DSpace logo

Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uksw.edu/handle/123456789/6845
Title: 712008013 Judul : Maraknya Kehamilan Di Luar Nikah pada Kalangan Remaja Kota Kupang dan Respon Gereja terhdapanya (Suatu Studi di Jemaat GMIT Nazaret Oesapa Timur dan Jemaat GMIT Betlehem Oesapa Barat)
Authors: Nuhamara, Daniel
Tibo, Ebenhaizer Nuban
Juzuf, Yoan Christie Eunike
Issue Date: 2013
Publisher: Program Studi Teologi FTEO-UKSW
Abstract: Penelitian ini dilakukan untuk membahas respons gereja terhadap maraknya kehamilan di luar nikah pada kalangan remaja Kota Kupang. Penelitian dilakukan dengan mengambil sampel dari dua gereja yakni Jemaat GMIT Betlehem Oesapa Barat dan GMIT Betlehem Oesapa Timur. Metode penelitian yang digunakan ialah metode penelitian deskriptif-kualitatif dengan melakukan wawancara serta mempelajari sumber-sumber kepustakaan yang berkaitan dengan permasalahan yang diangkat. Masa remaja merupakan masa transisi dari masa anak-kanak ke masa dewasa yang disertai dengan perubahan fisik dan perubahan psikis. Perubahan-perubahan yang terjadi menimbulkan berbagai permasalahan. Salah satunya ialah permasalahan seksual dimana remaja memiliki dorongan seksual yang diikuti dengan perilaku-perilaku seksual seperti perasaan tertarik, pasaran, bercumbu, hingga bersenggama. Oleh karena itu sangat penting bagi remaja untuk mendapatkan pendidikan seks baik itu dari orang tua, sekolah, gereja maupun lembaga-lembaga masyarakat. Pendidikan seks yang diberikan bukan hanya berupa Sex Instruction tetapi juga Education in Sexuality. Maraknya kehamilan di kalangan remaja bukan hanya tanggung jawab dari orang tua, keluarga dan remaja yang bersangkutan tetapi juga tanggung jawab dari gereja. Gereja merupakan sebuah lembaga atau wadah yang memiliki fungsi pendidikan di mana jemaat bertumbuh di dalam iman dan pengharapan serta berelasi dengan sesamanya. Oleh karena itu, ketika terjadi fenomena kehamilan di luar nikah, gereja seharusnya merespons sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya. Berdasarkan hasil penelitian,pemahaman jemaat baik itu orang tua maupun remaja mengenai seks dan seksualitas masih kurang. Pembicaraan mengenai seks di dalam keluarga masih di anggap tabu karena budaya atau adat ketimuran. Beberapa hal yang menghambat orang tua berbicara mengenai seks dengan anaknya ialah pandangan bahwa bicara seks itu tabu, tidak memiliki pengalaman tersebut semasa kecil dan kurangnya pengetahuan mengenai seks dan seksualitas. Sedangkan, para pekerja gereja baik itu Pendeta maupun Majelis Jemaat mengetahui dengan jelas mengenai faktor-faktor penyebab seks bebas dan kehamilan di kalangan remaja. Sudah ada beberapa pembicaraan tentang upaya yang harus dilakukan namun baru sebatas wacana dan belum dimasukkan dalam program pelayanan gereja. Ada dua bentuk respons gereja yakni kuratif dan preventif. Respons kuratif mengenai kehamilan di kalangan remaja ini dilakukan dengan cara mengadakan kelas Katekisasi Pra-Nikah, pendampingan pastoral bagi remaja dan pihak keluarga, percakapan khusus bagi jemaat yang akan menikah, serta diterapkannya kebijakan untuk ibu tunggal (laki-laki tidak bertanggung jawab) untuk tidak mengikuti perjamuan kudus dan anaknya tidak dibaptis hingga jangka waktu tertentu. Sedangkan respons preventif yang dilakukan oleh gereja ialah mengadakan seminar-seminar Love, Sex & Dating, HIV AIDS, Aborsi dan lain-lain sebagai sarana pendidikan bagi remaja.
URI: http://repository.uksw.edu/handle/123456789/6845
Appears in Collections:T1 - Theology

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
T1_712008013_BAB I.pdfBab I718.68 kBAdobe PDFView/Open
T1_712008013_BAB II.pdfBab II362.36 kBAdobe PDFView/Open
T1_712008013_BAB III.pdfBab III339.02 kBAdobe PDFView/Open
T1_712008013_BAB IV.pdfBab IV354.31 kBAdobe PDFView/Open
T1_712008013_BAB V.pdfBab V496.87 kBAdobe PDFView/Open
T1_712008013_Daftar Pustaka.pdfDaftar Pustaka403.28 kBAdobe PDFView/Open
T1_712008013_Judul.pdfHalaman Judul342.27 kBAdobe PDFView/Open
T1_712008013_Lampiran.pdfLampiran1.49 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.