DSpace logo

Please use this identifier to cite or link to this item: https://repository.uksw.edu/handle/123456789/21425
Title: Analisis Potensi Ekonomi Kabupaten dan Kota di Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta Periode 2009-2013
Authors: Kusuma, Rio Surya
Keywords: Ekonomi Rumah Tangga;Gula Kelapa;Gula Semut;Produksi;Pemasaran;Kelembagaan;Dampak;Kesejahteraan
Issue Date: 2016
Abstract: Kerancuan dalam memilih sektor untuk dijadikan tumpuan investasi daerah, menjadi permasalahan pada upaya Pemerintah Daerah dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah, kendala tentang terbatasnya anggaran, pembentukan RPJMD yang kurang representatif pada potensi ekonomi yang ada merupakan masalah yang banyak dialami oleh Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah dan DIY. Berdasarkan kenyataan tersebut, penelitian ini ingin mencari sektor-sektor dan strategi-strategi yang tepat untuk dijadikan instrumen dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan menggunakan analisis IDS, IPPS, SLQ dan DLQ untuk melihat sektor unggulan, model Input Output Regional Provinsi Jawa Tengah tahun 2013 dan model Input Output Provinsi DIY tahun 2008 untuk melihat sektor kunci. Temuan penelitian ini (a) sektor unggulan Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah di dominasi oleh sektor jasa-jasa (17 kab/kota), perdagangan (10 kab/kota), dan industri pengolahan (5 kab/kota). (b) sektor unggulan di Provinsi DIY adalah sektor perdagangan, hotel dan restoran yang terdapat pada Kabupaten Bantul dan Sleman. (c) sektor kunci di Provinsi Jawa Tengah adalah sektor pertambangan lainnya, industri makanan ternak, industri kimia dan pupuk, industri mesin-mesin dan perlengkapan listrik, dan industri pengolahan dan pengawetan makanan. Dari kelima sektor kunci tersebut, empat sektor kunci merupakan sub sektor dari sektor industri pengolahan. (d) delapanperwilayahan ekonomi regional yang mencakup wilayah Provinsi Jawa Tengah dan DIY:Bergasmalang, Petalong, Rogopurwomanggung, Subosukawonosraten Mantuldulyo, Kedungsepur, Wanarakuti, Banglor, dan Barlingmascakeb. (e) Keselarasan antara sektorunggulan atau potensi ekonomi yang dimiliki dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Pemerintah daerah hanya terdapat pada empat perwilayahan ekonomi regional.
Ambiguity in choosing sectors to be used as the foundation of investment areas, a problem that often appear on the efforts of Local Government in improving regional economic growth, the constraints of a limited budget, the establishment RPJMD less representative in the economic potential there is a problem experienced by many Districts / Cities Central Java and Yogyakarta. Based on this reality, this study wanted to find sectors and strategies appropriate to be used as an instrument in promoting economic growth Districts/Cities in Central Java Province. This study uses a quantitative approach, using analysis of IDS, IPPS, SLQ and DLQ to see the leading sectors, the model Input Output Regional Central Java province in 2013 and the Regional Input Output models DIY Province in 2008, to see the key sectors. The findings of this study (a) of the leading sectors Regency / City in Central Java province is dominated by the services sector (17 districts / cities), trade (10 districts / cities), and the processing industry (5 districts / cities). (b) the leading sectors in the Yogyakarta province is trade, hotel and restaurant located in Bantul and Sleman. (c) the key sector in the province of Central Java is the other mining sector, livestock food industry, chemical industry and fertilizer, industrial machinery and electrical equipment, and industrial processing and food preservation. Of the five key sectors of the four key sectors of the subsectors of the manufacturing industry. (d) the eight regional economic zoning that covers the province of Central Java and Yogyakarta: Bergasmalang, Petalong, Rogopurwomanggung, Subosukawonosraten Mantuldulyo, Kedungsepur, Wanarakuti, Banglor, and Barlingmascakeb. (e) The alignment between the leading sectors or economic potential which is owned by the policies established by the local government only in four regional economic zoning.
URI: https://repository.uksw.edu/handle/123456789/21425
Appears in Collections:T1 - Economics

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
T1_222012002_BAB I.pdfBab I374.33 kBAdobe PDFView/Open
T1_222012002_BAB II.pdfBab II403.26 kBAdobe PDFView/Open
T1_222012002_BAB III.pdfBab III418.21 kBAdobe PDFView/Open
T1_222012002_BAB IV.pdfBab IV1.6 MBAdobe PDFView/Open
T1_222012002_BAB V.pdfBab V363.51 kBAdobe PDFView/Open
T1_222012002_Daftar Pustaka.pdfDaftar Pustaka369.26 kBAdobe PDFView/Open
T1_222012002_Judul.pdfHalaman Judul1.44 MBAdobe PDFView/Open
T1_222012002_Lampiran.pdfLampiran760.46 kBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.