Belajar Siswa
Issue Date: 2013
Publisher: Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP-UKSW
Abstract: Tingkat keaktifan siswa dalam proses belajar di SD Negeri Salatiga 02 terbilang masih rendah. Hal ini terlihat pada proses belajar di kelas, dimana guru masih mendominasi dalam proses pembelajaran. Selain itu hasil belajar pun masih belum maksimal dengan banyaknya siswa yang belum mencapai KKM setelah diadakan ulangan harian. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar dan keaktifan siswa melalui penggunaan model pembelajaran Kooperatif tipe Take and Give pada pembelajaran IPA siswa kelas 4 SD Negeri Salatiga 02 Kota Salatiga Tahun Pelajaran 2012/2013. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Model PTK yang digunakan adalah model Kemmis S. dan Mc.Taggart R. dengan menggunakan 2 siklus yang masing-masing siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subyek penelitian adalah siswa kelas IV SD Negeri Salatiga 02 sebanyak 43 siswa. Teknik pengumpulan data dengan teknik tes dan Observasi (non-tes). Adapun instrumen penelitiannya dengan menggunakan butir-butir soal dan lembar observasi untuk langkah-langkah model pembelajaran kooperatif tipe take and give dan keaktifan siswa selama pembelajaran. Teknik analisis yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif yang meliputi jumlah, mean, skor minimal-maksimal, dan persentase. Penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe take and give dapat meningkatkan hasil belajar dan keaktifan siswa. Peningkatan hasil belajar dapat terlihat pada besarnya ketuntasan dari kondisi awal prasiklus (awal) sebesar 21 atau 48,8% siswa, siklus I sebesar 41 atau 95,3% siswa, dan pada siklus II sebesar 43 atau 100% siswa. Dilihat dari skor minimal prasiklus sebesar 45, siklus I sebesar 60, dan pada siklus II sebesar 70. Sedangkan skor maksimal prasiklus sebesar 90, siklus I sebesar 100 dan pada siklus II sebesar 100. Berdasarkan hasil belajar pada prasiklus, siklus I, dan siklus II menunjukkan bahwa hasil belajar klasikal sudah memenuhi target indikator yang telah ditetapkan yakni ≥ 80% dari keseluruhan jumlah siswa mengalami ketuntasan belajar. Sedangkan peningkatan keaktifan siswa dapat terlihat dari besarnya persentase keaktifan siswa prasiklus sebesar 48,25%, siklus I sebesar 80,8%, dan pada siklus II sebesar 91%. Hal ini menunjukkan bahwa keaktifan siswa secara klasikal sudah memenuhi target indikator yang ditetapkan yakni ≥ 80% dari jumlah seluruh siswa. Berdasarkan pada hasil penelitian, maka penulis menyarankan agar model pembelajaran kooperatif tipe Take and Give dapat diterapkan pada pembelajaran IPA guna meningkatkan keaktifan siswa serta memaksimalkan hasil belajar siswa.
URI: http://repository.uksw.edu/handle/123456789/4533
Appears in Collections:T1 - Primary School Teacher Education

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
T1_292009146_Abstract.pdfAbstract97.35 kBAdobe PDFView/Open
T1_292009146_Full text.pdfFull text25.94 MBAdobe PDFView/Open    Request a copy
T1_292009146_Lampiran.pdfLampiran21.71 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.