Please use this identifier to cite or link to this item: https://repository.uksw.edu//handle/123456789/15328
Title: Produktivitas Perhutanan Klon Jati Unggul pada Beberapa Jarak Tanam
Authors: Prehaten, Daryono
Na’iem, Mohammad
Hardiwinoto, Suryo
Keywords: produktivitas;perhutanan klon;jati unggul;jarak tanam
Issue Date: Feb-2018
Publisher: Fakultas Biologi Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga
Abstract: Kayu jati sampai saat ini tetap menjadi primadona masyarakat. Kayu jati banyak dihasilkan dari hutan jati di Pulau Jawa. Hutan jati di pulau jawa telah dikelola sejak jaman penjajahan. Dalam pengelolaan hutan jati, masyarakat sekitar hutan selalu dilibatkan. Pelibatan masyarakat dalam beberapa tahapan pengelolaan mulai dari persiapan lahan, penamanan, pemeliharaan sampai dengan pemanenan. Masyarakat yang tergabung dalam LMDH (Lembaga Masyarakat Desa Hutan), dilibatkan dalam program pengelolaah hutan bernama PHBM (Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat). Salah satu pelibatan masyarakat adalah dengan memberikan kesempatan untuk memanfaatkan ruang-ruang di sela-sela tanaman hutan untuk ditanami tanaman pertanian. Sementara itu penelitian bidang pemuliaan pohon jati oleh Fakultas Kehutanan UGM, bekerjasama dengan perum Perhutani beberapa tahun lalu telah mendapatkan beberapa klon unggul jati yang mempunyai sifat sangat unggul dari kecepatan pertumbuhan tinggi dan diameter, kelurusan dan silindrisitas batang serta ketinggian batang bebas cabang. Klon unggul tersebut telah ditanam secara massif di Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat dengan jarak tanam 3m x 3m. Kecepatan pertumbuhan klon unggul menyebabkan ruang yang tersedia bagi masyarakat menjadi cepat terokupasi oleh tajuk jati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produktivitas jati dengan beberapa jarak tanam dengan harapan dapat memberikan gambaran kecepatan naungan tajuk jati dan jarak tanam yang memberikan waktu yang lebih lama untuk dapat dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Metode yang dilakukan adalah dengan melakukan pengamatan pada plot peneltian pada 3 lokasi yaitu Ngawi, Cepu dan Randublatung. Plot penelitian telah dibangun pada tahun 2011 (umur jati 6 tahun) dengan jarak tanam 3m x3m (1.111 pohon/ha), 6m x 2m (833 pohon/ha), 8m x 2m (625 pohon/ha), dan 10m x 2m (500 pohon/ha). Penelitian dilakukan dengan melakukan pengukuran tinggi, diameter dan batang bebas cabang. Tinggi diukur menggunakan Hagameter, diameter diukur pada setinggi dada (1,3m), batang bebas cabang diukur mulai adanya cabang permanen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada tren yang nyata untuk diameter jati yaitu diameter berkorelasi positif dengan jarak tanam, semakin lebar jarak tanam maka diameter jati semakin besar. Korelasi negatif terdapat pada karakter tinggi bebas cabang (TBBC) dimana semakin semakin dekat jarak tanam maka semakin tinggi TBBC nya. Diameter tajuk juga berkorelasi postif dengan jarak tanam, semakin lebar jarak tanam maka diameter tajuk semakin lebar. Sedangkan pada karakter tinggi pohon jati tidak ada tren yang nyata, meskipun kecenderunganya adalah semakin rapat jarak tanam maka pohon jati semakin tinggi.
Description: Prosiding Seminar Nasional Biologi dan Pendidikan Biologi : Penelitian, Penerapan dan Pembelajaran Biologi dalam Menghadapi Tantangan Abad 21, 2018, p. 226 - 232.
URI: http://repository.uksw.edu/handle/123456789/15328
ISBN: 9786026191311
Appears in Collections:Makalah Pendamping Kelompok 4



Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.