DSpace logo

Please use this identifier to cite or link to this item: https://repository.uksw.edu/handle/123456789/16432
Title: Awingngu Ruangan: Pandangan Germita Baitani Pulutan terhadap Kawin Adat Sebelum Kawin Gereja
Authors: Runturambi, Janet Cintami
Keywords: Awingngu Ruangan;kawin adat;kawin gereja
Issue Date: 2018
Publisher: Program Studi Teologi FTEO-UKSW
Abstract: Perkawinan merupakan peristiwa penting dalam kehidupan setiap orang khususnya dalam kehidupan Jemaat GERMITA Baitani Pulutan. Awingngu Ruangan sebutan untuk kawin adat yang terkenal dalam jemaat GERMITA Baitani Pulutan adalah salah satu ritual adat atau upacara adat yang masih dilaksanakan sampai sekarang. Banyak jemaat yang melakukan Awingngu Ruangan dan setelah itu hidup bersama padahal belum kawin gereja. Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan alasan jemaat GERMITA Baitani Pulutan menganggap kawin adat lebih penting dari kawin gereja dan menjelaskan pandangan GERMITA Baitani Pulutan tentang kawin adat sebelum kawin gereja dengan menggunakan kajian teori perkawinan adat dan gereja. Penelitian membuktikan bahwa sebeum injil masuk di Talaud, masyarakat sudah lama mengenal Awingngu Ruangan atau kawin adat dari para nene moyang. Jemaat GERMITA Baitani Pulutan menganggap apabila tidak melakukan Awingngu Ruangan maka yang terjadi tidak akan ada keturunan dalam keluarga, tidak ada kedamaian, akan ada kutuk, hukum karma, tidak ada berkat dari Tuhan dan lain sebagainya, apabila melakukan kawin adat maka sebaliknya akan tercipta keluarga yang harmonis, aman dan sejahtera. Kawin adat adalah perkawinan yang didasari penyembahan kepada Tuhan dalam bentuk perbuatan dan tindakan nyata. Walaupun perkawinana adat Talaud adalah perkawinan keluarga tetapi sejalan dengan kawin gereja. Perlu adanya perhatian, kerjasama dan sikap dari antara gereja, adat dan pemerintah untuk tetap melestarikan Awingngu Ruangan dan tidak melupakan pentingnya kawin gereja bagi seluruh jemaat. Baik kawin adat maupun kawin gereja memiliki makna masing-masing yang harus dipahami oleh setiap jemaat GERMITA Baitani Pulutan sehingga keduanya boleh berjalan beriringan. Dalam Awingngu Ruangan juga terkandung prinsip dan nilai-nilai perkawinan Kristen oleh karena itu kawin gereja tidak kalah penting dengan kawin adat.
URI: http://repository.uksw.edu/handle/123456789/16432
Appears in Collections:T1 - Theology

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
T1_712013054_Abstract.pdfAbstract119.04 kBAdobe PDFView/Open
T1_712013054_Full text.pdfFull text2.53 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.