DSpace logo

Please use this identifier to cite or link to this item: https://repository.uksw.edu/handle/123456789/20400
Title: Keanekaragaman Hayati Semut (Hymenoptera: Formicidae) di Hutan Kota Bendosari, Kota Madya Salatiga
Other Titles: Biodiversity of Ants (Hymenoptera: Formicidae) at Bendosari Park, Salatiga Municipality
Authors: Septianjaya, Titus
Agus, Yohanes Hendro
Keywords: ants;species richness;species evenness;species biodiversity;semut;kekayaan spesies;kemerataan spesies;keanekaragaman spesies
Issue Date: 2020
Publisher: Fakultas Pertanian dan Bisnis Universitas Kristen Satya Wacana
Citation: Septianjaya, T., & Agus, Y. H. (2020). Keanekaragaman hayati semut (Hymenoptera: Formicidae) di hutan kota Bendosari, Kota Madya Salatiga. In A. W. Setiawan, L. Simamora (Eds.), Konser karya ilmiah nasional 2020 : Pengembangan komoditas unggulan mewujudkan wilayah perdesaan yang berkelanjutan (pp. 251-260). Fakultas Pertanian dan Bisnis Universitas Kristen Satya Wacana.
Abstract: In food chain of terrestrial ecosystem, ants have roles as predator of other arthropods, eater of seed, nectar, plant and aphid secreation, and fragmenter of dead organic matter. This research wanted to know the ant biodiversities and dominant ant species at Bendosari Park ecosystem, Salatiga municipality. Sampling technique used pitfall-trap in 10 zones that every zone had different trees composition. Each zone put five pitfall-traps, for 2x12 hours that were collected at 06.00 and 18.00. Observation was done eight times, every two weeks. Research result got five sub families, 16 genera, 20 morfospecies and 1462 individu. Species richness index of ant at 06.00 and 18.00 were 2.48 and 2.35. Species eveness index of ant at 06.00 and 18.00 were 0.76 and 0.54. Species biodiversity index of ant at 06.00 and 18.00 were 2.19 and 1.60. Species biodiversity index of ant that relatively high was found at zone 2 and relatively low was found at zone 6 eventhough there was not different from one zone to others.
Pada rantai makanan di ekosistem darat, semut berperan sebagai, predator terhadap artropoda lainya, pemakan biji, nektar, sekresi tumbuhan, sekresi kutu daun, dan pencacah (fragmenter) bahan organik yang mati. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui keanekaragaman hayati semut dan spesies semut yang dominan di Hutan Kota Bendosari, kotamadya Salatiga. Teknik pengambilan sampel semut menggunakan perangkap sumuran (pitfall-trap) pada 10 zona yang setiap zona memiliki komposisi pohon yang berbeda. Setiap zona dipasang lima perangkap sumuran selama 2x12 jam yang diambil 06.00 dan 18.00. Pengamatan dilakukan delapan kali setiap dua minggu. Dari hasil penelitian ini diperoleh sebanyak lima subfamili, 16 genus, 20 morfospesies dan 1462 individu. Indeks kekayaan spesies pada jam 06.00 dan 18.00 adalah 2,48 dan 2,35 Indeks kemerataan spesies pada jam 06.00 dan 18.00 adalah 0,76 dan 0.54 Indeks keanekaragaman spesies pada jam 06.00 dan 18.00 adalah 2,19 dan 1,60. Indeks keanekaragaman spesies semut yang relatif tinggi ditemukan pada zona 2 dan yang relatif rendah ditemukan pada zona 6 walaupun tidak menunjukan perbedaan nyata antar zona.
URI: https://repository.uksw.edu/handle/123456789/20400
ISSN: 2460-5506
Appears in Collections:Prosiding Webinar Konser Karya Ilmiah Nasional Tahun 2020 : Pengembangan Komoditas Unggulan Mewujudkan Perdesaan yang Berkelanjutan

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
PROS_Titus Septianjaya_Yohanes Agus_KEANEKARAGAMAN HAYATI SEMUT.pdf4.24 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.