Please use this identifier to cite or link to this item: https://repository.uksw.edu//handle/123456789/21439
Title: Value Chain Hortikultura Pada Musim Hujan: Studi Kasus Komoditas Cabai di Dusun Puyang Desa Tajuk Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang
Authors: Matea, Ekko Yusuf Arif
Keywords: Rantai Nilai;Margin Pemasaran;Profit Margin
Issue Date: 2019
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peta rantai nilai komoditas cabai di Dusun Puyang Desa Tajuk Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang, menganalisis Marketing Margin dan Profit Margin dari setiap pelaku yang ada dalam rantai nilai komoditas cabai. Penelitian dilakukan di Dusun Puyang Desa Tajuk Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang dari bulan Januari sampai bulan Maret 2018. 3 key informan berdasarkan kepemilikan lahan yang dikerjakan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Analisis data yang digunakan adalah rantai nilai porter, marketing margin dan profit margin. Hasil penelitian menunjukkan 8 alur pemasaran untuk usaha komoditas cabai di dusun Puyang. Marketing margin pada alur 1 dan alur 2 sebesar 15 %, pada alur 3 dan alur 4 sebesar 39%, pada alur 5 sebesar 17%, pada alur 6 sebesar 36%, pada alur 7 sebesar 29% dan pada alur 8 sebesar 45%. Marketing margin tertinggi di peroleh pada alur 8 dengan rantai paling panjang dan margin terbesar dinikmati oleh pelaku tengkulak sedang sebesar 19% dari total margin pemasaran yang ada pada alur 8. Adapun profit margin terbesar diperoleh pelaku pedagang sayur keliling sebesar 26% terhadap harga jual pada alur 3 dan alur 4.
This study was aimed at analyzing the value chain mapping of chili in Puyang the village of Tajuk, sub-district of Getasan, Regency Semarang, Analyzing the marketing margin and profit margin from agent of chili. The research was conducted in Puyang the village of Tajuk, sub-district of Getasan, Regency Semarang from January to March 2018. 3 key informants be based on the ownership of the land being worked on. The study used descriptive qualitative method. The data were analyzed using value chain Porter, marketing margin and profit margin. It revealed 8 plot marketing to commodity chili business in village of Puyang. Marketing margin of plot 1 and plot 2 is 15%, from plot 3 and plot 4 is 39%, from plot 5 is 17%, from plot 6 is 36%, from plot 7 is 29% and from plot 8 is 45%. The biggest marketing margin was obtained in the plot 8 with the longest chain and the biggest margin enjoyed by medium broker 19% of total marketing margin from plot 8. The biggest profit marketing obtained by mobile vegetables seller is 26% in plot 3 and plot 4.
URI: https://repository.uksw.edu/handle/123456789/21439
Appears in Collections:T1 - Economics

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
T1_222014016_Abstract.pdfAbstract1.7 MBAdobe PDFView/Open
T1_222014016_Full text.pdfFull text1.37 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.