DSpace logo

Please use this identifier to cite or link to this item: https://repository.uksw.edu/handle/123456789/1445
Title: Pengaruh Kondisi Inkubasi, Konsentrasi dan Komposisi Zat Pengatur Tumbuhan auksin dan Sitokinin Terhadap Proliferasi dan Regenerasi Gandum (Triticum aestivum) Varietas Dewata
Authors: Aruan, Rio Maningar
Keywords: planlet, tunas;regenerasi;proliferasi
Issue Date: 2012
Publisher: Program Studi Agroekteknologi FPB-UKSW
Abstract: Suatu penelitian tentang pengaruh kondisi inkubasi, konsentrasi dan komposisi zat pengatur tumbuh auksin dan sitokinin terhadap proliferasi dan regenerasi gandum (Triticum aestivum) varietas Dewata telah dilakukan di Laboratorium Kultur jaringan Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW Salatiga pada tanggal 24 Agustus 2010 sampai dengan 16 Febuari 2011. Penelitian ini terdiri dari tahap proliferasi dan tahap regenerasi. Pada tahap proliferasi ingin diketahui pengaruh konsentrasi 2,4-D (2,5 mg/l, 3 mg/l dam 3,5 mg/l) dan kondisi inkubasi (terang dan gelap) yang diberikan saat induksi kalus terhadap proliferasi kalus sekunder yang dihasilkan. Pada tahap regenerasi ingin diketahui pengaruh kombinasi dan konsentrasi zat pengatur tumbuh auksin dan sitokinin terhadap regenerasi embrio somatik gandum varietas Dewata. Eksplan yang digunakan berupa kalus primer gandum varietas Dewata. Pada kedua tahap penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok, dimana data hasil pengamatan dianalisis menggunakan metode sidik ragam dan untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan digunakan uji Beda Nyata Jujur dengan tingkat kepercayaan 95 %. Hasil yang diperoleh pada tahap proliferasi, jumlah embrio somatik total pada semua perlakuan konsentrasi 2,4-D yang diinkubasi pada kondisi terang dan gelap tidak berbeda nyata, tetapi peningkatan diameter kalus pada kondisi inkubasi gelap lebih besar dari pada kondisi inkubasi terang. Pada tahap regenerasi, hanya perlakuan BAP 4 mg/l + IAA 0,1 mg/l yang memiliki potensi untuk membentuk planlet. Pada perlakuan BAP 3 mg/l + IAA 0,1 mg/l, persentase tunas secara nyata lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan lain yang diteliti. Pada perlakuan BAP 3 mg/l + IAA 0,1 mg/l dan BAP 4 mg/l +I AA 0,1 mg/l relatif paling tinggi membentuk akar. Pada semua perlakuan komposisi dan konsentrasi zat pengatur tumbuh tidak berpengaruh terhadap persentase spot hijau yang bentuk.
A study on the influence of incubation conditions, the concentration and composition of plant growth regulators auxin and cytokinin on proliferation and regeneration of wheat (Triticum aestivum) variety Dewata has performed at the Laboratory of Tissue culture Faculty of Agriculture and Business SWCU, Salatiga on August 24, 2010 until February 16, 2011. The study consisted of proliferation stage and regeneration stage. At the stage proliferation want to know the influence of the proliferation of 2,4-D concentration (2,5 mg/l, 3,0 mg/l dam 3,5 mg/l) and incubation conditions (light and dark) given at induction of callus on proliferation secondary callus is generated. At the stage of regeneration need to know the influence of combinations and concentrations of plant growth regulators auxin and cytokinin to the regeneration of somatic embryos of wheat Dewata variety. Explants used in the form of primary callus of wheat Dewata variety. In the both phase of this study used a Randomized Complete Block Design, where the data were analyzed using analysis of variance to determine differences between treatments used Honestly Significant Difference test with (HSD) 5%. The results obtained in the proliferative phase, the total number of somatic embryos in all treatment concentrations of 2,4-D were incubated in light and dark conditions was not significant, but increasing the diameter of callus in the dark incubation conditions is greater than the light incubation conditions. At this stage of regeneration, only treatment of BAP 4 mg/l IAA + 0,1 mg/l has the potential formed plantlets. On treatment of BAP 3 mg/l IAA + 0,1 mg/l, percentage shoots more high significantly formed than other treatment. The treatment of BAP 3 mg/l IAA + 0,1 mg/l and BAP 4 mg/l + I AA 0,1 mg/l relative more high formed roots. All treatment composition and concentration growth regulator not effect formed green spots percentage.
Description: Lembar Pengesahan tidak disertai tanda tangan dosen pembimbing
URI: http://repository.uksw.edu/handle/123456789/1445
Appears in Collections:T1 - Agroecotechnology

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
xT1_512007004_Judul.pdfHalaman Judul473.63 kBAdobe PDFView/Open
xT1_512007004_Daftar Pustaka.pdfDaftar Pustaka46.58 kBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.