DSpace logo

Please use this identifier to cite or link to this item: https://repository.uksw.edu/handle/123456789/20404
Title: Teknologi Pengolahan VCO Dengan Dry Process Skala Pedesaan dan Pengaruh Mutunya Selama Penyimpanan
Other Titles: VCO Processing Technology With Rural Scale Dry Process and Its Quality Effect During Storage
Authors: Pradhana, Adhitya Yudha
Maskromo, Ismail
Keywords: roasted;Mapanget Tall Coconut;yield;LPG;biomass kiln;sangrai;rendemen;tungku biomassa
Issue Date: 2020
Publisher: Fakultas Pertanian dan Bisnis Universitas Kristen Satya Wacana
Citation: Pradhana, A. Y., & Maskromo, I. (2020). Teknologi pengolahan VCO dengan dry process skala pedesaan dan pengaruh mutunya selama penyimpanan. In A. W. Setiawan, L. Simamora (Eds.), Konser karya ilmiah nasional 2020 : Pengembangan komoditas unggulan mewujudkan wilayah perdesaan yang berkelanjutan (pp. 287-293). Fakultas Pertanian dan Bisnis Universitas Kristen Satya Wacana.
Abstract: Processing of Virgin Coconut Oil (VCO) in the community is generally carried out wet method because dry processing which on a scale of farmer groups and industries which require high investment costs. The purpose of this research was to process VCO processing on a rural scale that is easy, cheap, fast, high yield and quality during storage for 12 months. The research was conducted at the coconut processing unit, Indonesian Palm Crops Research Institute (IPCRI) in July 2019 - July 2020. The results showed that the highest yield of 24.57% was obtained from Mapanget Tall coconut (MTT), 12 months period roasted with an Liquefied Petroleum Gas (LPG) stove compared to the yield using kiln biomass coconut husk is 22.86%. The color, aroma, and taste of VCO produced from the roasting process with an LPG stove has a clearer color, does not smell of smoke, and has a distinctive coconut taste according to the quality standards of SNI and APCC compared to roasting with biomass kiln process. This smoked VCO has the potential to be used by panelists who like the smoked taste of processed fish. It is necessary to modify the biomass kiln to produce VCO with better quality.
Pengolahan Virgin Coconut Oil (VCO) dimasyarakat umumnya dilakukan secara basah karena pengolahan secara kering (dry process) dilakukan pada skala kelompok tani maupun industri yang memerlukan biaya investasi yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan proses pengolahan VCO dengan skala pedesaan yang mudah, murah, cepat, rendemen tinggi dan bermutu selama penyimpanan selama 12 Bulan. Penelitian dilakukan di unit pengolahan kelapa, Balai Penelitian Tanaman Palma pada Bulan Juli 2019 - Juli 2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen tertinggi 24,57% diperoleh dari kelapa Dalam Mapanget (DMT) umur panen 12 bulan yang disangrai dengan kompor Liquefied Petroleum Gas (LPG) dibandingkan rendemen dengan menggunakan tungku 22,86%. Warna, aroma, d an rasa VCO yang dihasikan dari proses penyangraian dengan kompor LPG warna lebih jernih, tidak beraroma asap, dan mempunyai rasa khas kelapa sesuai standar mutu SNI dan APCC dibandingkan yang disangrai dengan tungku bahan bakar sabut. VCO yg beraroma asap ini berpotensi digunakan untuk panelis yang suka akan cita rasa asap pada olahan ikan. Perlu dilakukan modifikasi tungku biomass agar lebih menghasilkan VCO dengan mutu yang lebih baik.
URI: https://repository.uksw.edu/handle/123456789/20404
ISSN: 2460-5506
Appears in Collections:Prosiding Webinar Konser Karya Ilmiah Nasional Tahun 2020 : Pengembangan Komoditas Unggulan Mewujudkan Perdesaan yang Berkelanjutan

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
PROS_Adhitya Pradhana_Ismail Maskromo_TEKNOLOGI PENGOLAHAN VCO DENGAN DRY PROCESS SKALA.pdf3.61 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.