Please use this identifier to cite or link to this item: https://repository.uksw.edu//handle/123456789/19510
Title: Dinamika Nitrogen Tanah pada Tanaman Kentang (Solanum tuberosum L.) serta Pertumbuhan dan Hasil pada Sistem Penanaman Monokultur dan Tumpangsari
Other Titles: Soil Nitrogen Dynamics in Potato Plants (Solanum tuberosum L.) and Growth and Yield in Monoculture and Intercropping Planting Systems
Authors: Rani, Elisabeth Larasati Kusuma
Keywords: pertumbuhan;hasil;nitrogen;kentang;tumpangsari
Issue Date: 2019
Publisher: Program Studi Agroekteknologi FPB-UKSW
Abstract: Kentang merupakan komoditas hortikultura sebagai sumber karbohidrat yang produksinya cukup tinggi kedua di Indonesia. Salah satu sentra produksi kentang yaitu Dataran tinggi Dieng, Jawa Tengah. Budidaya tanaman kentang dilakukan sepanjang tahun pada lahan dengan kemiringan >8%, keadaan ini rawan akan terjadinya erosi dan kehilangan hara pada tanah lapisan atas, perlahan-lahan akan terjadi penurunan kesuburan tanah diikuti dengan penurunan produksi. Untuk meningkatkan produksi, petani mengaplikasikan pupuk anorganik N melebihi dosis anjuran dan tidak berimbang yang akan menyebabkan pemadatan tanah dan diikuti penurunan kesuburan tanah. Tanaman kacang babi (Vicia faba L.) dan bawang daun (Allium porrum L.)memiliki potensi ekologis yang dapat dijadikan alternatif budidaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dinamika N tanah dan N pada jaringan akar serta mengetahui pertumbuhan dan hasil umbi segar tanaman kentang varietas Granola lokal pada sistem monokultur dan tumpangsari kacang babi dengan pemberian akar bawang daun bermikoriza. Penelitian dilakukan menggunakan polibek, di greenhouse Kebun Percobaan Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW, Kabupaten Semarang. Penelitian menggunakan RAK dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan; monokultur kentang dengan pemupukan N 150% (M1) dan 100% (M2) serta tumpangsari kentang kacang babi dengan aplikasi mikoriza dan pemupukan N 75% (TS1) dan 50% (TS2). Pada 25-50 hst, tanaman kentang tumbuh dengan baik, sedangkan pada 50-74 hst terdapat gejala bercak hitam dan daun menjadi kekuningan, hingga terjadi busuk batang yang menyebabkan tajuk tidak produktif dan pemanenan umbi kentang dilakukan lebih awal yaitu pada 81 hst.Hasil analisis menujukkan bahwa tumpangsari kacang babi dan pemberian akar bawang daun bermikoriza mampu menggantikan monokultur dengan pemupukan N. Pertumbuhan tanaman kentang dengan parameter luas daun, klorofil daun, brangkasan kering tajuk dan akar, beberapa parameter mengalami hasil yang fluktuatif. Pada 25-50 hst dari keseluruhan perlakuan pertumbuhannya optimal, perbedaan terjadi pada 50-81 hst, secara keseluruhan M2 dan TS1 menunjukan hasil yang serupa. Bobot umbi segar tertinggi dihasilkan TS1 yaitu 144,2 g/tanaman. Dinamika N tanah TS pada 0-50 hst lebih tinggi dari M, pada 50-81 hst keduanya memberikan dinamika N yang serupa. Jaringan akaryang menyimpan N paling banyak adalah M2 sebesar 2,55%.
Potatoes are a horticultural commodity as a source of carbohydrates, which is the second highest production in Indonesia. One of the centers of potato production is Dieng Plateau, Central Java. Cultivation is carried out throughout the year on land with a slope of> 8%, this condition is prone to erosion and loss of nutrients in topsoil, slowly there will be a decrease in nutrients followed by a decrease in production. To increase the production, farmers applied inorganic fertilizer N exceeds recommended and unbalanced doses which will cause soil compaction and followed by a decrease in soil fertility. Faba bean (Vicia faba L.) and scallion (Allium porrum L.) have ecological potential that can be used as alternative cultivation. This research is intended to determine the dynamics of soil N and N in root tissue and to know the growth and yield of fresh potato tubers of local granola varieties in monoculture and intercropping systems of faba bean by providing mycorrhizal scallion roots.The research was conducted using polybag in the green house of the Experimental Garden of the Faculty of Agriculture and Business SWCU, Semarang Regency. The study used a RGD with 4 preparations and 4 replications; potato monoculture by fertilizing N 150% (M1) and 100% (M2) and intercropping potatoes-faba bean with mycorrhizal application and by fertilizing N 75% (TS1) and 50% (TS2). At 25-50 days after planting, the potato plants grow well, whereas in 50-74 days there are black spots and leaves become yellowish, until stem rot occurs which causes shoots to not be productive and harvesting potato tubers is done earlier, at 81 days after planting. The results of the analysis show that intercropping treatment with fertilizer reduction can replace monoculture treatment with N 100% and 150%. Growth of potato plants with parameters of leaf area, leaf chlorophyll, shoot and root dry stover, the overall results are fluctuating. At 25-50 days after planting from the overall treatment the growth is optimal, the difference occurs at 50-81 days after planting, overall M2 and TS1 show similar results. The highest fresh tuber weight was produced TS1 which is 144.2 g / plant. The dynamics soil of N in TS at 0-50 days after planting are higher than M, at 50-81 hst they gave the dynamics of a similar N. The root tissue that stores the most N is M2 of 2.55%.
Description: Tidak diijinkan karya tersebut diunggah ke dalam aplikasi Repositori Perpustakaan Universitas karena telah mempublikasikan dalam Prosiding Seminar Nasional " Peran Sektor Pertanian Memasuki Era Industri 4.0. pada tanggal 9 Maret 2019.
URI: https://repository.uksw.edu/handle/123456789/19510
Appears in Collections:T1 - Agroecotechnology

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
T1_512014056_BAB I.pdf
  Restricted Access
BAB I255.48 kBAdobe PDFView/Open Request a copy
T1_512014056_BAB II.pdf
  Restricted Access
BAB II404.11 kBAdobe PDFView/Open Request a copy
T1_512014056_BAB III.pdf
  Restricted Access
BAB III536.04 kBAdobe PDFView/Open Request a copy
T1_512014056_BAB IV.pdf
  Restricted Access
BAB IV798.54 kBAdobe PDFView/Open Request a copy
T1_512014056_BAB V.pdf
  Restricted Access
BAB V136.52 kBAdobe PDFView/Open Request a copy
T1_512014056_Daftar Pustaka.pdf
  Restricted Access
Daftar Pustaka384.5 kBAdobe PDFView/Open Request a copy
T1_512014056_Judul.pdfHalaman Judul2.4 MBAdobe PDFView/Open
T1_512014056_Lampiran.pdf
  Restricted Access
Lampiran1.6 MBAdobe PDFView/Open Request a copy


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.