Please use this identifier to cite or link to this item: https://repository.uksw.edu//handle/123456789/14714
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.advisorPurnomo, Daru-
dc.contributor.advisorKudubun, Elly Esra-
dc.contributor.authorBulu, Anando Dedi-
dc.date.accessioned2018-04-27T02:47:13Z-
dc.date.available2018-04-27T02:47:13Z-
dc.date.issued2017-
dc.identifier.other352011014-
dc.identifier.other17111078-
dc.identifier.urihttp://repository.uksw.edu/handle/123456789/14714-
dc.description.abstractMarapu adalah kepercayaan yang masih di anut oleh hampir sebagian masyarakat di Pulau Sumba serta seluruh bidang kehidupan orang Sumba terikat dengan pemahaman tentang Marapu. Salah satu wujud dari kepercayaan Marapu adalah ritual Wulla Poddu yaitu bulan pahit atau suci karena selama dijalankan ritual terdapat aturan-aturan dan larangan seperti tidak boleh membangun rumah, tidak boleh meratapi orang mati serta melaksanakan upacara kematian, tidak boleh melaksanakan pesta adat dan acara meriah lainnya. Upacara ini biasanya dilaksanakan mulai dari bulan Oktober sampai bulan November setiap tahunnya hingga saat ini. Penelitian yang berjudul “Solidaritas dalam Ritual Wulla Poddu (Studi Terhadap Bentuk-bentuk Ritual di Kampung Tambera, Desa Doka Kaka, Kecamatan Loli-Kabupaten Sumba Barat)” ini bertujuan untuk menjawab dua persoalan, yaitu: Seperti apa bentuk-bentuk ritual Wulla Poddu yang dilakukan oleh penganut Marapu di Kampung Tambera, Desa Doka Kaka, Kecamatan Loli-Kabupaten Sumba Barat dan Bagaimana praktek bentuk-bentuk ritual Wulla Poddu dalam mempertahankan solidaritas penganut Marapu di Kampung Tambera, Desa Doka Kaka, Kecamatan Loli-Kabupaten Sumba Barat. Sesuai dengan tujuan penelitian, maka metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan konstruktivisme. Jenis penelitian eksploratif dan deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebelum dilaksanakan ritual Wulla Poddu, terlebih dahulu dilaksanakan ritual Wulla Katoto di kampung Nggiala Koko yang bertujuan untuk memperingati hari kelahiran manusia pertama yang lahir dari rahim seorang Ibu (Lamura Winne) yaitu Kamuri. Sedangkan ritual Wulla Poddu merupakan lanjutan dari ritual Wulla Katoto yaitu upacara syukuran yang dilaksanakan di kampung Tambera yang terdiri dari sembilanbelas bentuk ritual yang dilaksanakan oleh sembilan kabisu yang berdiam di kampung Tambera. Solidaritas sosial dalam upacara Wulla Poddu merupakan solidaritas berbasis kabisu. Hal ini terlihat partisipasi secara langsung semua anggota kabisu dalam bentuk-bentuk ritual yang secara nyata mereka ekspresikan nilai-nilai lewat kerja sama atau gotong royong baik antar penganut maupun dengan yang bukan penganut Marapu yang merupakan garis keturunan yang sama. Upacara Wulla Poddu juga merupakan upacara untuk merayakan kawuku. Namun di satu sisi, kawuku menjadi salah satu dasar kohesi sosial kekerabatan dan persaudaraan bagi kampung-kampung poddu yang menjalankan upacara Wulla Poddu.id
dc.description.abstractMarapu is a belief which is still embraced by most people in Sumba Island and all aspects of their life are chained to the ideology of Marapu. One of the Marapu belief manifestations is the Wulla Poddu ritual named Bitter Moon or Holy. The name itself is chosen in accordance with several applied rules and restrictions during the ritual takes place such as house construction, mourning over the dead, funeral ceremony, traditional party, and other festive events. This annual ritual is still conducted until present, usually from October to November. This study, entitled "Solidarity in Wulla Poddu Ritual (Focuses on the Forms of the Ritual in Tambera Town, Doka Kaka village, Loli subdistrict-West Sumba district)" aims to answer two questions, namely: What kinds of Wulla Poddu ritual forms which are performed by Marapu adherents in Tambera town, Doka Kaka village, Loli subdistrict-West Sumba district and how those ritual forms work in maintaining solidarity among the Marapu adherents in Tambera Town, Doka Kaka village, Loli subdistrict-West Sumba district. In accordance with the purpose of the study, the method used is a qualitative research method using a constructivism approach. This type of research is explorative and descriptive. The results of this study show that before conducting the Wulla Poddu ritual, the Marapu adherents performed the Wulla Katoto ritual in the Nggiala Koko town with the purpose of commemorating the birth of the first human who was born of the mother (Lamura Winne) named Kamuri. Furthermore, Wulla Poddu ritual is a continuation of the Wulla Katoto ritual, namely a ceremony held in the Tambera town, consisting of nineteen rituals conducted by nine kabisu who stayed in the Tambera town. Social solidarity in the Wulla Poddu ritual is a kabisu-based solidarity. This can be seen directly from the participation of all kabisu members in forms of the ritual, obviously, in the way they express values through good cooperation both among Marapu adherents and non-adherents who still part of the same lineage. The Wulla Poddu ritual is also a ceremony to celebrate kawuku. But on the other hand, kawuku became one of the foundations of social cohesion kinship and brotherhood for Poddu towns that conduct Wulla Poddu ritual.en_US
dc.language.isoidid
dc.publisherProgram Studi Sosiologi FISKOM-UKSWid
dc.subjectMarapuid
dc.subjectWulla Podduid
dc.subjectritualid
dc.subjectsolidaritas sosialid
dc.subjectKabisu dan Kawukuid
dc.titleSolidaritas dalam Ritual Wulla Poddu: Studi terhadap Bentuk-Bentuk Ritual Wulla Poddu di Kampung Tambera, Desa Doka Kaka, Kecamatan Loli-Kabupaten Sumba Baratid
dc.typeThesisen_US
Appears in Collections:T1 - Sociology

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
T1_352011014_BAB I.pdfBAB I371.54 kBAdobe PDFView/Open
T1_352011014_BAB II.pdfBAB II626.45 kBAdobe PDFView/Open
T1_352011014_BAB III.pdfBAB III364.33 kBAdobe PDFView/Open
T1_352011014_BAB IV.pdfBAB IV1.17 MBAdobe PDFView/Open
T1_352011014_BAB V.pdfBAB V3.55 MBAdobe PDFView/Open
T1_352011014_BAB VI.pdfBAB VI717.95 kBAdobe PDFView/Open
T1_352011014_BAB VII.pdfBAB VII305.76 kBAdobe PDFView/Open
T1_352011014_Daftar Pustaka.pdfDaftar Pustaka237.79 kBAdobe PDFView/Open
T1_352011014_Judul.pdfHalaman Judul2.38 MBAdobe PDFView/Open
T1_352011014_Lampiran.pdfLampiran1.54 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.