DSpace logo

Please use this identifier to cite or link to this item: https://repository.uksw.edu/handle/123456789/22133
Title: Perbandingan Frekuensi SNP rs11942223 Gen SLC2A9 pada Suku Papua dan NTT
Other Titles: Comparison of SNP Frequency rs11942223 of Gene SLC2A9 in Papua and NTT Tribes
Authors: Saputri, Florentina Fery Dwi
Keywords: rs11942223;Papua;NTT
Issue Date: Nov-2021
Abstract: SLC2A9 (solute carrier family 2 member 9) merupakan gen yang bertindak sebagai reabsorpsi asam urat di ginjal yang dapat mengangkut fruktosa dan glukosa. Varian genetik gen SLC2A9 dilaporkan sangat berkaitan erat dengan jumlah kadar asam urat pada penelitian kohort kaukasian di Italy, Inggris, Jepang, Kroasia, Amerika Serikat, Jerman, dan Austria. Penelitian yang dekat dengan etnis di Indonesia adalah penelitian SLC2A9 terkait asam urat pada suku Maori dan Kepulauan Pasifik. Penelitian ini menunjukkan bahwa SNP rs11942223 memiliki potensi yang lebih kuat dibandingkan dengan SNP lainnya seperti rs7442295 dan V2531. Di Asia Tenggara, termasuk Indonesia studi tentang persebaran SNP rs11942223 belum diteliti lebih lanjut. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat perbandingan frekuensi SNP rs11942223 gen SLC2A9 pada suku Papua dan NTT. Metode yang dilakukan yaitu isolasi DNA, elektroforesis, pengukuran konsentrasi DNA, PCR, dan analisis data. Hasil penelitian menujukkan distribusi frekuensi genotip dan alel rs11942223 secara signifikan lebih tinggi pada populasi orang papua yang tinggal didaerah pegunungan, pantai, dan NTT berdasarkan (p>0,05). Distribusi frekuensi SNP rs11942223 pada orang papua yang tinggal didaerah pegunungan, pantai, dan NTT telah terakumulasi dari beberapa generasi sebelumnya yang menyebabkan perubahan genetik secara substansial. Genetik pada orang papua menunjukkan 2% genom mereka berasal dari ekspansi manusia modern yang keluar dari Afrika yang sebelumnya telah punah, Orang papua yang tinggal didaerah pegunungan, pantai, dan NTT SNP rs11942223 frekuensi alel T memiliki hubungan yang signifikan yang dapat menyebabkan hiperurisemia sedangkan alel C dapat dianggap sebagai alel protektif karena dapat mengurangi resiko terjadinya hiperurisemia dari pada alel T. Hal ini sejalan dengan penelitian Batt, dkk (2014) bahwa pada orang Eropa dan Kaukasia alel C di anggap sebagai alel protektif karena dapat menurunkan perubahan kadar asam urat.
SLC2A9 (solute carrier family 2 member 9) is a gene that acts as a reabsorption of uric acid in the kidney that can transport fructose and glucose. The genetic variant of the SLC2A9 gene was reported to be strongly associated with total uric acid levels in Caucasian cohort studies in Italy, England, Japan, Croatia, the United States, Germany, and Austria. Research that is close to ethnicity in Indonesia is the SLC2A9 study related to uric acid in the Maori and Pacific Islanders. This study shows that SNP rs11942223 has a stronger potential than other SNPs such as rs7442295 and V2531. In Southeast Asia, including Indonesia, studies on the distribution of SNP rs11942223 have not been studied further. Therefore, the purpose of this study was to compare the frequency of the SNP rs11942223 gene SLC2A9 in the Papuan and NTT tribes. The methods used are DNA isolation, electrophoresis, measurement of DNA concentration, PCR, and data analysis. The results showed that the genotype and allele frequency distribution of rs11942223 was significantly higher in the Papuan population living in mountainous, coastal, and NTT areas based on (p>0.05). The frequency distribution of SNP rs11942223 in Papuan people living in mountainous, coastal, and NTT areas has accumulated from several previous generations causing substantial genetic changes. Genetics in Papuan people show that 2% of their genome comes from the expansion of modern humans out of Africa which had previously been extinct. Papuans living in mountainous, coastal, and NTT areas can be considered a protective allele because it can reduce the risk of hyperuricemia than the T allele. This is in line with the research of Batt, et al (2014) that in Europeans and Caucasians the C allele is considered a protective allele because it can reduce changes in uric acid levels.
URI: https://repository.uksw.edu/handle/123456789/22133
Appears in Collections:T1 - Nutrition Science

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
TI_472017027_Judul.pdf472.44 kBAdobe PDFView/Open
TI_472017027_BAB I.pdf
  Until 2999-01-01
267.79 kBAdobe PDFView/Open Request a copy
TI_472017027_BAB II.pdf
  Until 2999-01-01
381.33 kBAdobe PDFView/Open Request a copy
TI_472017027_BAB III.pdf
  Until 2999-01-01
269.83 kBAdobe PDFView/Open Request a copy
TI_472017027_BAB IV.pdf
  Until 2999-01-01
271.51 kBAdobe PDFView/Open Request a copy
TI_472017027_BAB V.pdf
  Until 2999-01-01
257.31 kBAdobe PDFView/Open Request a copy
TI_472017027_Daftar Pustaka.pdf394.18 kBAdobe PDFView/Open
TI_472017027_Lampiran.pdf
  Until 2999-01-01
303.84 kBAdobe PDFView/Open Request a copy


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.