DSpace logo

Please use this identifier to cite or link to this item: https://repository.uksw.edu/handle/123456789/19592
Title: Model Galat Spasial untuk Jumlah Produksi Padi Tahun 2014 di Jawa Barat
Other Titles: Spatial Error Model for Rice Plants Production on Year 2014 in West Java
Authors: Lumbantoruan, Alicia Anggelia
Keywords: produksi padi;Model Galat Spasial;matriks pembobot;regresi sederhana tanpa konstanta
Issue Date: 2019
Publisher: Program Studi Matematika FSM-UKSW
Abstract: Indonesia merupakan salah satu negara penghasil padi sehingga luas lahan yang ditanami padi merupakan faktor utama yang mempengaruhi produksi padi. Pada studi ini, diusulkan Model Galat Spasial (Spatial Error Model) dalam penerapan untuk jumlah produksi padi dan jumlah produksi padi tetangga. Model ini mengasumsikan bahwa galat (error) dalam model memiliki hubungan spasial antara satu wilayah dan wilayah lain. Data yang digunakan adalah luas lahan produksi padi dan jumlah produksi padi di setiap kabupaten di Jawa Barat pada tahun 2014. Matriks pembobot juga digunakan dalam menggambarkan kedekatan antar wilayah. Hasil yang diperoleh dari model spasial diketahui bahwa konstanta dan juga jumlah total produksi wilayah tetangga tidak berpengaruh terhadap produksi padi suatu wilayah. Regresi sederhana tanpa konstanta adalah model terbaik untuk memodelkan jumlah produksi tanaman padi yang hanya bergantung pada luas lahan produksi sehingga model galat spasial tidak dapat digunakan dalam kasus ini.
Indonesia is one of the largest rice producing countries, therefore the land area is the main factor that influences rice plant production. This study proposes what so called the Spatial Error Model to be applied on the amount of rice and the neighbouring production. This model assumes that errors in the model have spatial relationships between one region and another. The processed data is the area of production land and the amount of rice production in each district, in West Java in year 2014. A contiguity matrix is also constructed, which describes the closeness between regions. The results obtained from the spatial error model is known that the constants and also that the amount of total production of neighbouring regions are not affect of rice production. Simple regression without constants is the best model for modeling the amount of rice production that depends only on production area, so the spatial error model cannot be used in this case.
Description: Tidak diijinkan karya tersebut diunggah ke dalam aplikasi Repositori Perpustakaan Universitas karena sedang proses publikasi di Jurnal Mercumatika, Universitas Mercu Buana Yogyakarta, Vol. 3, No. 2, Tahun 2019.
URI: https://repository.uksw.edu/handle/123456789/19592
Appears in Collections:T1 - Mathematics

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
T1_662015034_Abstract.pdfAbstract109.04 kBAdobe PDFView/Open
T1_662015034_Full text.pdf
  Restricted Access
Full text2.45 MBAdobe PDFView/Open Request a copy


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.