DSpace logo

Please use this identifier to cite or link to this item: https://repository.uksw.edu/handle/123456789/19643
Title: Peran Hukum dan Psikologi dalam Meminimalkan Ujaran Kebencian Perusak Demokrasi
Authors: Nugroho, Wisnu Sapto
Keywords: ujaran kebencian;demokrasi;prasangka;hukum;psikologi
Issue Date: Aug-2019
Publisher: Satya Wacana University Press
Abstract: Kebebasan berpendapat merupakan hak setiap warga negara Republik Indonesia yang dijamin oleh konstitusi khususnya pasal 28 E (3) UUD NRI Tahun 1945. Kebebasan berpendapat berbeda dengan ujaran kebencian. Ujaran kebencian adalah ungkapan berdasar prasangka yang dilakukan oleh individu atau kelompok dalam bentuk provokasi, fitnah, hasutan terhadap individu atau kelompok lain atas dasar perbedaan RAS, gender, disabilitas, orientasi seksual, agama, dll. Dalam praktik berdemokrasi, ujaran kebencian merusak demokrasi. Untuk menjatuhkan lawan politik, ujaran kebencian mudah digunakan sebagai sarana mendapat dukungan suara dari konstituen. Tulisan ini mengkaji dampak ujaran kebencian dengan kajian psikologi hukum, khususnya Hak Asasi Manusia (HAM). Hasil kajian menunjukkan bahwa prasangka menjadi dasar munculnya ujaran kebencian. Dari hasil itu, upaya yang perlu dilakukan adalah melalui penegakan hukum dan HAM serta peningkatan perjumpaan dan dialog antar warga negara untuk meminimalkan prasangka-prasangka di tengah masyarakat. Dengan demikian hukum dan psikologi memiliki peran bagi peningkatan kualitas demokrasi di Indonesia.
URI: https://repository.uksw.edu/handle/123456789/19643
ISBN: 9786025881565
Appears in Collections:Proceedings Seminar Nasional "Merajut Keragaman untuk Mencapai Kesejahteraan Psikologis dalam Konteks Masyarakat 5.0" Agustus 2019



Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.