Please use this identifier to cite or link to this item: https://repository.uksw.edu//handle/123456789/21282
Title: Studi Psikologis: Naketi sebagai Sarana Pemaafan dalam Perkawinan Campuran Suku Timor Dawan dari Perspektif Psikologi Pemaafan
Authors: Tamelab, Karolina Apriance
Keywords: naketi;perkawinan campuran;psikologi pemaafan
Issue Date: 2020
Publisher: Magister Sains Psikologi Program Pascasarjana UKSW
Abstract: Masyarakat suku Timor Dawan memiliki pemahaman bahwa setiap masalah yang terjadi biasanya disebabkan oleh kesalahan sebelumnya yang belum diselesaikan. Jadi perlu dilakukannya naketi untuk menyelesaikan masalah tersebut. Pada saat melakukan naketi, setiap individu harus jujur dalam mengungkapkan isi hatinya dan memaafkan orang yang menyakitinya agar masalah dapat diselesaikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji tradisi naketi sebagai sarana penyelesaian konflik dan pemaafan dalam perkawinan campuran suku Timor Dawan dari perspektif psikologi pemaafan yakni dimensi intrapsikis dan dimensi interpersonal. Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Partisipan berjumlah dua keluarga yang pernah menggunakan naketi dalam menyelesaikan konflik dalam keluarga. Penelitian dilakukan di desa Haumeni Ana, kabupaten Timor Tengah Utara, provinsi Nusa Tenggara Timur. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data yaitu analisis deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa sekalipun adanya kawin campur antar suku, partisipan tetap menerapkan tradisi naketi dalam menyelesaikan masalah keluarga. Berdasarkan kajian dari perspektif psikologi pemaafan menunjukan bahwa pada dimensi intrapsikis secara emosi setiap partisipan membutuhkan waktu dan proses yang berbeda-beda hingga tidak lagi merasa sakit hati kepada orang telah yang menyakitinya. Secara kognisi naketi sangat membantu partisipan yang merasa tersakiti untuk mengetahui akar permasalahan dan melihat masalah itu dari sisi orang yang menyakitinya. Pada dimensi interpersonal ditemukan bahwa selain menjadi sarana pemaafan, naketi juga menjadi sarana memperbaiki dan mempererat hubungan persaudaraan dan kekeluargaan. Keterbatasan penelitian yaitu peneliti tidak melakukan observasi secara langsung terkait proses naketi yang dilakukan oleh partisipan. Rekomendasi bagi penelitian selanjutnya bahwa tradisi naketi ini bisa diteliti menggunakan metode kuantitatif sehingga jumlah subjek yang diteliti lebih banyak dan lebih terwakili, mengingat suku Dawan yang luas.
The people of the Timor Dawan tribe have an understanding that any problems that occur are usually caused by previous mistakes that have not been resolved. So it is necessary to do a naketi to solve the problem. When doing naketi, each individual must be honest in expressing his heart and forgiving the person who hurt him so that the problem can be resolved. The purpose of this research is to examine the naketi tradition as a means of conflict resolution and forgiveness in mixed marriages of the Timor Dawan ethnic group from a psychological perspective of forgiveness. Qualitative research method with a case study approach. Participants numbered two families who have used naketi in resolving conflicts in the family. The research was conducted in Haumeni Ana village, North Central Timor district, East Nusa Tenggara province. Data collection techniques in the form of observation, interviews and documentation. The data analysis is descriptive qualitative analysis. The results of this study indicate that even if there is inter-ethnic intermarriage, the participants still apply the naketi tradition in solving family problems. Based on a study from the perspective of forgiveness psychology, it shows that in the intrapsychic dimension each participant emotionally takes a different time and process so that they no longer feel hurt by the person who hurt them. Cognitively, naketi really helps participants who feel hurt to find out the root of the problem and see the problem from the side of the person who hurt them. In the interpersonal dimension, it is found that apart from being a means of forgiveness, naketi is also a means of improving and strengthening fraternal and kinship relations.The limitation of this research is that the researcher does not make direct observations regarding the naketi process carried out by the participants. The recommendation for future research is that the naketi tradition can be researched using quantitative methods so that the number of subjects studied is more and more represented, given the wide Dawan tribe.
URI: https://repository.uksw.edu/handle/123456789/21282
Appears in Collections:T2 - Master of Science Psychology

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
T2_832018002_BAB I.pdfBAB I292.14 kBAdobe PDFView/Open
T2_832018002_BAB II.pdfBAB II341.09 kBAdobe PDFView/Open
T2_832018002_BAB III.pdfBAB III293.41 kBAdobe PDFView/Open
T2_832018002_BAB IV.pdfBAB IV511.73 kBAdobe PDFView/Open
T2_832018002_BAB V.pdfBAB V209.71 kBAdobe PDFView/Open
T2_832018002_Daftar Pustaka.pdfDaftar Pustaka355.12 kBAdobe PDFView/Open
T2_832018002_Judul.pdfHalaman Judul1.2 MBAdobe PDFView/Open
T2_832018002_Lampiran.pdfLampiran705.63 kBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.