Please use this identifier to cite or link to this item: https://repository.uksw.edu//handle/123456789/21284
Title: Oko Mama sebagai Tanda Pemaafan bagi Atoin Meto Amarasi yang Berkonflik Berdasarkan Kajian Psikologi Pemaafan
Authors: Kamengon, Dytharia Grace
Keywords: oko mama;pemaafan;budaya;psikologi pemaafan
Issue Date: 2020
Publisher: Magister Sains Psikologi Program Pascasarjana UKSW
Abstract: Oko mama sebaga tanda pemaafan bagi atoin meto yang berkonflik berdasarkan kajian psikologi pemaafan. Tujuan dari penelitian ini ialah mengkaji budaya oko mama sebagai tanda pemaafan bagi atoin meto Amarasi yang berkonflik berdasarkan kajian psikologi pemaafan. Oko mama merupakan salah satu budaya yang dihidupi oleh masyarakat Amarasi. Budaya ini digunakan dalam banyak hal, salah satunya ialah untuk menyelesaikan masalah. Ketika seseorang berniat untuk menyelesaikan masalahnya atau meminta maaf, maka menjadi sebuah keharusan atau kewajiban untuk membawa oko mama. Jika tidak membawa oko mama, maka yang terjadi ialah akan adanya penolakan, tidak bersedia untuk menyelesaikan masalah, perasaan marah, perasaan tidak dihargai, dan munculnya emosi-emosi negatif yang lain, bahkan bisa memperbesar masalah tersebut, serta akan menjadi bahan perbincangan masyarakat. Metode penelitian yang digunakan ialah kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dokumentasi dan triangulasi. Teknik analisis data ialah dengan reduksi, mendisplay data, penarikan kesimpulan dan verifikasi data. Hasilnya ialah oko mama dapat menjadi stimulus bagi seseorang untuk masuk dan menghadirkan situasi yang baik bagi orang lain dan ritual-ritual yang dilakukan merupakan pendukung untuk mencapai pemaafan. Hal ini menjadi salah satu faktor yang memudahkan seseorang dalam mencapai keadaan emosi, kognisi dan interpersonal yang positif. Dengan demikian, oko mama dapat menjadi satu simbol budaya dan rangkaian ritualnya membantu seseorang dalam mengelola keadaan emosional, kognisi dan interpersonal. Meskipun demikian, proses penyelesaian masalah yang dilakukan hanya difokuskan untuk memperbaiki hubungan interpersonal. Kelemahan dalam penelitian ini ialah peneliti tidak memiliki kesempatan untuk berpartisipasi secara langsung dalam penyelesaian masalah menggunakan oko mama. Hal ini karena masalah yang dialami oleh beberapa partisipan penelitian sudah terjadi sejak lama dan sudah diselesaikan. Oleh karena itu, untuk peneliti selanjutnya diharapkan dapat melakukan penelitian dengan berpartsipasi secara langsung dalam penyelesaian masalah yang dilakukan.
Oko mama is a sign of forgiveness for conflicting atoin meto based on the psychological study of forgiveness. The purpose of this research is to examine the culture of oko mama as a sign of forgiveness for conflicting atoin meto Amarasi based on the study of the psychology of forgiveness. Oko mama is one of the cultures lived by the people of Amarasi. This culture is used in many ways, one of which is to solve problems. When someone intends to solve the problem or apologize, it is a must or an obligation to bring oko mama. If you don't bring oko mama, what will happen is that there will be rejection, unwillingness to solve problems, feelings of anger, feelings of disrespect, and the emergence of other negative emotions, which can even exacerbate the problem, and will become the subject of public discussion. The research method used is qualitative with a phenomenological approach. Data collection was carried out by interview, documentation observation and triangulation. Data analysis techniques are reduction, data display, drawing conclusions and data verification. The result is that oko mama can be stimulus for someone to enter and present a good situation for others and the rituals that are performed are supportive. to achieve forgiveness. This is one of the factors that make it easier for a person to achieve positive emotional, cognitive and interpersonal states. Thus, oko mama can become a cultural symbol and a series of rituals helps a person manage emotional, cognitive and interpersonal aspects. However, the problem solving process is only focused on improving interpersonal relationships. The weakness in this study is that researchers do not have the opportunity to participate directly in problem solving using oko mama. This is because the problems experienced by some of the research participants have occurred for a long time and have been resolved. Therefore, future researchers are expected to be able to conduct research by participating directly in solving the problems being carried out.
URI: https://repository.uksw.edu/handle/123456789/21284
Appears in Collections:T2 - Master of Science Psychology

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
T2_832018003_BAB I.pdfBAB I387.41 kBAdobe PDFView/Open
T2_832018003_BAB II.pdfBAB II314.06 kBAdobe PDFView/Open
T2_832018003_BAB III.pdfBAB III229.25 kBAdobe PDFView/Open
T2_832018003_BAB IV.pdfBAB IV970.87 kBAdobe PDFView/Open
T2_832018003_BAB V.pdfBAB V208.27 kBAdobe PDFView/Open
T2_832018003_Daftar Pustaka.pdfDaftar Pustaka348.95 kBAdobe PDFView/Open
T2_832018003_Judul.pdfHalaman Judul540.79 kBAdobe PDFView/Open
T2_832018003_Lampiran.pdfLampiran1.37 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.