DSpace logo

Please use this identifier to cite or link to this item: https://repository.uksw.edu/handle/123456789/17892
Title: Pemahaman Jemaat GKPI Kandis Kota tentang Kedudukan Perempuan dalam Hukum Waris Adat Batak Toba
Authors: Manurung, Martauli
Keywords: hak waris;feminisme;jemaat GKPI Kandis Kota
Issue Date: 2019
Publisher: Program Studi Teologi FTEO-UKSW
Abstract: Hukum Adat Batak Toba yang tidak mengakui perempuan sebagai pewaris harta orangtuanya sudah menjadi keharusan yang wajib dilakukan oleh setiap keluarga Batak Toba. Semua warisan orantuanya akan diberikan kepada anak laki-laki sebagai penerus keturunan marga ayahnya. Akan tetapi seiring perubahan sosial dan lingkungan, pemahaman seperti itu sudah mengalami pergeseran makna. Kedudukan antara anak laki-laki dan perempuan sudah mendapatkan seketaraan, akan tetapi dalam ranah pembagian warisan maka perempuan masih belum mendapatkan keadilan dikarenakan anak perempuan bukan penyambung marga ayahnya melainkan ikut dengan marga suaminya. Hal inilah yang membuat perempuan sangat sulit untuk mendapatkan bagian yang sama dengan laki-laki. Ketidakberdayaan perempuan dikarenakan hukum Batak Toba yang bersifat patrilineal dimana tidak mengakui adanya pembagian harta warisan bagi anak perempuan. Pemahaman seperti ini sudah seharusnya diubah, kesetaraan antara laki-laki dan perempuan dalam masyarakat batak toba sebaiknya sudah mulai diterapkan. Laki-laki dan perempuan sama derajatnya dihadapan Tuhan, oleh karena itu sudah seharusnya kita sebagai mahkluk ciptaan-Nya tidak membeda-bedakan derajat manusia itu sendiri. Perempuan dan laki-laki sudah memiliki kodratnya masing-masing, akan tetapi ketika berbicara mengenai hak dalam keluarga maka perempuan dan laki-laki adalah sama. Warisan yang ditinggalkan oleh orangtua kepada anak-anaknya, sudah seharusnya dibagi rata kepada semua anak-anaknya baik laki-laki maupun perempuan. Laki-laki tidak boleh merasa bahwa dia adalah satu-satunya yang memiliki kekuasaan atas warisan orangtuanya dan menganggap bahwa perempuan tidak memiliki hak apa-apa atas warisan orangtuanya. Kesetaraan dan keadilan yang diterapkan dalam keluarga akan membuat keluarga tersebut harmonis dan sejahtera. Akan tetapi ketika terjadi ketidakadilan dalam keluarga maka keluarga tersebut akan terpecahbelah. Oleh sebab itu sangat penting bagi setiap keluarga terkhusus masyarakat batak toba untuk menerapkan kesetaraan dan keadilan baik bagi anak laki-laki maupun kepada anak perempuan.
URI: http://repository.uksw.edu/handle/123456789/17892
Appears in Collections:T1 - Theology

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
T1_712014111_Abstract.pdfAbstract119.12 kBAdobe PDFView/Open
T1_712014111_Full text.pdfFull text2.9 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.