DSpace logo

Please use this identifier to cite or link to this item: https://repository.uksw.edu/handle/123456789/17606
Title: Pengaruh Penambahan Serbuk KUNYIT (Curcuma domestica Vahl) terhadap Masa Simpan Tempe Kedelai
Other Titles: The Effect of Addition Turmeric Powder (Curcuma domestica Vahl) on Storage Period of Soybean Tempeh
Authors: Destiana, Sherley Eka
Keywords: tempe kedelai;kunyit;masa simpan
Issue Date: 2019
Publisher: Program Studi Biologi FB-UKSW
Abstract: Tempe memiliki masa penyimpanan yang singkat dan cepat membusuk. Salah satu cara mencegah proses pembusukan dengan menambahkan kunyit. Kurkumin yang terkandung dalam kunyit bersifat antibakteri yang dapat menghambat pembusukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan konsentrasi kunyit yang memberikan masa penyimpanan tempe lebih lama dan menciptakan cita rasa yang disukai konsumen. Pada penelitian ini ada 4 perlakuan yaitu penambahan kunyit dengan konsentrasi 0%; 0,5%; 1%; 1,5 %. Parameter uji yang digunakan antara lain total bakteri dengan metode Total Plate Count. pengamatan pertumbuhan miselia kapang, kekompakkan biji pada tempe dan uji organoleptik. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan statistika sederhana (deskriptif). Hasil penelitian menunjukkan prosentase total bakteri terendah pada tempe kedelai tanpa kunyit dan kenaikkan total bakteri tertinggi pada tempe kedelai penambahan kunyit 0,5%, penambahan kunyit dengan konsentrasi 1 dan 1,5% menyebabkan penurunan prosentase total bakteri. Pengamatan miselia kapang tumbuh cepat, kompak pada tempe kedelai tanpa kunyit, penambahan kunyit menghambat pertumbuhan miselia dan miselia tumbuh lebih tipis dibandingkan miselia pada tempe kedelai. Tempe dengan penambahan kunyit konsentrasi 0,5%, 1% dan 1,5% lebih tahan lama daripada tempe kedelai. Menurut uji organoleptik dengan metode uji kesukaan, produk yang paling disukai adalah tempe kedelai dengan penambahan kunyit 0,5%. Serbuk kunyit menghambat pertumbuhan bakteri dan memperpanjang masa simpan tempe.
Tempe had a very short storage period. One way to prevent the decay process is to add turmeric. Curcumin contained in turmeric is antibacterial which can inhibit decay. This study aims to determine the effect of turmeric which provides a longer shelf life of tempeh and creates a taste that pleases by consumers. In this study there were 4 treatments, namely the addition of turmeric with a concentration of 0%; 0.5%; 1%; 1.5%. The parameters used include total of the bacteria by Plate Count method. Observation of mold mycelia growth, seed compactness in tempeh and organoleptic test. The data which were obtained then were analysed by using simple statistics (descriptive). The results showed that the lowest percentage of total bacteria was in soybean tempeh without turmeric and the highest increase in total bacteria was in soybean tempeh about 0.5% turmeric and the addition of turmeric with a concentration of 1 and 1.5% caused a decrease in total bacteria. On the observation of mold mycelia grew fast and perfect in soybean tempeh without turmeric. The addition of turmeric inhibited the growth of mycelia become thinner beside the regular tempeh. Tempe with the addition of turmeric concentrated 0.5%, 1% and 1.5% were longer than regular tempeh. According to the organoleptic test and the most favorite product was soybean tempeh with 0.5% turmeric added. Turmeric powder inhibited bacterial growth and extended the storage period of tempeh.
Description: Tidak diijinkan karya tersebut diunggah ke dalam aplikasi Repositori Perpustakaan Universitas.
URI: http://repository.uksw.edu/handle/123456789/17606
Appears in Collections:T1 - Biology

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
T1_412015001_Abstract.pdfAbstract401.81 kBAdobe PDFView/Open
T1_412015001_Full text.pdf
  Restricted Access
Full text1.26 MBAdobe PDFView/Open Request a copy


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.